Kembali pada Pangan dan Kerajinan Tradisional untuk Indonesia Berkemajuan

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 10 Jun, 2015

Views: 219

Jakarta (PKKP), Badan Ketahanan Pangan melalui Pusat PKKP kembali berpartisipasi dalam acara Muhammadiyah Expo 2015, di Pelataran Timur Monumen Nasional (Monas) Jakarta Pusat yang digelar oleh Majelis Bidang Ekonomi dan Kewirausahaan PP Muhammadiyah dalam rangka Muktamar Muhammadiyah. Expo ini digelar pada tanggal   28-31 Mei 2015. Muhammadiyah Expo 2015 diikuti oleh 210 stand yang terdiri dari stand Kementerian/Lembaga, UMKM, BUMN serta pemerintah daerah dengan menampilkan aneka ragam kuliner dan kerajinan tradisional Indonesia.

Muhammadiyah Expo 2015 dibuka secara resmi oleh istri Wakil Presiden Ibu Hj. Mufidah Jusuf Kalla yang juga selaku Ketua Umum Dekranas Pusat. Dalam acara tersebut hadir pula Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Anggota DPR dari fraksi PAN Luki Hakim, Ketua Umum PP Aisyiyah Noordjanah Djohantini serta Ketua Majelis Bidang Ekonomi dan Kewirausahaan PP Muhammadiyah Bambang Sudibyo.

Dalam sambutannya, disampaikan bahwa acara seperti ini dapat mengembangkan kreativitas warga Muhammadiyah khususnya, dan masyarakat pada umumnya, selain itu menjelang Masyarakat Ekonomi Asia, Muhammadiyah Expo akan menjadi sarana yang baik untuk dapat mengembangkan usaha ekonomi mikro di Indonesia. Menurutnya, Muhammadiyah sebagai organisasi Islam yang bertanggung jawab. Terhadap kemaslahatan umat. Dengan di gelarnya expo ini diharapkan dapat memberikan dampak positif kepada umat untuk  mengembangkan usahanya.

Dalam acara ini, Badan Ketahanan Pangan (BKP) melalui Pusat Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan (PKKP) berkesempatan untuk menjadi salah satu narasumber dalam acara Talkshow tentang Ketahanan Pangan bersama dengan LPPOM-MUI dan Kementerian Perikanan dan Kelautan dengan peserta dari pengunjung pameran yang umumnya mahasiswa dan pelajar. Dalam talkshow ini membahas tentang pangan yang beragam, bergizi, halal dan thoyyib.

Pada Muhammadiyah Expo 2015 ini, stand Badan Ketahanan Pangan bekerja sama dengan salah satu UMKM yang mengolah hasil pangan lokal yaitu UD. Andika. Selain itu, ditampilkan pula produk olahan pangan lokal seperti mie sayur dari tepung mocaf dari KWT Putri 21, kue “Gresini” dan eggroll ubi ungu dari Nanda Cakes

Berita Terkait

  • Kementan Gandeng Pemprov Sumut Gelar OP Bawang Putih

    Medan - Untuk meredam melonjaknya harga bawang putih di Sumatera Utara (Sumut) yang sempat menyentuh harga Rp.90.000/kg, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengadakan Operasi Pasar.

    Sebanyak 5 container  masing-masing 29 ton bawang putih impor yang tiba  di Belawan Rabu, (13/4) langsung disebar di berbagai pasar di kota Medan.

    "Operasi pasar ini kami lakukan untuk menstabilkan harga bawang putih di tingkat konsumen yang mengalami tren kenaikan beberapa waktu terakhir," ujar  Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan Riwantoro saat mel...

  • Kementan Pastikan Pasokan Pangan Pokok Aman Selama Ramadhan dan Iedul Fitri

    Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan pangan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) terutama bulan Ramadhan dan Iedul Fitri 1440 H mencukupi. Kepastian tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9).

    "Kita sudah cek, kondisi ketersediaan pangan pokok kita aman, baik untuk bulan puasa dan hari raya Iedul Fitri," terang Agung, dalam acara bertajuk 'Pengendalian Harga Pangan' tersebut di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...

  • Harga Cabai Jatuh, Kementan Gerak Cepat Bantu Petani Tuban

    Memasuki panen raya, harga berbagai jenis cabai di Kabupaten Tuban Jawa Timur, khususnya di Kecamatan Grabagan jatuh. Laporan petugas pencatat harga,  Sabtu (11/5), harga cabai rawit merah (CRM) sekitar 4.500/kg dan cabai merah keriting (CMK) Rp 5.500/kg, dari harga seminggu sebelumnya yang berkisar Rp 10.000/kg.

    Merespon kondisi tersebut, Kementerian Pertanian bergerak cepat turun lapangan membeli cabai  petani dengan harga yang lebih mahal, yakni Rp. 8.000/kg untuk mencegah kerugian petani sekaligus  memberi semangat agar petani tetap menanam pada musim berikutnya.

    "Kami bersama-sama turun k...