Kementan Kembangkan TTIC Agar Tercipta Harga Pangan Yang Wajar

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 04 May, 2018

Views: 262

Sekretaris Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian Mulyadi Hendiawan, pada Launching Toko Tani Indonesia Center (TTIC) DI Yogjakarta, Kamis (3/4) mengatakan kegiatan ini dilakukan secara nasional, dimana Kementerian Pertanian  tahun 2018 mengembangkan TTIC di 20 provinsi.


"Pengembangan TTIC merupakan salah satu bentuk intervensi pemerintah untuk mempengaruhi harga pangan dari spekulan pangan, sehingga tercipta harga pangan yang wajar," kata Mulyadi.


Dijelaskan Mulyadi, untuk mengendali harga pangan,  sejak tahun 2016 telah dilakukan Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) melalui Toko Tani Indonesia (TTI).  Melalui kegiatan ini, gapoktan (gabungan kelompoktani) diberdayakan agar dapat berproduksi dan pendistribusian pangan murah berkualitas bagi masyarakat melalui TTI.


Pada Tahun 2018, jumlah sasaran PUPM sebanyak 1.156  Gapoktan dan 3.000 TTI yang ditumbuhkan di 22 provinsi.


"Saat ini TTIC  sudah mulai dikenal masyarakat sebagai penyedia pangan murah berkualitas," kata Mulyadi.


Keberadaan TTIC diharapkan dapat menyediakan pangan berkualitas dengan harga terjangkau, sehingga dapat dijadikan sebagai acuan harga pangan dipasaran.


TTIC juga berfungsi meningkatkan efisiensi pasokan pangan dari produsen ke TTI di wilayah konsumen, serta sebagai  sarana bagi Gapoktan/supplier/produsen untuk memasarkan komoditas pangan. Selain itu juga  fasilitasi bagi produsen pangan dan pelaku distribusi untuk ikut berperan dalam stabilisasi harga dan pasokan serta peningkatan akses pangan masyarakat.  


Mulyadi berharap Launching TTIC, dapat menjadi momentum bersama, bagi stakeholder agar mempersiapkan langkah terpadu untum stabilisasi harga dan pasokan pangan,  khususnya bulan Ramadhan dan Idul FItri.


Dalam mempersiapan HBKN, TTIC harus  merencanakan pemenuhan ketersediaan pangan pokok sesuai prognosa kebutuhan dan mengatur pendistribusian pangan kepada masyarakat, baik melalui TTI maupun  langsung kepada masyarakat melalui Gelar Pangan Murah.


Wakil Gubernur DI Yogjakarta, KGPAA Paku Alam X dalam sambutannya  menyampaikan,  kegiatan TTIC diharapkan dapat berkontribusi dalam kelancaran distribusi pangan, pemasaran komoditas pangan berkualitas dengan harga terjangkau di masyarakat.


"Pengembangan TTI dan TTIC sebagai penanda peran serta dan dukungan masyarakat dalam peningkatan ketahanan pangan," ujarnya.


Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan DI Yogjakarta, Arofa Noor Fitriyani menyatakan kondisi ketahanan pangan di DI.Yogjakarta  dalam kondisi aman.  


"Ketersediaan pangan mencapai angka 3.727 kkal/kap/hr kalori dan protein 101,47 gr/kap/hr, sudah melebihi angka standar ketersediaan pangan di tahun 2017 sebesar 2.400 kkal/kap/hr untuk kalori dan 63 gr/kap/hr untuk protein," ujar Arofa.


Lebih lanjut dikatakan, untuk meningkatkan ketahanan pangan  masyarakat, telah diberikan fasilitasi Penguatan Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat sebanyak 57 gapoktan, Penumbuhan 97 TTI dan pengadaan cadangan pangan sebanyak 193,675 ton.

Berita Terkait

  • Khawatir Harga Gabah Anjlok, Petani Minta Bulog Lakukan Pembelian Sekarang

    Beberapa daerah sentra produksi beras saat ini sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil usahataninya. Namun beberapa petani  mengeluh karena harga jatuh dan Bulog belum bergerak melakukan pembelian.

    Sejumlah petani di daerah sentra produksi yang dihubungi mengeluhkan dan mengharapkan Bulog segera turun tangan melalukan pembelian gabah mereka.

    Lalu Saleh,  petani dari Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat mengeluhkan,  sudah seminggu ini harga gabah menyentuh angka Rp. 4.000/kg gabah kering panen (gkp).

    "Sudah seminggu ini harga gabah mencapai 4.000 dan cenderung turun teru...

  • BKP Kementan Tugaskan CPNS Kawal Program PKU dan PIPL

    Setiap tahun Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengidentifikasi lokasi-lokasi yang masih terdapat kerentanan pangan di Indonesia dengan basis Kabupaten.

    Setelah berhasil meningkatkan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Kawasan Mandiri Pangan, mulai tahun 2019 BKP melakukan intervensi melalui Pengembangan  Koorporasi Usahatani (PKU) dan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL).

    Tujuan kegiatan PKU adalah meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompoktani dan kesejahteraan petani.

    Sedangkan PIPL bertujuan untuk meningka...

  • Program Kampung Hijau Sejahtera Sebagai Pengembangan KRPL Kementan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

    Pandeglang (BKP) - Jawa Barat.  Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja tahun ini meluncurkan sebuah kegiatan bertajuk Kampung Hijau Sejahtera (Kampung Hijrah) pertama kalinya di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, prorinsi Banten Senin (11/3).

    Kegiatan Kampung Hijrah  bertujuan untuk memanfaatkan dan  menghijaukan pekarangan guna meningkatkan ekonomi produktif keluarga serta pelestarian tanaman lokal.

    Kegiatan ini digagas dan dipelopori oleh OASE KK bidang Lingkungan Hijau (bidang V) yang diketuai oleh Rugaiya Usman Wiranto (Kementerian Koordinator Bidang P...