Kabadan BKP Kunjungi Korporasi Petani Sorghum di Mataram

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 14 Dec, 2018

Views: 382

Di sela-sela menghadiri Seminar Nasional di Mataram, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi mengunjungi perusahaan UMKM yang bergerak di Industri Pangan Lokal, yaitu _CV. Yant Sorghum_, Kamis (13/12).


Perusahaan yang diinisasi Yanti,  membudidayakan tanaman sorghum pada areal 50 hektar dengan petani binaan 200 orang, dengan konsep korporasi petani.


"Saya sangat mengapresiasi apa yang dilakukan dan dikembangkan ibu yanti  dalam pengembangan tanaman sorghum dengan konsep korporasi petani," kata Agung.


Korporasi petani adalah model bisnis yang dikembangkan Kementerian Pertanian untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Model bisnis ini diharapkan dapat memberi nilai tambah bagi produk pertanian, dan peningkatan nilai tawar produk di pasar.


"Kami sangat mendukung dan mendorong pengembangan pangan lokal. Model yang dikembangkan ibu Yanti bisa merupakan contoh Pengembangan Industri Pangan Lokal yang akan kami kembangkan tahun depan," tambah Agung.


Ibu Yanti  menerapkan konsep korporasi petani sejak 2015 dalam bentuk _CV. Yant Sorghum_  yang berbasis di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.


Dengan konsep korporasi, Yanti telah mengerakkan 200 petani yang tersebar di Kabupaten Lombok Utara,  Lombok Timur,  Lombok Tengah, dan Lombok Selatan untuk membudidayakan tanaman sorghum.


"Secara keseluruhan lahan garapan perusahaan ini  mencapai 50 Ha," ujar Yanti.


Sorghum merupakan tanaman yang  menghasilkan _Zero Waste Product_.  Biji sorghum dapat diolah menjadi tepung, pakan ternak, nasi, dan biskuit.


Batang sorghum dapat diolah menjadi gula, pakan sapi, kompos, dan permen. Sedangkan  daunnya dapat diolah menjadi kompos, pewarna alami, dan keripik.


“Perusahaan kami mencoba mengolah (sorghum) semaksimal mungkin. Biji, batang dan daunnya kami olah seluruhnya,” tambah Yanti.


Bisnis model yang diterapkan Yanti dilakukan dengan menggerakkan wanita-wanita tani melalui model korporasi petani.


Korporasi petani dibangun dengan memberdayakan 200 petani di 4 kabupaten di Provinsi NTB. Hasil panen  dibeli oleh CV. Yant Sorghum kemudian dilakukan pengolahan yang meliputi proses penggilingan, penepungan, hingga mencapai produk jadi.


Produk yang dijual meliputi beras sorghum, tepung sorghum, gula cair sorghum, kue kering, minuman kesehatan sorghum, popcorn sorghum, keripik daun sorghum, kerupuk sorghum, serta dendeng daun sorghum.


Pemasaran tidak hanya  konsumen dapat membeli langsung kepada penjual. Metode yang dilakukan ini dapat mengurangi rantai pasok yang panjang, sehingga harga lebih kompetitif.


Petani yang berkerjasama dengan _CV. Yant Sorghum_ dapat menikmati hasil panen. Setiap kali panen, petani akan dapat mengantongi hasil sekitar Rp. 25 juta/Ha dengan biaya produksi Rp.6-7 juta/Ha.


Dengan kondisi agroklimat di NTB, tanaman sorghum dapat panen hingga 4 kali setahun. Dengan perkiraan ini, petani dapat mengantongi pendapatan bersih lebih Rp. 60juta/Ha dalam satu tahun.


Tertarik menjadi petani atau pengusaha sorghum?

Berita Terkait

  • Kementan Gandeng Pemprov Sumut Gelar OP Bawang Putih

    Medan - Untuk meredam melonjaknya harga bawang putih di Sumatera Utara (Sumut) yang sempat menyentuh harga Rp.90.000/kg, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengadakan Operasi Pasar.

    Sebanyak 5 container  masing-masing 29 ton bawang putih impor yang tiba  di Belawan Rabu, (13/4) langsung disebar di berbagai pasar di kota Medan.

    "Operasi pasar ini kami lakukan untuk menstabilkan harga bawang putih di tingkat konsumen yang mengalami tren kenaikan beberapa waktu terakhir," ujar  Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan Riwantoro saat mel...

  • Kementan Pastikan Pasokan Pangan Pokok Aman Selama Ramadhan dan Iedul Fitri

    Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan pangan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) terutama bulan Ramadhan dan Iedul Fitri 1440 H mencukupi. Kepastian tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9).

    "Kita sudah cek, kondisi ketersediaan pangan pokok kita aman, baik untuk bulan puasa dan hari raya Iedul Fitri," terang Agung, dalam acara bertajuk 'Pengendalian Harga Pangan' tersebut di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...

  • Harga Cabai Jatuh, Kementan Gerak Cepat Bantu Petani Tuban

    Memasuki panen raya, harga berbagai jenis cabai di Kabupaten Tuban Jawa Timur, khususnya di Kecamatan Grabagan jatuh. Laporan petugas pencatat harga,  Sabtu (11/5), harga cabai rawit merah (CRM) sekitar 4.500/kg dan cabai merah keriting (CMK) Rp 5.500/kg, dari harga seminggu sebelumnya yang berkisar Rp 10.000/kg.

    Merespon kondisi tersebut, Kementerian Pertanian bergerak cepat turun lapangan membeli cabai  petani dengan harga yang lebih mahal, yakni Rp. 8.000/kg untuk mencegah kerugian petani sekaligus  memberi semangat agar petani tetap menanam pada musim berikutnya.

    "Kami bersama-sama turun k...