Kawasan Mandiri Pangan Kementan dapat Meningkatkan Pendapatan dan Entaskan Kemiskinan

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 22 Sep, 2018

Views: 1488


"Melalui pemberdayaan masyarakat dan pembangunan ekonomi di Kawasan Mandiri Pangan, saya yakin dapat  meningkatkan pendapatan yang pada akhirnya juga berkontribusi terhadap pengentasan kemiskinan," kata Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) Agung Hendriadi saat mengunjungi Kawasan Mandiri Pangan (KMP) di Kabupaten Gianyar, Bali, Jum’at (21/9).


Kawasan Mandiri Pangan merupakan kegiatan prioritas nasional BKP yang dilaksanakan pada daerah rentan rawan pangan melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat, penguatan kelembagaan dan dukungan lintas sektor untuk mendorong usaha produktif budidaya pertanian.


Kegiatan KMP diharapkan mampu meningkatkan pendapatan dan penyediaan pangan yang mendukung ketahanan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat, terutama masyarakat miskin di lokasi sasaran.


Tahun ini, Provinsi Bali mendapat alokasi kegiatan KMP di Desa Taro, Kecamatan Tegal Lalang, Kabupaten Gianyar.


"Saya pesankan agar bantuan pemerintah dikelola dengan baik, dan menjadi modal usaha sehingga bisa menggerakan ekonomi anggota dan memberi keuntungan. Kalau ini dijalankan dengan baik, KMP ini akan bisa berkelanjutan," pesan Agung menegaskan.


”Saya harapkan dari modal yang diberikan bisa bertambah setidaknya menjadi dua kali lipat di akhir tahun ini,” tambah  Agung.


Menurut Agung,  dengan adanya penambahan modal, usaha kelompok bisa diperbesar dan hamparan diperluas.


"Kalau usaha mulai maju,  keuntungan yang didapat sebagian dapat dinikmati, tetapi sebagian harus digunakan kembali untuk memperluas usaha kelompok," ujar Agung mengingatkan.


Kawasan Mandiri Pangan ini akan dikembangkan menjadi Sentra Usahatani Berkelanjutan (PSUB) dengan hamparan minimal 100 ha dengan melibatkan 10 kelompok tani yang tergabung dalam gapoktan. Adapun komoditi yang diusahakan meliputi tanaman pangan, hortikultura dan ternak.


Pengembangan Sentra Usahatani Berkelanjutan (PSUB) merupakan kegiatan di hulu dan hilir secara terintegrasi pada satu atau lebih tahapan pengolahan untuk menghasilkan produk pangan dan non pangan.


Ni Made Neka, ketua kelompok tani Gunung Mekar menyampaikan, bahwa bantuan yang diberikan pemerintah digunakan untuk budidaya Bunga Gumitir, cabai, dan kentang.


“Dari budidaya Bunga Gumitir sudah didapatkan keuntungan, selanjutnya dari budidaya cabai dan kentang tidak lama lagi juga akan mulai panen, sehingga pada akhir tahun modal kami akan bertambah” kata Neka.


Sementara kelompok tani yang lain, yaitu Prameswari  dengan ketua kelompok Ni Made Suwartini melakukan budidaya sayuran, antara lain pokcai, sledri, dan cabai.


“Sebelum ada kegiatan KMP ibu-ibu di sini hanyalah ibu rumah tangga, tetapi sekarang kami punya kegiatan yang menghasilkan pendapatan dan menekan pengeluaran rumah tangga,” ujar Suwartini.


Agung yang  didampingi Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan, Benny Rachman, dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Wayan Mardiana, merasa puas melihat kinerja KMP ini.


"Tolong terus dikembangkan agar KMP ini bisa berkelanjutan," pungkas Agung.

Berita Terkait

  • Kepala BKP Kementan "Kembangkan Obor Pangan Lestari di seluruh Indonesia

    Ketahanan pangan nasional dimulai dari ketahanan pangan rumah tangga,  karena itu sangat penting bagi setiap rumahtangga dapat mengakses pangan dengan mudah.


    "Jadikan dan manfaatkan lahan pekarangan sebagai sumberdaya atau aset yang keluarga, untuk memenuhi kebutuhan pangan," ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan Agung Hendriadi saat mengunjungi program Obor Pangan Lestari (OPAL) Minggu (16/12) di Sulawesi Selatan.


    Menurut Agung, dengan memanfaatkan lahan pekarangan,  pangan dapat tersedia setiap saat untuk memenuhi kebutuhan keluarga.  


    "Manfaatkan lahan pekarang...

  • Kementan Gelar Telur Murah, Jelang Natal 2018 dan Tahun Baru 2019

    Menjelang natal 2018 dan tahun baru 2019, sebagaimana tren yang sering terjadi tahun-tahun sebelumnya, beberapa bahan pangan pokok cenderung mengalami kenaikan harga.


    Mengantisipasi hal tersebut, berbagai upaya dan langkah strategis telah dilakukan Pemerintah. Dalam hal ini Kementerian Pertanian telah  meningkatkan produksi pangan, sehingga ketersediaan dan stok pangan tercukupi.


    Khusus komoditas Telur Ayam Ras yang akhir-akhir ini mengalami  tren kenaikan harga, karena beberapa hal,  antara lain faktor kenaikan konsumsi masyarakat memperoleh telur untuk membuat kue, makanan dan se...

  • Kabadan BKP Kunjungi Korporasi Petani Sorghum di Mataram

    Di sela-sela menghadiri Seminar Nasional di Mataram, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi mengunjungi perusahaan UMKM yang bergerak di Industri Pangan Lokal, yaitu _CV. Yant Sorghum_, Kamis (13/12).


    Perusahaan yang diinisasi Yanti,  membudidayakan tanaman sorghum pada areal 50 hektar dengan petani binaan 200 orang, dengan konsep korporasi petani.


    "Saya sangat mengapresiasi apa yang dilakukan dan dikembangkan ibu yanti  dalam pengembangan tanaman sorghum dengan konsep korporasi petani," kata Agung.


    Korporasi petani adalah model bisnis yang dikem...