Kepala Badan Ketahanan Pangan Memberikan Sambutan Pada Pembukaan Gelar Pangan Nusantara Tahun 2016

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 08 Aug, 2017

Views: 468

Pontianak - Kalimantan Barat, 4 Agustus 2016. Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian, Gardjita Budi mewakili Menteri Pertanian R.I memberikan sambutan pada Acara Puncak Gelar Pangan Nusantara (GPN) ke-2 di Rumah Radakng, Pontianak, Kalimantan Barat. Dalam sambutannya, Kepala BKP Kementerian Pertanian, mengatakan bahwa Sektor pertanian secara umum memberikan kontribusi pada pembangunan ekonomi nasional terutama dalam menyediakan pangan bagi masyarakat, pertumbuhan ekonomi regional, menghemat dan menambah devisa negara melalui ekspor impor, menyediakan lapangan kerja. Kontribusi sektor pertanian cukup signifikan pada Semester II tahun 2016 sebesar 14,2% pada pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini. Sektor pangan, sebagai kontributor utama pertanian berdasarkan data The Economist Intelligence Unit menunjukkan Indeks Ketahanan Pangan Global atau Global Food Security Index (GFSI) bahwa tahun 2016 Indonesia meningkat dari peringkat ke 74 menjadi ke 71 dari 113 negara. Gelar Pangan Nusantara (GPN) ke-2 ini secara resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Provinsi Kalimantan Barat Christiandy Sanjaya di Randakng, Kota Pontianak, Kalimantan Barat dan diikuti oleh 90 peserta yang terdiri dari Badan Ketahanan Pangan 33 provinsi seluruh Indonesia, dengan menampilkan aneka ragam produk pangan segar dan olahan yang berasal dari sumber daya lokal di seluruh Nusantara, juga didukung aktif Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, BULOG juga beberapa perusahaan swasta di bidang pertanian dan pangan. Selain unsur Kementerian Pertanian dan Pemprov Kalbar, acara puncak GPN-2 ini juga dihadiri oleh Pimpinan Komisi IV DPR RI yang membidangi pertanian, kelautan dan perikanan, Kasdam Tanjungpura, Danrem, Wakil Danlanud, serta berbagai unsur masyarakat. Pameran GPN yang terselenggara atas kerjasama Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian dengan Badan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Barat. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 4 – 7 Agustus 2016, mengambil tema “Pangan Lokal Penggerak Ekonomi Daerah dan Kemandirian Pangan”. Rangkaian kegiatan pada Gelar Pangan Nusantara dimeriahkan dengan Talkshow, Wisata Edukasi, Games, Lomba Makan Ikan, Demo Masak bersama Sisca Soewitomo, Lomba Kuliner, serta Lomba Gambar Kreasi dengan Biji-bijian. Selaian kegiatan utama pameran diadakan juga Bazaar TTI di area GPN ini tersedia komoditas pangan di antaranya beras, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, cabai, dan gula pasir. Dengan adanya Gelar Pangan Nusantara diharapkan dapat mengangkat potensi pangan lokal yang ada di daerah guna mendukung kemandirian dan kedaulatan pangan nasional.

Berita Terkait

  • Khawatir Harga Gabah Anjlok, Petani Minta Bulog Lakukan Pembelian Sekarang

    Beberapa daerah sentra produksi beras saat ini sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil usahataninya. Namun beberapa petani  mengeluh karena harga jatuh dan Bulog belum bergerak melakukan pembelian.

    Sejumlah petani di daerah sentra produksi yang dihubungi mengeluhkan dan mengharapkan Bulog segera turun tangan melalukan pembelian gabah mereka.

    Lalu Saleh,  petani dari Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat mengeluhkan,  sudah seminggu ini harga gabah menyentuh angka Rp. 4.000/kg gabah kering panen (gkp).

    "Sudah seminggu ini harga gabah mencapai 4.000 dan cenderung turun teru...

  • BKP Kementan Tugaskan CPNS Kawal Program PKU dan PIPL

    Setiap tahun Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengidentifikasi lokasi-lokasi yang masih terdapat kerentanan pangan di Indonesia dengan basis Kabupaten.

    Setelah berhasil meningkatkan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Kawasan Mandiri Pangan, mulai tahun 2019 BKP melakukan intervensi melalui Pengembangan  Koorporasi Usahatani (PKU) dan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL).

    Tujuan kegiatan PKU adalah meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompoktani dan kesejahteraan petani.

    Sedangkan PIPL bertujuan untuk meningka...

  • Program Kampung Hijau Sejahtera Sebagai Pengembangan KRPL Kementan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

    Pandeglang (BKP) - Jawa Barat.  Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja tahun ini meluncurkan sebuah kegiatan bertajuk Kampung Hijau Sejahtera (Kampung Hijrah) pertama kalinya di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, prorinsi Banten Senin (11/3).

    Kegiatan Kampung Hijrah  bertujuan untuk memanfaatkan dan  menghijaukan pekarangan guna meningkatkan ekonomi produktif keluarga serta pelestarian tanaman lokal.

    Kegiatan ini digagas dan dipelopori oleh OASE KK bidang Lingkungan Hijau (bidang V) yang diketuai oleh Rugaiya Usman Wiranto (Kementerian Koordinator Bidang P...