Jelang Puasa dan Idul Fitri 2018 Ketersediaan Pangan Cukup, Distribusi Pangan Perlu Pengawasan

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 03 May, 2018

Views: 332

Dalam upaya pengamanan ketersediaan dan stabilisasi harga bahan pangan pokok jelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadhan dan Idul Fitri 2018, Kementerian Pertanian melakukan koordinasi dengan Badan Intelijen Keamanan Polri.


"Saat ini, ketersediaan bahan pangan terbilang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama HBKN puasa dan idul fitri 2018, namun perlu pengawasan  intensif  terkait distribusi pangan dari produsen sampai ke konsumen," ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian Agung Hendriadi, saat memberikan pembekalan personil Direktorat Ekonomi Mabes POLRI dan Subdit Baintelkam Polda seluruh Jawa dan Polda Lampung diBadan Intelijen Keamanan Polri,  Kamis (3/5).


"Ini merupakan tindaklanjut arahan presiden, untuk pengamanan stabilitas harga, ketersediaan dan distribusi pangan selama pelaksanaan HBKN,  sebagaimana keberhasilan pengamanan HBKN tahun 2017," tegas Agung.


Agung juga menjelaskan elain itu, Badan Ketahanan Pangan melaksanakan rencana aksi distribusi serta monitoring pasokan dan harga pangan, khususnya di wilayah DKI Jakarta yang merupakan barometer nasional.


"Untuk itu kita harus membangun network dengan pelaku distribusi pangan dari wilayah sentra produksi ke DKI Jakarta," kata Agung.


Lebih lanjut Agung mengungkapkan bahwa BKP akan mengadakan Gelar Pangan Murah bekerja sama dengan PD Pasar Jaya di 43 pasar serta 20 outlet Toko Tani Indonesia.


"Yang tidak kalah penting juga, kita terus lakukan monitoring serta menyediakan dukungan informasi dan database pasokan dan harga pangan melalui e-commerce" kata Agung.


Hal yang tidak kalah penting menurut Agung adalah, Koordinasi antar pimpinan K/L seperti Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, Kementerian Dalam Negeri, Kepolisian, KPPU, serta BULOG.


"Koordinasi ini perlu dilakukan baik di pusat maupun daerah agar stabilitas harga dan pasokan pangan selama HBKN Puasa dan Idul Fitri 2018 tetap terkendali," jelas Agung.

Berita Terkait

  • Khawatir Harga Gabah Anjlok, Petani Minta Bulog Lakukan Pembelian Sekarang

    Beberapa daerah sentra produksi beras saat ini sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil usahataninya. Namun beberapa petani  mengeluh karena harga jatuh dan Bulog belum bergerak melakukan pembelian.

    Sejumlah petani di daerah sentra produksi yang dihubungi mengeluhkan dan mengharapkan Bulog segera turun tangan melalukan pembelian gabah mereka.

    Lalu Saleh,  petani dari Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat mengeluhkan,  sudah seminggu ini harga gabah menyentuh angka Rp. 4.000/kg gabah kering panen (gkp).

    "Sudah seminggu ini harga gabah mencapai 4.000 dan cenderung turun teru...

  • BKP Kementan Tugaskan CPNS Kawal Program PKU dan PIPL

    Setiap tahun Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengidentifikasi lokasi-lokasi yang masih terdapat kerentanan pangan di Indonesia dengan basis Kabupaten.

    Setelah berhasil meningkatkan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Kawasan Mandiri Pangan, mulai tahun 2019 BKP melakukan intervensi melalui Pengembangan  Koorporasi Usahatani (PKU) dan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL).

    Tujuan kegiatan PKU adalah meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompoktani dan kesejahteraan petani.

    Sedangkan PIPL bertujuan untuk meningka...

  • Program Kampung Hijau Sejahtera Sebagai Pengembangan KRPL Kementan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

    Pandeglang (BKP) - Jawa Barat.  Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja tahun ini meluncurkan sebuah kegiatan bertajuk Kampung Hijau Sejahtera (Kampung Hijrah) pertama kalinya di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, prorinsi Banten Senin (11/3).

    Kegiatan Kampung Hijrah  bertujuan untuk memanfaatkan dan  menghijaukan pekarangan guna meningkatkan ekonomi produktif keluarga serta pelestarian tanaman lokal.

    Kegiatan ini digagas dan dipelopori oleh OASE KK bidang Lingkungan Hijau (bidang V) yang diketuai oleh Rugaiya Usman Wiranto (Kementerian Koordinator Bidang P...