Kementan Sangat Peduli Terhadap Keamanan dan Mutu Pangan Segar Asal Tumbuhan

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 16 Feb, 2019

Views: 728

Dalam rangka penguatan dan pemantapan sistem keamanan dan mutu Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT), pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah menerbitkan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No. 53 tahun 2018 tentang Keamanan dan Mutu PSAT.

Secara umum Permentan  ini mengatur mengenai:(1) pengawasan keamanan dan mutu pangan segar asal tumbuhan melalui pendataan, pendaftaran, dan sertifikasi; (2) pembagian kewenangan yang jelas antara pusat, pemerintah propinsi; dan pemerintah kabupaten/kota; (3) merespon pelayanan pendaftaran secara online; (4) mengakomodasi prinsip pengawasan keamanan pangan berdasarkan analisis resiko.

Sekretaris Badan Ketahanan Pangan (BKP), Riwantoro, saat mensosialisasikan Permentan ini di Bogor,  Kamis (14/2) menjelaskan tentang upaya pengawasan keamanan dan  mutu pangan segar yang dilakukan Kementan.

“Selama ini telah dilakukan pengawasan keamanan pangan segar oleh Kementerian Pertanian berdasarkan Permentan No. 51 Tahun 2008 tentang Syarat dan Tatacara Pendaftaran Pangan Segar Asal Tumbuhan dan Permentan No. 20 Tahun 2010 tentang Sistem Jaminan Mutu Pangan Hasil Pertanian," ujarnya.

Namun, lanjut Riwantoro, seiring perkembangan teknologi, perubahan kebijakan, serta tuntutan konsumen, pengawasan keamanan dan mutu pangan segar, kini telah diperkuat dan disempurnakan dengan terbitnya Permentan 53 tahun 2018 ini.

“Kita berharap regulasi ini dapat lebih relevan, implementatif, dan lebih komprehensif dalam menjawab tantangan keamanan pangan segar di masa mendatang,” tambah Riwantoro.

Terkait dengan pelayanan perijinan terpadu  melalui sistem Online Single Submission (OSS), proses registrasi/pendaftaran pangan segar yang diatur dalam Permentan ini, akan diintegrasikan ke dalam sistem tersebut.

Dalam hal ini, BKP  mengharapkan Dinas Pangan dan Dinas Pertanian Tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota dapat menjadi kepanjangan tangan dalam mensosialisasikan Permentan ini, kepada pihak-pihak yang terkait di daerah.

“Setelah pertemuan ini kami harapkan Bapak/Ibu dari dinas pangan dan pertanian dapat menindaklanjuti dengan melakukan sosialisasi di daerah masing-masing, agar informasi  dalam Permentan ini dapat diketahui dan dipahami oleh berbagai pihak,” ujar Tri Agustin, Kepala Pusat Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan, yang juga  memberikan pemaparan dalam acara ini.

Acara ini dihadiri Dinas ketahanan pangan dan perwakilan dinas pertanian di tingkat provinsi, juga para pelaku usaha, asosiasi, produsen/distributor pangan segar asal tumbuhan, aparat lingkup eselon I Kementan, dan stake holder terkait lainnya.

Dengan dilaksanakannya Sosialisasi Permentan No. 58 Tahun 2018 ini, diharapkan para peserta dan masyarakat secara umum memperoleh informasi dan pemahaman yang jelas terkait mekanisme pengawasan dan tatacara proses sertifikasi atau registrasi pangan segar yang diamanahkan dalam Permentan tersebut.

Regulasi ini sangat bermanfaat bagi masyarakat selaku konsumen, karena masyarakat akan mudah memilih pangan segar yang  aman, yaitu pangan yang memiliki nomor registrasi atau sertifikasi.

Berita Terkait

  • BKP Kementan Lakukan OP Cabai Percepat Stabilitasi Harga

    Stabilisasi harga pangan selama Ramadhan dan Idul Fitri 2019, telah mendapat apresiasi positif dari berbagai pihak, karena Pemerintah mampu menjaga stabilitas harga  di seluruh wilayah. Tentu masih ada komoditas pangan khususnya cabai yang harganya fluktuatif, meskipun fluktuasi harga tersebut masih dianggap wajar.

    Berdasarkan laporan panel harga Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan, cabai merah keriting di Jakarta yang semula rata-rata Rp 34.399/kg (awal Bulan Ramadhan) mulai mengalami kenaikan signifikan beberapa hari mendekati hari H Idul Fitri, rata-rata Rp 46.818/kg.  Bahkan sampai H+4 I...

  • BKP Kementan Pantau Pasokan Dan Harga Pangan Di Sumbar

    Memasuki H-1 Idul Fitri 2019, BKP Kementan terus melakukan pemantauan stok dan harga pangan. Kali ini yang dipantau adalah Pasar Raya kota Padang yang masih ramai dikunjungi pembeli. Hal yang sama terlihat di Pasar Ibuh Payakumbuh dan Pasar Bawah Bukittinggi, Sumateta Barat (Sumbar).

    "Pasokan komoditas pangan di tiga pasar terpantau cukup aman, dan harga juga stabil. Kecuali cabai merah keriting  yang mengalami kenaikan signifikan," ujar  Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan BKP Kementan, Risfaheri yang melaporkan dari Padang, Selasa (4/6).

    Menurut Risfaheri, cabai merah keriting yang b...

  • Kementan Kendalikan Harga Daging Sapi Jelang Lebaran 2019

    Kementerian Pertanian bekerjasama dengan Pemda DKI dan PD. Pasar Jaya serta beberapa Asosiasi seperti Pengusaha Pemotongan Hewan Indonesia (APPHI), Asosiasi Pengusaha Pengolah dan Pengguna Daging Skala Kecil dan Rumah Tangga (ASPERDATA) dan Asosiasi Pengusaha Importir Daging Indonesia (ASPIDI) melaksanakan Operasi Pasar (OP) daging sapi.

    Hal ini untuk merespon kecendrungan naiknya  bahan pangan pokok  seperti telur ayam, daging ayam dan daging sapi jelang lebaran ini.

    “Upaya Kementan melakukan OP,  agar masyarakat dapat memperoleh daging sapi secara murah dan mudah utamanya di wilayah Jabodeta...