Kementan Minta Seluruh Daerah Rampungkan Perda Lahan Pertanian

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 10 Nov, 2017

Views: 258

Bogor - Maraknya proses alih fungsi lahan pertanian yang terbangun berdampak pada ketahanan pangan, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Ketahanan Pangan (BKP) meminta seluruh daerah Kota/Kabupaten merampungkan rancangan Peraturan Daerah (Perda) tentang lahan pertanian.

Hal tersebut diungkapkan, Kepala BKP Kementan RI Agung Hendriadi usai menghadiri peringatan hari pangan sedunia tingkat Jawa Barat di kawasan Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Kamis (9/11/2017). "Sebab secara nasional, pemerintah pusat sudah memiliki (mengeluarkan) PP tentang lahan pertanian, sehingga Bupati (Kepala Daerah) itu harusnya sudah membuat Perda lahan pertanian dan ditargetkan akhir tahun ini semua kabupaten di Indonesia harus sudah punya Perda lahan pertanian," jelasnya.

Alasan pihaknya memilih Jawa Barat khususnya Bogor sebagai tempat hari peringatan pangan sedunia 2017, dikarenakan beberapa faktor. Di antaranya, Jabar merupakan daerah penyumbang protein terbesar di Indonesia.

"Jabar berada dikisaran 20% penyumbang (produk pertanian) protein nasional, kemudian di Jabar juga sebagai salah satu daerah penghasil hortikultura terbesar di Indonesia dengan 42 jenis buah dan sayur sumbangan. DKI enggak akan makan kalau enggak ada Jabar," katanya. Dia menuturkan, Lampung, Jabar dan Banten sudah diproyeksikan sebagai daerah penghasil pangan terbesar di Indonesia. "Jadi kalau petani penghasil pangan terbesar dari Jabar mogok, DKI enggak akan makan. Untuk sawah (penghasil padi) saja, Jabar masih memiliki lahan seluas 900 hektare, Jawa Tengah 1,1 juta hektare dan Jawa Timur 1,6 hektare," tutur Agung.

Sementara, terkait daerah penyangga ibu kota seperti Kabupaten Bogor yang kondisi lahan pertaniannya semakin berkurang karena alih fungsi lahan. Selain mendorong Pemkab Bogor segera menerbitkan Perda, juga memfokuskan wilayahnya sebagai area penghasil pangan jenis hortikultura.

"Untuk Kabupaten Bogor ini ke depannya akan kita arahkan sebagai daerah penghasil hortikultura buah dan sayur. Alasannya, selain lahannya berada di dataran tinggi, iklim dan topografinya juga sangat mendukung, karena jenis pangan tersebut memiliki nilai jual tinggi, seperti belimbing, mangga, manggis, jambu kristal dan duren banyak yang bagus dari Bogor," ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) menegaskan, meski maraknya peralihan lahan pangan ke nonpangan, pihaknya berharap produktivitas lahan yang ada saat ini ke depannya bisa lebih banyak.

"Atau pangannya dirancang lebih semacam pangan berundak atau bertingkat. Sehingga kedepannya kita akan bangun Green House guna meningkatkan hasil pangan menjadi lebih banyak," ungkap Aher. Sumber : Sindonews

Berita Terkait

  • Dorong Peningkatan Ekspor, Kementan Berperan Aktif dalam Codex Internasional

    Jakarta, Rabu (26/6). Peran Indonesia dalam perdagangan komoditas pangan internasional terus ditingkatkan. Hal ini diwujudkan dengan keterlibatan aktif Kementerian Pertanian beserta Kementerian/Lembaga lainnya dalam penyusunan dan pengembangan standar, pedoman, code of practice dan rekomendasi lain terkait keamanan dan mutu pangan hasil pertanian yang berlaku secara internasional dalam wadah Codex Alimentarius Commission (CAC), atau disingkat Codex.


    Dalam Rapat Komite Nasional Codex Indonesia ke-2 tahun 2019 yang digelar di Jakarta, Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertani...

  • BKP Kementan Kembangkan Korporasi Usahatani Untuk Entaskan Kemiskinan dan Kerawanan Pangan

    Kegiatan Korporasi Usahatani (PKU) yang  dikembangkan Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) merupakan kegiatan strategis untuk mengentaskan kemiskinan dan kerawanan pangan.


    "Masuknya kegiatan PKU di Desa Pagerharjo ini diharapkan akan mempercepat pengentasan kemiskinan dan kerawanan pangan di pedesaan," ujar Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan  BKP, Andriko Noto Susanto di Lokasi PKU di Desa Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta (23/06).


    Berdasarkan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan (Food Security and Vulnerability ...

  • Kepala BKP Kementan : KRPL Harus Berkelanjutan!

    BALI - Untuk mencukupi kebutuhan pangan keluarga sejak tahun 2015 Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) mengembangkan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) di seluruh Indonesia.


    "KRPL ini sangat strategis tidak hanya untuk mencukupi kebutuhan pangan dan gizi keluarga, tetapi juga bisa meningkatkan pendapatan rumah tangga," ujar Kepala BKP Agung Hendriadi, saat mengunjungi KRPL di Taro kecamatan Tegallalang, Gianyar Bali, Sabtu (22/6/2019).


    Lebih lanjut Agung mengatakan bahwa keberlanjutan KRPL sangat penting, karena itu Kebun Bibit Desa (KBD) harus terus dikem...