Kementan Dorong Perpadi Mengisi CBP di Bulog

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 27 Jul, 2018

Views: 666


"Pemantapan Peran Perpadi Dalam Perberasan Nasional" inilah yang diangkat dalam Rapat Pimpinan Nasional Perpadi di Yogyakarta, selama, Kamis-Jum'at (26-27/7).


Selain seluruh pimpinan Perpadi Propinsi dan Kab/Kota, acara ini juga dihadiri perwakilan pemerintah seperti Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Sosial, Perum Bulog dan Pemda DIY.


Dalam kesempatan tersebut Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi, mengatakan tentang pentingnya Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog.


"Amanah Rakortas Kemenko Perekonomian bahwa Perum Bulog harus menyerap gabah/beras petani 2,2 juta ton sampai akhir Agustus 2018.  Sampai 26 Juli baru mencapai sekitar 1,2 juta ton," ujar Agung


Untuk itu, Agung yang juga Ketua I Sergap Kementan,  menghimbau perlunya dukungan dan sumbangsih seluruh anggota Perpadi untuk mengisi CBP dengan menjual sebagian beras yang dikelola.


"Kebutuhan CBP 2,2 juta ton hanya sekitar 5% dari produksi beras nasional yang mencapai sekitar 45 juta ton," tambah Agung.


Pada bagian lain Agung juga menjelaskan pengawasan pangan segar asal tumbuhan (PSAT), termasuk dalam hal ini beras yang merupakan komoditas strategis nasional.


"Hal ini perlu saya sampaikan, mengingat pangan harus aman, sehat dan sesuai kualitas/mutu sebagaimana diamanatkan dalam UU 18/2012 tentang Pangan maupun PP 28/2004 tentang Keamanan Mutu dan Gizi Pangan," tutur Agung.


Bahkan pada tahun 2018 sebagai bentuk komitmen Pemerintah membantu petani dan pelaku usaha telah merevisi anggaran untuk pengadaan mesin pengering (dryer) sebanyak 1.000 unit yang akan disalurkan kepada poktan/gapoktan pemilik penggilingan yang sebagian juga merupakan anggota Perpadi.


Ketua Umum Perpadi yang juga Mantan Dirut Bulog dan mantan Dirjen Tanaman Pangan Kementan, Sutarto Alimoeso menekankan perlunya membangun Ketahanan Pangan untuk menuju kedaulatan pangan harus bersinergi antara Pemerintah, pelaku usaha dalam hal ini termasuk Perpadi, serta seluruh lapisan masyarakat.


Dalam upaya meningkatkan produksi beras nasional, Kementan sejak 4 tahun terakhir telah banyak memberikan bantuan kepada petani, seperti pupuk, benih, alsintan, perbaikan irigasi, dan lainnya.


Rapimnas Perpadi  dilaksanakan 3 bulan sekali,  selalu melibatkan Pemerintah dengan harapan dapat saling memberi informasi terkait program dan kegiatan Pemerintah yang melibatkan peran serta Perpadi.

Berita Terkait

  • Kementan Gandeng Pemprov Sumut Gelar OP Bawang Putih

    Medan - Untuk meredam melonjaknya harga bawang putih di Sumatera Utara (Sumut) yang sempat menyentuh harga Rp.90.000/kg, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengadakan Operasi Pasar.

    Sebanyak 5 container  masing-masing 29 ton bawang putih impor yang tiba  di Belawan Rabu, (13/4) langsung disebar di berbagai pasar di kota Medan.

    "Operasi pasar ini kami lakukan untuk menstabilkan harga bawang putih di tingkat konsumen yang mengalami tren kenaikan beberapa waktu terakhir," ujar  Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan Riwantoro saat mel...

  • Kementan Pastikan Pasokan Pangan Pokok Aman Selama Ramadhan dan Iedul Fitri

    Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan pangan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) terutama bulan Ramadhan dan Iedul Fitri 1440 H mencukupi. Kepastian tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9).

    "Kita sudah cek, kondisi ketersediaan pangan pokok kita aman, baik untuk bulan puasa dan hari raya Iedul Fitri," terang Agung, dalam acara bertajuk 'Pengendalian Harga Pangan' tersebut di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...

  • Harga Cabai Jatuh, Kementan Gerak Cepat Bantu Petani Tuban

    Memasuki panen raya, harga berbagai jenis cabai di Kabupaten Tuban Jawa Timur, khususnya di Kecamatan Grabagan jatuh. Laporan petugas pencatat harga,  Sabtu (11/5), harga cabai rawit merah (CRM) sekitar 4.500/kg dan cabai merah keriting (CMK) Rp 5.500/kg, dari harga seminggu sebelumnya yang berkisar Rp 10.000/kg.

    Merespon kondisi tersebut, Kementerian Pertanian bergerak cepat turun lapangan membeli cabai  petani dengan harga yang lebih mahal, yakni Rp. 8.000/kg untuk mencegah kerugian petani sekaligus  memberi semangat agar petani tetap menanam pada musim berikutnya.

    "Kami bersama-sama turun k...