Jelang Ramadhan 2014, Mentan Pantau Pasokan dan Harga Pangan Pokok di Pasar Induk Caringin Bandung

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 01 Jul, 2014

Views: 205

Pelaksanaan hari-hari besar keagamaan nasional (HBKN) terutama puasa dan lebaran sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, masyarakat pada umumnya akan membutuhkan bahan pangan dalam jumlah yang lebih banyak dari periode normal. Kondisi tersebut menyebabkan seringkali terjadi gangguan pasokan sehingga berdampak pada peningkatan bahkan gejolak harga bahan pangan pokok, terutama komoditas sayuran. Untuk memantau perkembangan pasokan dan harga bahan pangan pokok menjelang pelaksanaan Ramadhan 2014, Menteri pertanian melakukan kunjungan kerja ke Pasar Induk Caringin Kota Bandung.

Pasar Induk Caringin menjadi obyek kunjungan pemantauan mengingat pasar tersebut merupakan pemasok utama, yaitu sekitar 90 persen dari semua kebutuhan pangan masyarakat Kota Bandung, sehingga kondisi yang terjadi sangat mempengaruhi stabilitas harga di Kota Bandung. Selain itu, Pasar Induk caringin merupakan pintu pertama masuk dan keluar hasil-hasil pertanian, khususnya  komoditas sayuran, buah-buahan, daging dan ikan dari daerah Bandung dan sekitranya, serta berbagai daerah di Pulau Jawa. Pasar terbesar milik swasta yang beralamat di Jl. Soekarno Hatta  No. 220 Bandung memiliki area seluas 14,5 ha, terdiri dari bangunan ruko 277 unit, bangunan veem (los) 1.918 unit, dan jumlah pedagang sebanyak 1.568 orang.

Berdasarkan hasil kunjungan di Pasar Induk Caringin Bandung, terlihat bahwa kondisi pasokan bahan pangan terutama bawang merah, cabe merah, daging ayam, daging sapi, dan telur ayam dalam satu minggu bahkan satu bulan terakhir masih stabil. Misalnya, untuk harga daging sapi cenderung turun menjadi Rp 87.000/kg dari harga sebelumnya sekitar Rp 90.000-Rp 92.000/kg. Komoditas cabe yang sering berfluktuasi menjelang dan selama puasa dan lebaran, pada saat ini di wilayah Bandung relatif murah, untuk cabe merah keriting Rp 4.000/kg, dan cabe rawit hijau Rp 8.000/kg. Sedangkan, harga daging ayam ras sedikit mengalami kenaikan sekitar 10 persen menjadi Rp 24.000/kg.

Dengan kondisi tersebut, diperkirakan pasokan dan harga bahan pangan pokok di wilayah Bandung cukup dan aman, sehingga diharapkan masyarakat tidak perlu panik dengan membeli bahan pangan dalam jumlah banyak, yang justru akan dimanfaatkan oleh pelaku pasar untuk menaikkan harga sehingga terkadang menimbulkan gejolak harga

Berita Terkait

  • Kementan Gandeng Pemprov Sumut Gelar OP Bawang Putih

    Medan - Untuk meredam melonjaknya harga bawang putih di Sumatera Utara (Sumut) yang sempat menyentuh harga Rp.90.000/kg, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengadakan Operasi Pasar.

    Sebanyak 5 container  masing-masing 29 ton bawang putih impor yang tiba  di Belawan Rabu, (13/4) langsung disebar di berbagai pasar di kota Medan.

    "Operasi pasar ini kami lakukan untuk menstabilkan harga bawang putih di tingkat konsumen yang mengalami tren kenaikan beberapa waktu terakhir," ujar  Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan Riwantoro saat mel...

  • Kementan Pastikan Pasokan Pangan Pokok Aman Selama Ramadhan dan Iedul Fitri

    Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan pangan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) terutama bulan Ramadhan dan Iedul Fitri 1440 H mencukupi. Kepastian tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9).

    "Kita sudah cek, kondisi ketersediaan pangan pokok kita aman, baik untuk bulan puasa dan hari raya Iedul Fitri," terang Agung, dalam acara bertajuk 'Pengendalian Harga Pangan' tersebut di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...

  • Harga Cabai Jatuh, Kementan Gerak Cepat Bantu Petani Tuban

    Memasuki panen raya, harga berbagai jenis cabai di Kabupaten Tuban Jawa Timur, khususnya di Kecamatan Grabagan jatuh. Laporan petugas pencatat harga,  Sabtu (11/5), harga cabai rawit merah (CRM) sekitar 4.500/kg dan cabai merah keriting (CMK) Rp 5.500/kg, dari harga seminggu sebelumnya yang berkisar Rp 10.000/kg.

    Merespon kondisi tersebut, Kementerian Pertanian bergerak cepat turun lapangan membeli cabai  petani dengan harga yang lebih mahal, yakni Rp. 8.000/kg untuk mencegah kerugian petani sekaligus  memberi semangat agar petani tetap menanam pada musim berikutnya.

    "Kami bersama-sama turun k...