Kementan Dorong Percepatan Sergap Di Sub Divre Bojonegoro Jawa Timur

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 14 Jun, 2018

Views: 298


Meskipun sudah masuk libur bersama menjelang perayaan Idul Fitri, Pemerintah dan stakeholder terkait tetap berkomitmen untuk tetap melaksanakan kegiatan serapan gabah (Sergap) beras petani. Para mitra dan petani pun menyepakati dan akan terus berkontribusi dalam memasok gabah/beras ke gudang-gudang Bulog.


Untuk itu,  Kementerian Pertanian terus mendorong percepatan sergap diberbagai tempat, seperti yang dilakukan di Subdivre Bojonegoro Jawa Timur.


Diawali dengan kooordinasi Tim Sergap dengan stakeholder untuk menggali informasi dan mencari upaya pemecahan terkait permasalahan capaian serapan gabah/beras yang  masih rendah karena baru mencapai sekitar 35 persen dari target tahun 2018 sebesar 76,3 ribu ton setara beras.


Koordinasi Tim Sergap  dihadiri Kementerian Pertanian yang diwakili Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Benny Rachman, Perum Bulog Subdivre Bojonegoro diwakili Kepala Bidang Pengadaan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur diwakili Kepala Bidang Tanaman Pangan, Kepala Balai Pengkajian dan Pengolahan Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur, Kepala Dinas Pertanian Bojonegoro, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Bojonegoro, Ketua Perpadi Bojonegoro, serta Komandan Kodim 0813 Bojonegoro.


Koordinasi menyepakati untuk bersama-sama sinergi meningkatkan serapan gabah/beras oleh Perum Bulog, antara lain melalui terjun langsung ke petani atau mitra-mitra penggilingan mengingat saat ini di wilayah Kabupaten Bojonegoro masih banyak panen padi.


"Melalui sinergi dan koordinasi yang kami lakukan, insya Allah serapan gabah oleh Bulog akan meningkat. Hal ini sangat penting untuk mengisi cadangan beras pemerintah," ujar Benny.



Dari hasil sergap di wilayah Subdivre Bojonegoro yang membawahi Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Tuban pada hari Rabu 13 Juni 2018, berhasil dilaksanakan di 7 mitra Bulog, terdiri dari 5 mitra di Kabupaten Bojonegoro dan 2 mitra di Kabupaten Lamongan. Total kontrak yang disepakati sebanyak 810 ton beras, terdiri dari 410 ton beras di Kabupaten Bojonegoro dan 400 ton di Kabupaten Lamongan.


Ketujuh mitra yang menyepakati kontrak tersebut adalah UD SEKAR PADI Kecamatah Kapas Kabupaten Bojonegoro sebanyak 60 ton, UD BAROKAH ALAM Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro sebanyak 50 ton, UD BAROKAH DWI Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro sebanyak 150 ton, UD MARGO RUKUN Kecamatan Kedung Adem Kabupaten Bojonegoro sebanyak 100 ton, UD DIANA LESTARI Kecamatan Sumber Adem Kabupaten Bojonegoro sebanyak 50 ton, UD BAROKAH Kecamatan Kembang Bau Kabupaten Lamongan sebanyak 300 ton, dan UD TIGA SAUDARA Kecamatan Kembang Bau Kabupaten Lamongan sebanyak 100 ton.


Percepatan serapan gabah/beras perlu dan harus dilakukan dalam upaya penguatan Cadangan Beras Pemerintah, tidak hanya untuk Pemerintah Provinsi Jawa Timur atau Kabupaten Bojonegoro, tetapi Nasional. Hal ini mengingat Subdivre Bojonegoro merupakan wilayah strategis, wilayah sentra produksi utama Jawa Timur yang tentunya menjadi barometer Nasional.

Berita Terkait

  • Kementan Gandeng Pemprov Sumut Gelar OP Bawang Putih

    Medan - Untuk meredam melonjaknya harga bawang putih di Sumatera Utara (Sumut) yang sempat menyentuh harga Rp.90.000/kg, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengadakan Operasi Pasar.

    Sebanyak 5 container  masing-masing 29 ton bawang putih impor yang tiba  di Belawan Rabu, (13/4) langsung disebar di berbagai pasar di kota Medan.

    "Operasi pasar ini kami lakukan untuk menstabilkan harga bawang putih di tingkat konsumen yang mengalami tren kenaikan beberapa waktu terakhir," ujar  Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan Riwantoro saat mel...

  • Kementan Pastikan Pasokan Pangan Pokok Aman Selama Ramadhan dan Iedul Fitri

    Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan pangan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) terutama bulan Ramadhan dan Iedul Fitri 1440 H mencukupi. Kepastian tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9).

    "Kita sudah cek, kondisi ketersediaan pangan pokok kita aman, baik untuk bulan puasa dan hari raya Iedul Fitri," terang Agung, dalam acara bertajuk 'Pengendalian Harga Pangan' tersebut di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...

  • Harga Cabai Jatuh, Kementan Gerak Cepat Bantu Petani Tuban

    Memasuki panen raya, harga berbagai jenis cabai di Kabupaten Tuban Jawa Timur, khususnya di Kecamatan Grabagan jatuh. Laporan petugas pencatat harga,  Sabtu (11/5), harga cabai rawit merah (CRM) sekitar 4.500/kg dan cabai merah keriting (CMK) Rp 5.500/kg, dari harga seminggu sebelumnya yang berkisar Rp 10.000/kg.

    Merespon kondisi tersebut, Kementerian Pertanian bergerak cepat turun lapangan membeli cabai  petani dengan harga yang lebih mahal, yakni Rp. 8.000/kg untuk mencegah kerugian petani sekaligus  memberi semangat agar petani tetap menanam pada musim berikutnya.

    "Kami bersama-sama turun k...