Kementan Kembangkan TTIC Agar Tercipta Harga Pangan Yang Wajar

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 04 May, 2018

Views: 290

Sekretaris Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian Mulyadi Hendiawan, pada Launching Toko Tani Indonesia Center (TTIC) DI Yogjakarta, Kamis (3/4) mengatakan kegiatan ini dilakukan secara nasional, dimana Kementerian Pertanian  tahun 2018 mengembangkan TTIC di 20 provinsi.


"Pengembangan TTIC merupakan salah satu bentuk intervensi pemerintah untuk mempengaruhi harga pangan dari spekulan pangan, sehingga tercipta harga pangan yang wajar," kata Mulyadi.


Dijelaskan Mulyadi, untuk mengendali harga pangan,  sejak tahun 2016 telah dilakukan Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) melalui Toko Tani Indonesia (TTI).  Melalui kegiatan ini, gapoktan (gabungan kelompoktani) diberdayakan agar dapat berproduksi dan pendistribusian pangan murah berkualitas bagi masyarakat melalui TTI.


Pada Tahun 2018, jumlah sasaran PUPM sebanyak 1.156  Gapoktan dan 3.000 TTI yang ditumbuhkan di 22 provinsi.


"Saat ini TTIC  sudah mulai dikenal masyarakat sebagai penyedia pangan murah berkualitas," kata Mulyadi.


Keberadaan TTIC diharapkan dapat menyediakan pangan berkualitas dengan harga terjangkau, sehingga dapat dijadikan sebagai acuan harga pangan dipasaran.


TTIC juga berfungsi meningkatkan efisiensi pasokan pangan dari produsen ke TTI di wilayah konsumen, serta sebagai  sarana bagi Gapoktan/supplier/produsen untuk memasarkan komoditas pangan. Selain itu juga  fasilitasi bagi produsen pangan dan pelaku distribusi untuk ikut berperan dalam stabilisasi harga dan pasokan serta peningkatan akses pangan masyarakat.  


Mulyadi berharap Launching TTIC, dapat menjadi momentum bersama, bagi stakeholder agar mempersiapkan langkah terpadu untum stabilisasi harga dan pasokan pangan,  khususnya bulan Ramadhan dan Idul FItri.


Dalam mempersiapan HBKN, TTIC harus  merencanakan pemenuhan ketersediaan pangan pokok sesuai prognosa kebutuhan dan mengatur pendistribusian pangan kepada masyarakat, baik melalui TTI maupun  langsung kepada masyarakat melalui Gelar Pangan Murah.


Wakil Gubernur DI Yogjakarta, KGPAA Paku Alam X dalam sambutannya  menyampaikan,  kegiatan TTIC diharapkan dapat berkontribusi dalam kelancaran distribusi pangan, pemasaran komoditas pangan berkualitas dengan harga terjangkau di masyarakat.


"Pengembangan TTI dan TTIC sebagai penanda peran serta dan dukungan masyarakat dalam peningkatan ketahanan pangan," ujarnya.


Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan DI Yogjakarta, Arofa Noor Fitriyani menyatakan kondisi ketahanan pangan di DI.Yogjakarta  dalam kondisi aman.  


"Ketersediaan pangan mencapai angka 3.727 kkal/kap/hr kalori dan protein 101,47 gr/kap/hr, sudah melebihi angka standar ketersediaan pangan di tahun 2017 sebesar 2.400 kkal/kap/hr untuk kalori dan 63 gr/kap/hr untuk protein," ujar Arofa.


Lebih lanjut dikatakan, untuk meningkatkan ketahanan pangan  masyarakat, telah diberikan fasilitasi Penguatan Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat sebanyak 57 gapoktan, Penumbuhan 97 TTI dan pengadaan cadangan pangan sebanyak 193,675 ton.

Berita Terkait

  • Kementan Gandeng Pemprov Sumut Gelar OP Bawang Putih

    Medan - Untuk meredam melonjaknya harga bawang putih di Sumatera Utara (Sumut) yang sempat menyentuh harga Rp.90.000/kg, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengadakan Operasi Pasar.

    Sebanyak 5 container  masing-masing 29 ton bawang putih impor yang tiba  di Belawan Rabu, (13/4) langsung disebar di berbagai pasar di kota Medan.

    "Operasi pasar ini kami lakukan untuk menstabilkan harga bawang putih di tingkat konsumen yang mengalami tren kenaikan beberapa waktu terakhir," ujar  Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan Riwantoro saat mel...

  • Kementan Pastikan Pasokan Pangan Pokok Aman Selama Ramadhan dan Iedul Fitri

    Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan pangan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) terutama bulan Ramadhan dan Iedul Fitri 1440 H mencukupi. Kepastian tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9).

    "Kita sudah cek, kondisi ketersediaan pangan pokok kita aman, baik untuk bulan puasa dan hari raya Iedul Fitri," terang Agung, dalam acara bertajuk 'Pengendalian Harga Pangan' tersebut di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...

  • Harga Cabai Jatuh, Kementan Gerak Cepat Bantu Petani Tuban

    Memasuki panen raya, harga berbagai jenis cabai di Kabupaten Tuban Jawa Timur, khususnya di Kecamatan Grabagan jatuh. Laporan petugas pencatat harga,  Sabtu (11/5), harga cabai rawit merah (CRM) sekitar 4.500/kg dan cabai merah keriting (CMK) Rp 5.500/kg, dari harga seminggu sebelumnya yang berkisar Rp 10.000/kg.

    Merespon kondisi tersebut, Kementerian Pertanian bergerak cepat turun lapangan membeli cabai  petani dengan harga yang lebih mahal, yakni Rp. 8.000/kg untuk mencegah kerugian petani sekaligus  memberi semangat agar petani tetap menanam pada musim berikutnya.

    "Kami bersama-sama turun k...