Kementan Dukung Pembangunan Pertanian di Pondok Pesantren

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 31 Oct, 2017

Views: 253

Kementerian Pertanian akan menjalin kemitraan dengan pondok pesantren. Hal ini diungkapkan Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi pada saat menerima audiensi 8 pimpinan perwakilan Pondok Pesantren di kantor BKP, pada Selasa,(31-10).

“Kita akan memformulasikan dan mensinergikan apa saja yang diperlukan pondok pesantren dalam upaya membangun pertanian di masing-masing pondok pesantren,” kata Agung Hendriadi,

Untuk memudahkan mengindentifikasi kebutuhan pondok pesantren, Agung meminta wakil-wakil pimpinan pondok pesantren membuat proposal, sehingga bisa diformulasikan apa yang diinginkan dan disinergikan pelaksanaannya dengan program-program yang ada di Kementerian Pertanian.

Adapun pondok pesantren yang hadir adalah : Alfallah Bandung, Buntet Cirebon, Suryalaya Tasikmalaya, Darud Tauhid Bandung, Saungbalong Majalengka, Al Ittifaq Ciweday Bandung, Idrisiyah, Al Ashriyah Nurul Bandung.

“yang penting calon penerima dan calon lokasi (CPCL) program yang diusulkan harus jelas, sehingga bisa dilihat perkembangan dan kemajuan usaha pertanian yang dikembangkan pondok pesantren,” jelas Agung.

Menurut Agung, pihaknya akan memberikan fasilitasi baik berupa fisik maupun non fisik. Berupa fisik misalnya, bantuan alat mesin pertanian, bantuan bibit tanaman dan lainnya, sedangkan non fisik berupa penyuluhan, pelatihan dan riset dilapangan oleh peneliti Kementan.

“Khusus dari BKP, akan kita kembangkan diversifikasi pangan dengan menempatkan KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari) dipondok pesantren. Pondok pesantren bisa sebagai tempat Kebun Bibit sehingga mampu memenuhi aneka kebutuhan bibit tanaman seperti buah-buahan dan sayuran secara mandiri,” jelas Agung.

“Intinya, Kementerian Pertanian akan menjalin kemitraan dengan pondok pesantren sesuai kebutuhan, dan disinergikan dengan program yang ada di Kementan,” tegas Agung.

Menurut Agung, Badan Ketahanan Pangan akan menempatkan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) di Pondok Pesantren.

Dalam audiensi yang juga dihadiri Kepala Departemen Emonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, M. Anwar Bashori, mengatakan bahwa, Bank Indonesia (BI) sangat mendukung pembangunan pertanian yang dilakukan pondok pesantren.

“Kami memiliki program Corporate Social Responsibility (CSR). Program ini nantinya akan kami arahkan untuk mendukung pengembangan pertanian di pondok pesantren melalui Kemitraan,” kata Anwar.

“Agar kami mengetahui keinginan pondok pesantren, kami akan mempelajari proposal yang diajukan, sehingga apa yang dibutuhkan pondok pesantren bisa dipenuhi,” jelas Anwar.

Dalam audiensi, masing-masing pimpinan pondok pesantren, telah menjelaskan berbagai permasalahan dan kebutuhan dalam pengembangan pembangunan pertanian di pondok pesantren.

Audiensi para pimpinan pondok pesantren ke Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian yang juga dihadiri pihak Bank Indonesia ini, merupakan tindaklanjut rapat koordinasi pusat dan daerah yang dilaksanakan di Bandung, Jawa Barat (27/9), dalam acara Temu Stakeholder bertajuk “Pesantren sebagai Penggerak Pemberdayaan Ekonomi yang lebih Inklusif”.

Dalam acara yang dihadiri sejumlah Menteri Kabinet Kerja, Pejabat BI dan Pimpinan Pondok Pesantren itu, Menteri Pertanian, Amran Sulaiman mengatakan bahwa pihaknya sangat mendukung pembangunan pertanian di pondok pesantren.

Untuk itu, Kementerian Pertanian akan menginventarisir sumberdaya yang dimiliki pesantren (seperti lahan) pondok pesantren dan kebutuhannya.

Berita Terkait

  • Khawatir Harga Gabah Anjlok, Petani Minta Bulog Lakukan Pembelian Sekarang

    Beberapa daerah sentra produksi beras saat ini sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil usahataninya. Namun beberapa petani  mengeluh karena harga jatuh dan Bulog belum bergerak melakukan pembelian.

    Sejumlah petani di daerah sentra produksi yang dihubungi mengeluhkan dan mengharapkan Bulog segera turun tangan melalukan pembelian gabah mereka.

    Lalu Saleh,  petani dari Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat mengeluhkan,  sudah seminggu ini harga gabah menyentuh angka Rp. 4.000/kg gabah kering panen (gkp).

    "Sudah seminggu ini harga gabah mencapai 4.000 dan cenderung turun teru...

  • BKP Kementan Tugaskan CPNS Kawal Program PKU dan PIPL

    Setiap tahun Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengidentifikasi lokasi-lokasi yang masih terdapat kerentanan pangan di Indonesia dengan basis Kabupaten.

    Setelah berhasil meningkatkan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Kawasan Mandiri Pangan, mulai tahun 2019 BKP melakukan intervensi melalui Pengembangan  Koorporasi Usahatani (PKU) dan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL).

    Tujuan kegiatan PKU adalah meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompoktani dan kesejahteraan petani.

    Sedangkan PIPL bertujuan untuk meningka...

  • Program Kampung Hijau Sejahtera Sebagai Pengembangan KRPL Kementan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

    Pandeglang (BKP) - Jawa Barat.  Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja tahun ini meluncurkan sebuah kegiatan bertajuk Kampung Hijau Sejahtera (Kampung Hijrah) pertama kalinya di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, prorinsi Banten Senin (11/3).

    Kegiatan Kampung Hijrah  bertujuan untuk memanfaatkan dan  menghijaukan pekarangan guna meningkatkan ekonomi produktif keluarga serta pelestarian tanaman lokal.

    Kegiatan ini digagas dan dipelopori oleh OASE KK bidang Lingkungan Hijau (bidang V) yang diketuai oleh Rugaiya Usman Wiranto (Kementerian Koordinator Bidang P...