Kementan Dukung Pembangunan Pertanian di Pondok Pesantren

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 31 Oct, 2017

Views: 301

Kementerian Pertanian akan menjalin kemitraan dengan pondok pesantren. Hal ini diungkapkan Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi pada saat menerima audiensi 8 pimpinan perwakilan Pondok Pesantren di kantor BKP, pada Selasa,(31-10).

“Kita akan memformulasikan dan mensinergikan apa saja yang diperlukan pondok pesantren dalam upaya membangun pertanian di masing-masing pondok pesantren,” kata Agung Hendriadi,

Untuk memudahkan mengindentifikasi kebutuhan pondok pesantren, Agung meminta wakil-wakil pimpinan pondok pesantren membuat proposal, sehingga bisa diformulasikan apa yang diinginkan dan disinergikan pelaksanaannya dengan program-program yang ada di Kementerian Pertanian.

Adapun pondok pesantren yang hadir adalah : Alfallah Bandung, Buntet Cirebon, Suryalaya Tasikmalaya, Darud Tauhid Bandung, Saungbalong Majalengka, Al Ittifaq Ciweday Bandung, Idrisiyah, Al Ashriyah Nurul Bandung.

“yang penting calon penerima dan calon lokasi (CPCL) program yang diusulkan harus jelas, sehingga bisa dilihat perkembangan dan kemajuan usaha pertanian yang dikembangkan pondok pesantren,” jelas Agung.

Menurut Agung, pihaknya akan memberikan fasilitasi baik berupa fisik maupun non fisik. Berupa fisik misalnya, bantuan alat mesin pertanian, bantuan bibit tanaman dan lainnya, sedangkan non fisik berupa penyuluhan, pelatihan dan riset dilapangan oleh peneliti Kementan.

“Khusus dari BKP, akan kita kembangkan diversifikasi pangan dengan menempatkan KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari) dipondok pesantren. Pondok pesantren bisa sebagai tempat Kebun Bibit sehingga mampu memenuhi aneka kebutuhan bibit tanaman seperti buah-buahan dan sayuran secara mandiri,” jelas Agung.

“Intinya, Kementerian Pertanian akan menjalin kemitraan dengan pondok pesantren sesuai kebutuhan, dan disinergikan dengan program yang ada di Kementan,” tegas Agung.

Menurut Agung, Badan Ketahanan Pangan akan menempatkan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) di Pondok Pesantren.

Dalam audiensi yang juga dihadiri Kepala Departemen Emonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, M. Anwar Bashori, mengatakan bahwa, Bank Indonesia (BI) sangat mendukung pembangunan pertanian yang dilakukan pondok pesantren.

“Kami memiliki program Corporate Social Responsibility (CSR). Program ini nantinya akan kami arahkan untuk mendukung pengembangan pertanian di pondok pesantren melalui Kemitraan,” kata Anwar.

“Agar kami mengetahui keinginan pondok pesantren, kami akan mempelajari proposal yang diajukan, sehingga apa yang dibutuhkan pondok pesantren bisa dipenuhi,” jelas Anwar.

Dalam audiensi, masing-masing pimpinan pondok pesantren, telah menjelaskan berbagai permasalahan dan kebutuhan dalam pengembangan pembangunan pertanian di pondok pesantren.

Audiensi para pimpinan pondok pesantren ke Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian yang juga dihadiri pihak Bank Indonesia ini, merupakan tindaklanjut rapat koordinasi pusat dan daerah yang dilaksanakan di Bandung, Jawa Barat (27/9), dalam acara Temu Stakeholder bertajuk “Pesantren sebagai Penggerak Pemberdayaan Ekonomi yang lebih Inklusif”.

Dalam acara yang dihadiri sejumlah Menteri Kabinet Kerja, Pejabat BI dan Pimpinan Pondok Pesantren itu, Menteri Pertanian, Amran Sulaiman mengatakan bahwa pihaknya sangat mendukung pembangunan pertanian di pondok pesantren.

Untuk itu, Kementerian Pertanian akan menginventarisir sumberdaya yang dimiliki pesantren (seperti lahan) pondok pesantren dan kebutuhannya.

Berita Terkait

  • Kementan Gandeng Pemprov Sumut Gelar OP Bawang Putih

    Medan - Untuk meredam melonjaknya harga bawang putih di Sumatera Utara (Sumut) yang sempat menyentuh harga Rp.90.000/kg, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengadakan Operasi Pasar.

    Sebanyak 5 container  masing-masing 29 ton bawang putih impor yang tiba  di Belawan Rabu, (13/4) langsung disebar di berbagai pasar di kota Medan.

    "Operasi pasar ini kami lakukan untuk menstabilkan harga bawang putih di tingkat konsumen yang mengalami tren kenaikan beberapa waktu terakhir," ujar  Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan Riwantoro saat mel...

  • Kementan Pastikan Pasokan Pangan Pokok Aman Selama Ramadhan dan Iedul Fitri

    Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan pangan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) terutama bulan Ramadhan dan Iedul Fitri 1440 H mencukupi. Kepastian tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9).

    "Kita sudah cek, kondisi ketersediaan pangan pokok kita aman, baik untuk bulan puasa dan hari raya Iedul Fitri," terang Agung, dalam acara bertajuk 'Pengendalian Harga Pangan' tersebut di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...

  • Harga Cabai Jatuh, Kementan Gerak Cepat Bantu Petani Tuban

    Memasuki panen raya, harga berbagai jenis cabai di Kabupaten Tuban Jawa Timur, khususnya di Kecamatan Grabagan jatuh. Laporan petugas pencatat harga,  Sabtu (11/5), harga cabai rawit merah (CRM) sekitar 4.500/kg dan cabai merah keriting (CMK) Rp 5.500/kg, dari harga seminggu sebelumnya yang berkisar Rp 10.000/kg.

    Merespon kondisi tersebut, Kementerian Pertanian bergerak cepat turun lapangan membeli cabai  petani dengan harga yang lebih mahal, yakni Rp. 8.000/kg untuk mencegah kerugian petani sekaligus  memberi semangat agar petani tetap menanam pada musim berikutnya.

    "Kami bersama-sama turun k...