Jelang Natal dan Tahun Baru, Kementan dan Pemerintah Provinsi Sulut Gelar Rakor Pangan

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 20 Dec, 2018

Views: 246

Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru 2019, Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan dan pemerintah provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) pengamanan stabilisasi pasokan dan harga pangan.


"Ketersediaan sembilan bahan pokok cukup dan harga terkendali. Jika ada kenaikan yang tidak wajar, kami akan lakukan pemantauan untuk mengatasinya," ujar Gubernur Sulut dalam sambutannya yang dibacakan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Edison Humiyang, di kantor

Gubernur Sulut, Kamis (20/12).


Rakor digelar pemerintah pusat dan daerah dalam penanganan dan antisipasi potensi fluktuasi pasokan dan harga pangan, agar dapat diambil langkah strategis di lapangan.


Ditambahkan Edison, pemantauan stok dan pengendalian harga pangan sangat penting, agar masyarakat bisa mengakses pangan yang cukup dan aman.


"Masyarakat tidak perlu berbelanja berlebihan, apalagi sampai menyetok dalam jumlah banyak, karena stok cukup tersedia," tegas Edison Humiyang.


Kepala Pusat Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan BKP Tri Agustin Satriani mengatakan, stok pangan cukup dan harga juga masih stabil.


"Kalau ada komoditas yang naik seperti daging sapi atau daging ayam dan telur, itu masih wajar, karena adanya tambahan permintaan. Yang penting, kenaikannya tidak terlalu tinggi," ujar Tri Agustin.


Diuraikan Tri Agustin, ketersediaan pangan pokok secara nasional  periode Desember 2018 cukup untuk memenuhi kebutuhan, bahkan surplus. Misalnya beras surplus 3,8 juta ton; minyak goreng surplus 2,17 juta ton; bawang merah surplus 15 ribu ton; cabai merah surplus 8 ribu ton; cabai rawit 9 ribu ton; daging ayam ras surplus 335 ribu ton; telur ayam ras surplus 77 ribu ton.


"Ketersedian pangan  tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang HBKN natal 2018 dan tahun baru 2019," kata Tri Agustin.


Rakor dan pemantauan pasar dilakukan BKP di 8 provinsi sentra mayoritas yang merayakan HBKN Natal, dan daerah wisata seperti Sumatera Utara, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Bali, NTT, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, dan Maluku.


Kepala Dinas Pangan Sulut, Sandra Moniaga, "Stok cukup dan harga masih stabil. Kecuali untuk cabe keriting, cabe merah dan bawang merah ada sedikit kenaikan, karena adanya peningkatan kenaikan," ujar Sandra.


Untuk pengamanan stok dan stabilitasi harga, Satgas pangan aktif melakukan pemantauan.


"Jika ada gejala kekurangan stok atau harga yang naik tidak wajar, kami kumpulkan para distributor pangan untuk mencari solusinya. Dan sampai saat ini semuanya masih stabil," ujar AKBP Yandrie Makaminan.


Untuk mengetahui kondisi riil di lapangan, rencananya pada hari Jumat besok, akan dilakukan  pemantauan harga pangan di Pasar Bersehati, Manado.

Berita Terkait

  • Khawatir Harga Gabah Anjlok, Petani Minta Bulog Lakukan Pembelian Sekarang

    Beberapa daerah sentra produksi beras saat ini sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil usahataninya. Namun beberapa petani  mengeluh karena harga jatuh dan Bulog belum bergerak melakukan pembelian.

    Sejumlah petani di daerah sentra produksi yang dihubungi mengeluhkan dan mengharapkan Bulog segera turun tangan melalukan pembelian gabah mereka.

    Lalu Saleh,  petani dari Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat mengeluhkan,  sudah seminggu ini harga gabah menyentuh angka Rp. 4.000/kg gabah kering panen (gkp).

    "Sudah seminggu ini harga gabah mencapai 4.000 dan cenderung turun teru...

  • BKP Kementan Tugaskan CPNS Kawal Program PKU dan PIPL

    Setiap tahun Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengidentifikasi lokasi-lokasi yang masih terdapat kerentanan pangan di Indonesia dengan basis Kabupaten.

    Setelah berhasil meningkatkan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Kawasan Mandiri Pangan, mulai tahun 2019 BKP melakukan intervensi melalui Pengembangan  Koorporasi Usahatani (PKU) dan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL).

    Tujuan kegiatan PKU adalah meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompoktani dan kesejahteraan petani.

    Sedangkan PIPL bertujuan untuk meningka...

  • Program Kampung Hijau Sejahtera Sebagai Pengembangan KRPL Kementan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

    Pandeglang (BKP) - Jawa Barat.  Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja tahun ini meluncurkan sebuah kegiatan bertajuk Kampung Hijau Sejahtera (Kampung Hijrah) pertama kalinya di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, prorinsi Banten Senin (11/3).

    Kegiatan Kampung Hijrah  bertujuan untuk memanfaatkan dan  menghijaukan pekarangan guna meningkatkan ekonomi produktif keluarga serta pelestarian tanaman lokal.

    Kegiatan ini digagas dan dipelopori oleh OASE KK bidang Lingkungan Hijau (bidang V) yang diketuai oleh Rugaiya Usman Wiranto (Kementerian Koordinator Bidang P...