Jelang Puasa dan Idul Fitri 2018 Ketersediaan Pangan Cukup, Distribusi Pangan Perlu Pengawasan

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 03 May, 2018

Views: 376

Dalam upaya pengamanan ketersediaan dan stabilisasi harga bahan pangan pokok jelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadhan dan Idul Fitri 2018, Kementerian Pertanian melakukan koordinasi dengan Badan Intelijen Keamanan Polri.


"Saat ini, ketersediaan bahan pangan terbilang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama HBKN puasa dan idul fitri 2018, namun perlu pengawasan  intensif  terkait distribusi pangan dari produsen sampai ke konsumen," ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian Agung Hendriadi, saat memberikan pembekalan personil Direktorat Ekonomi Mabes POLRI dan Subdit Baintelkam Polda seluruh Jawa dan Polda Lampung diBadan Intelijen Keamanan Polri,  Kamis (3/5).


"Ini merupakan tindaklanjut arahan presiden, untuk pengamanan stabilitas harga, ketersediaan dan distribusi pangan selama pelaksanaan HBKN,  sebagaimana keberhasilan pengamanan HBKN tahun 2017," tegas Agung.


Agung juga menjelaskan elain itu, Badan Ketahanan Pangan melaksanakan rencana aksi distribusi serta monitoring pasokan dan harga pangan, khususnya di wilayah DKI Jakarta yang merupakan barometer nasional.


"Untuk itu kita harus membangun network dengan pelaku distribusi pangan dari wilayah sentra produksi ke DKI Jakarta," kata Agung.


Lebih lanjut Agung mengungkapkan bahwa BKP akan mengadakan Gelar Pangan Murah bekerja sama dengan PD Pasar Jaya di 43 pasar serta 20 outlet Toko Tani Indonesia.


"Yang tidak kalah penting juga, kita terus lakukan monitoring serta menyediakan dukungan informasi dan database pasokan dan harga pangan melalui e-commerce" kata Agung.


Hal yang tidak kalah penting menurut Agung adalah, Koordinasi antar pimpinan K/L seperti Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, Kementerian Dalam Negeri, Kepolisian, KPPU, serta BULOG.


"Koordinasi ini perlu dilakukan baik di pusat maupun daerah agar stabilitas harga dan pasokan pangan selama HBKN Puasa dan Idul Fitri 2018 tetap terkendali," jelas Agung.

Berita Terkait

  • Kementan Gandeng Pemprov Sumut Gelar OP Bawang Putih

    Medan - Untuk meredam melonjaknya harga bawang putih di Sumatera Utara (Sumut) yang sempat menyentuh harga Rp.90.000/kg, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengadakan Operasi Pasar.

    Sebanyak 5 container  masing-masing 29 ton bawang putih impor yang tiba  di Belawan Rabu, (13/4) langsung disebar di berbagai pasar di kota Medan.

    "Operasi pasar ini kami lakukan untuk menstabilkan harga bawang putih di tingkat konsumen yang mengalami tren kenaikan beberapa waktu terakhir," ujar  Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan Riwantoro saat mel...

  • Kementan Pastikan Pasokan Pangan Pokok Aman Selama Ramadhan dan Iedul Fitri

    Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan pangan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) terutama bulan Ramadhan dan Iedul Fitri 1440 H mencukupi. Kepastian tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9).

    "Kita sudah cek, kondisi ketersediaan pangan pokok kita aman, baik untuk bulan puasa dan hari raya Iedul Fitri," terang Agung, dalam acara bertajuk 'Pengendalian Harga Pangan' tersebut di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...

  • Harga Cabai Jatuh, Kementan Gerak Cepat Bantu Petani Tuban

    Memasuki panen raya, harga berbagai jenis cabai di Kabupaten Tuban Jawa Timur, khususnya di Kecamatan Grabagan jatuh. Laporan petugas pencatat harga,  Sabtu (11/5), harga cabai rawit merah (CRM) sekitar 4.500/kg dan cabai merah keriting (CMK) Rp 5.500/kg, dari harga seminggu sebelumnya yang berkisar Rp 10.000/kg.

    Merespon kondisi tersebut, Kementerian Pertanian bergerak cepat turun lapangan membeli cabai  petani dengan harga yang lebih mahal, yakni Rp. 8.000/kg untuk mencegah kerugian petani sekaligus  memberi semangat agar petani tetap menanam pada musim berikutnya.

    "Kami bersama-sama turun k...