Kementan akan Pasarkan Cabai dan Bawang Lewat Toko Tani Indonesia

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 23 Jan, 2017

Views: 131

Garut - Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) di tahun 2017 akan fokus mengembangkan program Toko Tani Indonesia (TTI) di wilayah Jabodetabek. Sebanyak 1.000 TTI baru akan tersebar di wilayah-wilayah tersebut.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan, Gardjita Budi, mengatakan berdasarkan hasil evaluasi program TTI di 2016, wilayah Jabodetabek masih menjadi barometer fluktuasi harga komoditi pangan di pasaran. Sehingga, tahun ini diputuskan TTI difokuskan di Jabodetabek.

"Evaluasi 2016 memang paling fluktuatif (harga) itu di Jabodetabek. Sudah menjadi barometer. Tetapi daerah lainnya di seluruh Indonesia tetap berjalan," kata Budi usai mengunjungi TTI di Kabupaten Garut, Selasa (10/1/2016).

"Persentasenya 60 persen berada di Jakarta, sisanya Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi," menambahkan.

Ia menuturkan komoditas pangan seperti cabai dan bawang juga akan mulai secara masif di pasarkan di TTI. Mengingat, sambung dia, sebelumnya hanya beras saja yang menjadi komoditi pokok pemasaran di TTI.

Budi mengatakan meski untuk TTI fokus di wilayah Jabodetabek, tetapi suplay komoditi pangan hasil panen petani untuk dijual kepada masyarakat bisa datang dari mana saja. Pihaknya tidak membatasi pemasok dari luar daerah.

Menurutnya prinsip program TTI membantu pemasaran gabungan kelompok tani (gapoktan) menjual hasil panennya dengan harga yang kompetitif. Selain itu, memberikan akses kepada masyarakat untuk mendapatkan harga yang layak.

"Intinya tidak merugikan gapoktan dan harga (pangan) murah untuk masyarakat," ungkap Budi.

Berita Terkait

  • Khawatir Harga Gabah Anjlok, Petani Minta Bulog Lakukan Pembelian Sekarang

    Beberapa daerah sentra produksi beras saat ini sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil usahataninya. Namun beberapa petani  mengeluh karena harga jatuh dan Bulog belum bergerak melakukan pembelian.

    Sejumlah petani di daerah sentra produksi yang dihubungi mengeluhkan dan mengharapkan Bulog segera turun tangan melalukan pembelian gabah mereka.

    Lalu Saleh,  petani dari Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat mengeluhkan,  sudah seminggu ini harga gabah menyentuh angka Rp. 4.000/kg gabah kering panen (gkp).

    "Sudah seminggu ini harga gabah mencapai 4.000 dan cenderung turun teru...

  • BKP Kementan Tugaskan CPNS Kawal Program PKU dan PIPL

    Setiap tahun Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengidentifikasi lokasi-lokasi yang masih terdapat kerentanan pangan di Indonesia dengan basis Kabupaten.

    Setelah berhasil meningkatkan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Kawasan Mandiri Pangan, mulai tahun 2019 BKP melakukan intervensi melalui Pengembangan  Koorporasi Usahatani (PKU) dan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL).

    Tujuan kegiatan PKU adalah meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompoktani dan kesejahteraan petani.

    Sedangkan PIPL bertujuan untuk meningka...

  • Program Kampung Hijau Sejahtera Sebagai Pengembangan KRPL Kementan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

    Pandeglang (BKP) - Jawa Barat.  Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja tahun ini meluncurkan sebuah kegiatan bertajuk Kampung Hijau Sejahtera (Kampung Hijrah) pertama kalinya di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, prorinsi Banten Senin (11/3).

    Kegiatan Kampung Hijrah  bertujuan untuk memanfaatkan dan  menghijaukan pekarangan guna meningkatkan ekonomi produktif keluarga serta pelestarian tanaman lokal.

    Kegiatan ini digagas dan dipelopori oleh OASE KK bidang Lingkungan Hijau (bidang V) yang diketuai oleh Rugaiya Usman Wiranto (Kementerian Koordinator Bidang P...