Kemitraan Gapoktan dan TTI mudahkan Masyarakat Penuhi Kebutuhan Pangan

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 06 Sep, 2018

Views: 849


Dalam upaya mencukupi kebutuhan pangan masyarakat dengan harga terjangkau, selain dilakukan melalui peningkatan produksi pangan, juga memperpendek matarantai distribusi pangan.


Dalam kaitan ini Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian telah melakukan pembinaan kepada 1156 Lembaga Usaha Pangan Masyarakat (LUPM)

yang tersebar diberbagai tempat.


Selain itu juga dibangun 3.655 Toko Tani Indonesia (TTI)  dan TTI Center yang saat ini berkembang di 20 provinsi.


Salah satu Gapoktan yang cukup pesat kemajuannya adalah Gapoktan Sinar Abadi yang kegiatannya meliputi penyimpanan gabah/beras, penjemuran, pengolahan serta cadangan pangan di Banjar Bongan Jawa.


Gapoktan yang berada di Desa Bongan, Kecamatan Tabanan, Kabupaten Tabanan berdiri 15 Agustus 2008 dengan anggota 247 berasal dari 5 Kelompok Tani. Gapoktan ini sudah melakukan kemitraan usaha dengan 11 TTI di Bali.


Menurut Ketua Gapoktan I Ketut Sukarta, pada tahun 2016, pihaknya mendapat bantuan program usaha pangan masyarakat dari BKP Kementan sebesar Rp. 200 juta yang digunakan 140 juta untuk pembelian gabah dan 60 juta biaya operasional. Sedangkan pada tahun 2018 hanya mendapat bantuan biaya operasional.


"Bantuan tersebut sangat membantu bagi kelompok kami, untuk membeli gabah petani dan menjual berasnya ke TTI," ujar Ketut Sukarta yang ditemui, Rabu (5/9).


Menurut Ketut Sukarta, bantuan yang diterima digunakan untuk membeli gabah petani dan sebagian untuk operasional.


"Kami sudah melakukan 3 putaran pembelian gabah petani. Dan akan terus berkembang. Kami jual dengan mitra kami ke 11 TTI dengan harga Rp. 8.200,- dan TTI menjual Rp.8.500,- langsung kepada masyarakat," tambahnya.


Menurut I Ketut Sukarta, pihaknya sudah memulai penjualan beras ke selain TTI dengan cara _e-commerce_  sehingga kami dapat mengatur pengiriman barang sesuai order dari TTI.


"Bagi kami, sistem pemasaran melalui _e-commerce_ ini merupakan lompatan besar dalam penjualan beras," ujar Pande Futu Widya, Pengelola TTI Subak Bengkel.


"Melalui _e-commerce_ kami bisa lebih cepat melayani masyarakat, bahkan omsetnya terus meningkat," tambahnya.


Menurut Pande pemasaran _ecommerce_ sementara baru dilakukan antara gapoktan dan TTI.


"Kalau masyarakat pembeli kami hanya mengunakan komunikasi lewat handphone atau penjualan langsung," ujarnya.


Kelancaran distribusi pangan dengan harga terjangkau bisa dilakukannya, usaha TTI berasnya dipasok  oleh Gapoktan yang menjadi mitra usahanya.


Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Agung Hendriadi yang berkunjung kelokasi merasa senang melihat kinerja gapoktan.


"Usaha gapoktan ini harus terus berjalan dan berputar membantu menyerap gabah petani dan menjual beras dengan harga terjangkau kemasyarakat," ujar Agung.


Sedangkan mengenai permintaan bantuan dryer, Agung berpesan agar Dinas Ketahanan Pangan Provinsi berkoordinasi dengan Dinas Pertanian.


"Tahun ini pemerintah mengadakan bantuan 1.000 dryer untuk gapoktan, agar usahanya lebih maju dan kesejahteraan petani meningkat," pungkas Agung yang berkunjung bersama-sama Tim BKP Kementan.

Berita Terkait

  • Khawatir Harga Gabah Anjlok, Petani Minta Bulog Lakukan Pembelian Sekarang

    Beberapa daerah sentra produksi beras saat ini sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil usahataninya. Namun beberapa petani  mengeluh karena harga jatuh dan Bulog belum bergerak melakukan pembelian.

    Sejumlah petani di daerah sentra produksi yang dihubungi mengeluhkan dan mengharapkan Bulog segera turun tangan melalukan pembelian gabah mereka.

    Lalu Saleh,  petani dari Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat mengeluhkan,  sudah seminggu ini harga gabah menyentuh angka Rp. 4.000/kg gabah kering panen (gkp).

    "Sudah seminggu ini harga gabah mencapai 4.000 dan cenderung turun teru...

  • BKP Kementan Tugaskan CPNS Kawal Program PKU dan PIPL

    Setiap tahun Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengidentifikasi lokasi-lokasi yang masih terdapat kerentanan pangan di Indonesia dengan basis Kabupaten.

    Setelah berhasil meningkatkan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Kawasan Mandiri Pangan, mulai tahun 2019 BKP melakukan intervensi melalui Pengembangan  Koorporasi Usahatani (PKU) dan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL).

    Tujuan kegiatan PKU adalah meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompoktani dan kesejahteraan petani.

    Sedangkan PIPL bertujuan untuk meningka...

  • Program Kampung Hijau Sejahtera Sebagai Pengembangan KRPL Kementan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

    Pandeglang (BKP) - Jawa Barat.  Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja tahun ini meluncurkan sebuah kegiatan bertajuk Kampung Hijau Sejahtera (Kampung Hijrah) pertama kalinya di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, prorinsi Banten Senin (11/3).

    Kegiatan Kampung Hijrah  bertujuan untuk memanfaatkan dan  menghijaukan pekarangan guna meningkatkan ekonomi produktif keluarga serta pelestarian tanaman lokal.

    Kegiatan ini digagas dan dipelopori oleh OASE KK bidang Lingkungan Hijau (bidang V) yang diketuai oleh Rugaiya Usman Wiranto (Kementerian Koordinator Bidang P...