Kepala Badan Ketahanan Pangan Hadiri Pembukaan Agrinex Expo di JCC

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 04 Apr, 2016

Views: 156

Jakarta, 1 April 2016, Dalam upaya memperkuat peningkatan produktivitas di sektor agro dan industri berbasis agro dengan pemanfaatan teknologi maupun diversifikasi produk-produk pertanian, perikanan, perkebunan dan peternakan, Insititut Pertanian Bogor (IPB) bersama Performax menyelenggarakan satu dasawarsa Agrinex Expo 2016. Agrinex Expo 2016 kali inimengangkat tema "Agribisnis yang berkeadilan, berdaulat dan berkelanjutan" dan digelar dari tanggal 1 sampai 3 April 2016 di Aseembly Hall Jakarta Convention Center (JCC) dengan menampilkan produk hasil teknologi pangan, teknologi benih, teknologi pupuk, teknologi mesin dan peralatan pertanian, teknologi perkebunan, teknologi perikanan dan teknologi peternakan dari hulu sampai hilir. Agrinex Expo dibuka oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN RI (Ferry Mursyidan Baldan) pada hari Jumat tanggal 1 April 2016 dihadiri oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan, Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), pelaku Industri Makanan dan Minuman, Hortikultura, Tanaman Pangan, Perkebunan, Perikanan, Peternakan, Pemerintah Pusat dan Daerah, Perguruan Tinggi, Lembaga-lembaga Riset, dan LSM. Pada kesempatan tersebut Ferry mengatakan, bahwa pemerintah akan terus memberikan kepastian akses tanah kepada seluruh masyarakat. Dikatakan Kementerian ATR/BPN berkomitmen untuk membuka akses tanah agar tanah menjadi ruang hidup yang menentramkan. Pemerintah, lanjutnya, tidak ingin membuat masyarakat susah dalam memperoleh tanah. Karena itu berbagai program kebijakan telah dilaksanakan antara lain kemudahan layanan pertanahan bagi rumah ibadah, kebijakan hak komunal yakni pemberian hak tinggal bagi masyarakat adat maupun yang sudah tinggal lebih dari 10 tahun, dan masih banyak lainnya. Ferry melanjutkan, program strategis Reforma Agraria tidak hanya terbatas pada bidang sawah, tapi juga lahan usaha kecil lain seperti lahan untuk Pedagang Kaki Lima (PKL). Untuk itu Pemerintah mengeluarkan Peraturan Menteri ATR/BPN No. 2 Tahun 2016 tentang Hak Guna Bangunan untuk PKL. Pada acara Agrinex Expo kali ini, Badan Ketahanan Pangan ikut berpartisipasi dalam stand dengan menampilkan produk pangan lokal segar dan olahan, tepung-tepungan berbahan umbi-umbian dan informasi kegiatan promosi P2KP melalui poster dan leaflet.

Berita Terkait

  • Kementan Gandeng Pemprov Sumut Gelar OP Bawang Putih

    Medan - Untuk meredam melonjaknya harga bawang putih di Sumatera Utara (Sumut) yang sempat menyentuh harga Rp.90.000/kg, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengadakan Operasi Pasar.

    Sebanyak 5 container  masing-masing 29 ton bawang putih impor yang tiba  di Belawan Rabu, (13/4) langsung disebar di berbagai pasar di kota Medan.

    "Operasi pasar ini kami lakukan untuk menstabilkan harga bawang putih di tingkat konsumen yang mengalami tren kenaikan beberapa waktu terakhir," ujar  Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan Riwantoro saat mel...

  • Kementan Pastikan Pasokan Pangan Pokok Aman Selama Ramadhan dan Iedul Fitri

    Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan pangan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) terutama bulan Ramadhan dan Iedul Fitri 1440 H mencukupi. Kepastian tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9).

    "Kita sudah cek, kondisi ketersediaan pangan pokok kita aman, baik untuk bulan puasa dan hari raya Iedul Fitri," terang Agung, dalam acara bertajuk 'Pengendalian Harga Pangan' tersebut di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...

  • Harga Cabai Jatuh, Kementan Gerak Cepat Bantu Petani Tuban

    Memasuki panen raya, harga berbagai jenis cabai di Kabupaten Tuban Jawa Timur, khususnya di Kecamatan Grabagan jatuh. Laporan petugas pencatat harga,  Sabtu (11/5), harga cabai rawit merah (CRM) sekitar 4.500/kg dan cabai merah keriting (CMK) Rp 5.500/kg, dari harga seminggu sebelumnya yang berkisar Rp 10.000/kg.

    Merespon kondisi tersebut, Kementerian Pertanian bergerak cepat turun lapangan membeli cabai  petani dengan harga yang lebih mahal, yakni Rp. 8.000/kg untuk mencegah kerugian petani sekaligus  memberi semangat agar petani tetap menanam pada musim berikutnya.

    "Kami bersama-sama turun k...