Kementan Berencana Menggandeng Go-Jek Dalam Mendukung TTI

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 20 Apr, 2017

Views: 160

Karawang, Jawa Barat, Kementerian Pertanian berencana akan menggandeng perusahaan jasa transportasi berbasis aplikasi “Go-Jek Indonesia” untuk mendistribusikan bahan pangan pokok dari Toko Tani Indonesia (TTI) ke wilayah Jabodetabek. Detail bentuk kerja sama TTI dan Go-jek belum final. Namun, menurut manager humas Go-jek Indonesia, TTI direncanakan hadir di Go-mart, salah satu fitur layanan belanja melalui aplikasi Go-jek. Pembeli bisa memilih dan membeli bahan pangan pokok yang dijual gerai-gerai TTI . Selain mudah, cara ini dianggap menguntungkan pembeli karena harga pangan pokok lebih murah. "Beras, bawang siap, tolong diorder dan diantar melalui Go-Jek. Harga bawang di grosir hanya Rp15 ribu, di pasar Rp30 ribu. Kalau diantar Go-Jek, ya mungkin Rp16 ribu harganya naik seribu aja ya. Ini kerja Pak Mendag kami selesaikan," kata Menteri Pertanian Amran Sulaiman pada Apel Siaga TTI di Karawang, Jawa Barat, Selasa tanggal 18 April 2017. Menteri Pertanian mengatakan pengemudi Go-Jek bisa mendistribusikan pangan pokok dari Bulog, grosir dan TTI langsung ke tingkat konsumen sehingga rantai pasok bisa terpotong hingga delapan kali dari biasanya. Namun di sisi lain, Menteri Pertanian menjelaskan pasar tradisional tidak perlu khawatir akan kerja sama ini. "Kami ini hanya sebagai regulator, jangan ada salah paham mau buat perusahaan baru. Enggak. Nanti grosirnya adalah Bulog," ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengapresiasi terobosan dari Menteri Pertanian karena mata rantai pasokan bisa dipotong sehingga disparitas harga komoditas di tingkat konsumen tidak terlalu tinggi.

"Saran Pak Mentan brilian karena memotong mata rantai yang berjenjang, tidak ada kekhawatiran memotong pedagang pasar tradisional karena juga bisa menggunakan jasa Go-Jek sehingga mereka lebih mudah dapat konsumen," kata Menteri Perdagangan (Enggartiasto Lukita).

Ada pun Toko Tani Indonesia (TTI) menjadi penyedia pangan murah bagi masyarakat, khususnya menjelang bulan puasa dan Hari Raya Idul Fitri.

Keberadaan TTI sangat strategis dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat karena harga bahan pangan yang dijual jauh lebih murah dibanding harga pasar, misalnya beras hanya Rp7.900/kg dan berlaku di seluruh TTI, jauh dari harga pasar sekitar Rp8.500/kg sampai Rp9.500/kg. Begitu juga komoditas lain yang dijual di TTI seperti bawang merah, cabai, daging sapi, daging ayam, telur ayam, minyak goreng, terigu dan lainnya yang dinilai membantu masyarakat, khususnya ibu rumah tangga untuk menghemat pengeluaran selama puasa dan lebaran. Menurut Menteri Pertanian, masyarakat bisa memesan cabai, bawang, beras, hingga daging sapi beku yang dijual di Toko Tani Indonesia (TTI) milik Kementan dan Rumah Pangan Kita (RPK) milik Perum Bulog melalui Go-Mart milik Go-Jek. Terutama di saat menjelang bulan Ramadhan dan Lebaran nanti. Amran menyebut, TTI yang dikembangkan tahun 2016 lalu, itu merupakan salah satu upaya pihaknya untuk memangkas rantai distribus bahan pangan. Bahan pangan yang dijual oleh TTI didapat langsung dari para petani. Kini, tak kurang dari 1.320 unit TTI tersebar di 32 provinsi. Pada tahun ini, jumlahnya bertambah 1.000 lagi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Berita Terkait

  • Khawatir Harga Gabah Anjlok, Petani Minta Bulog Lakukan Pembelian Sekarang

    Beberapa daerah sentra produksi beras saat ini sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil usahataninya. Namun beberapa petani  mengeluh karena harga jatuh dan Bulog belum bergerak melakukan pembelian.

    Sejumlah petani di daerah sentra produksi yang dihubungi mengeluhkan dan mengharapkan Bulog segera turun tangan melalukan pembelian gabah mereka.

    Lalu Saleh,  petani dari Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat mengeluhkan,  sudah seminggu ini harga gabah menyentuh angka Rp. 4.000/kg gabah kering panen (gkp).

    "Sudah seminggu ini harga gabah mencapai 4.000 dan cenderung turun teru...

  • BKP Kementan Tugaskan CPNS Kawal Program PKU dan PIPL

    Setiap tahun Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengidentifikasi lokasi-lokasi yang masih terdapat kerentanan pangan di Indonesia dengan basis Kabupaten.

    Setelah berhasil meningkatkan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Kawasan Mandiri Pangan, mulai tahun 2019 BKP melakukan intervensi melalui Pengembangan  Koorporasi Usahatani (PKU) dan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL).

    Tujuan kegiatan PKU adalah meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompoktani dan kesejahteraan petani.

    Sedangkan PIPL bertujuan untuk meningka...

  • Program Kampung Hijau Sejahtera Sebagai Pengembangan KRPL Kementan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

    Pandeglang (BKP) - Jawa Barat.  Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja tahun ini meluncurkan sebuah kegiatan bertajuk Kampung Hijau Sejahtera (Kampung Hijrah) pertama kalinya di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, prorinsi Banten Senin (11/3).

    Kegiatan Kampung Hijrah  bertujuan untuk memanfaatkan dan  menghijaukan pekarangan guna meningkatkan ekonomi produktif keluarga serta pelestarian tanaman lokal.

    Kegiatan ini digagas dan dipelopori oleh OASE KK bidang Lingkungan Hijau (bidang V) yang diketuai oleh Rugaiya Usman Wiranto (Kementerian Koordinator Bidang P...