Jelang Natal dan Tahun Baru, Warga Kalbar Antusias Belanja di TTI

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 21 Dec, 2017

Views: 202

Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian bersama Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Barat menggelar bazar komoditas pangan pokok di pelataran Kantor Dinas Pangan, Peternakan dan keswan Provinsi Kalimantan Barat. Hal ini merupakan komitmen pemerintah untuk mengendalikan harga pangan jelang Natal 2017 dan tahun baru 2018. Bazar diikuti Toko Tani Indonesia (TTI) dan beberapa distributor pangan. Bazar yang digelar selama 2 hari (18-19 Desember 2017) menjual beberapa komoditas pangan dengan harga terjangkau, beras dipatok Rp 8.000/kg, minyak goreng Rp.12.000/liter, gula pasir Rp.12.500/kg, bawang merah Rp 18.000/kg, bawang putih 14.000/kg. Sementara itu Kepala Bidang Konsumsi Pangan BKP, Yuliva menjelaskan bahwa bazar yang melibatkan TTI merupakan salah satu upaya pemerintah menjaga stabilitas harga pangan pokok di tengah meningkatnya permintaan menjelang Natal dan tahun Baru. "TTI sangat strategis dalam upaya menyediakan pangan berkualitas dengan harga terjangkau bagi masyarakat", ujarnya. Kepala Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan, Abdul Manaf, menyebutkan bahwa dalam bazar ini, TTI menyediakan stok beras sebanyak 8 ton yang dijual dalam kemasan 5 kg dengan harga Rp.8.000/kg. "Di Kalbar sudah ada 16 TTI yang disuplai dari 8 Gapoktan LUPM dan kami melihat respon masyarakat dengan kehadiran TTI ini sangat antusias" ujarnya. Manaf juga menegaskan bahwa stok dan pasokan beras di Provinsi Kalbar jelang Natal dan tahun baru ini dipastikan cukup dan harga stabil. Salah satu pembeli beras TTI, Kustini warga Pontianak mengungkapkan harapan nya agar bazar seperti ini dapat rutin dilaksanakan di Kota Pontianak. "Kami senang harga nya murah dan terjangkau" ujarnya. "Kalau bisa bazar kaya gini harus lebih sering lagi, jadi kami masyarakat kecil bisa membeli pangan dengan harga murah" harap Kustini sambil tersenyum. Dalam bazar ini, bahan pokok yang dijual TTI terjual laris manis. Selama 2 hari berbagai komoditi habis terjual, diantaranya beras 8 ton, gula pasir 600 kg, minyak goreng 504 liter, bawang putih 240 kg dan bawang merah 140 kg. TTI merupakan upaya Kementerian Pertanian melalui Badan Ketahanan Pangan untuk menjaga stabilitas harga baik di tingkat produsen dan konsumen. Melalui bazar ini, LUPM dan TTI diberdayakan untuk dapat berperan mengefisienkan rantai distribusi, sehingga dapat mengurangi disparitas harga antara produsen dan konsumen. Kehadiran TTI di masyarakat juga diharapkan mampu menstabilkan harga pangan

Berita Terkait

  • Dorong Peningkatan Ekspor, Kementan Berperan Aktif dalam Codex Internasional

    Jakarta, Rabu (26/6). Peran Indonesia dalam perdagangan komoditas pangan internasional terus ditingkatkan. Hal ini diwujudkan dengan keterlibatan aktif Kementerian Pertanian beserta Kementerian/Lembaga lainnya dalam penyusunan dan pengembangan standar, pedoman, code of practice dan rekomendasi lain terkait keamanan dan mutu pangan hasil pertanian yang berlaku secara internasional dalam wadah Codex Alimentarius Commission (CAC), atau disingkat Codex.


    Dalam Rapat Komite Nasional Codex Indonesia ke-2 tahun 2019 yang digelar di Jakarta, Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertani...

  • BKP Kementan Kembangkan Korporasi Usahatani Untuk Entaskan Kemiskinan dan Kerawanan Pangan

    Kegiatan Korporasi Usahatani (PKU) yang  dikembangkan Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) merupakan kegiatan strategis untuk mengentaskan kemiskinan dan kerawanan pangan.


    "Masuknya kegiatan PKU di Desa Pagerharjo ini diharapkan akan mempercepat pengentasan kemiskinan dan kerawanan pangan di pedesaan," ujar Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan  BKP, Andriko Noto Susanto di Lokasi PKU di Desa Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta (23/06).


    Berdasarkan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan (Food Security and Vulnerability ...

  • Kepala BKP Kementan : KRPL Harus Berkelanjutan!

    BALI - Untuk mencukupi kebutuhan pangan keluarga sejak tahun 2015 Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) mengembangkan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) di seluruh Indonesia.


    "KRPL ini sangat strategis tidak hanya untuk mencukupi kebutuhan pangan dan gizi keluarga, tetapi juga bisa meningkatkan pendapatan rumah tangga," ujar Kepala BKP Agung Hendriadi, saat mengunjungi KRPL di Taro kecamatan Tegallalang, Gianyar Bali, Sabtu (22/6/2019).


    Lebih lanjut Agung mengatakan bahwa keberlanjutan KRPL sangat penting, karena itu Kebun Bibit Desa (KBD) harus terus dikem...