Jelang Natal dan Tahun Baru 2018, Stok Pangan di Papua Cukup, Harga Terkendali

Jayapura (14/12) - Sebagai provinsi paling ujung di timur Indonesia yang masyarakatnya merayakan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal 2017, Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Papua, Drs. Elia Loupatty, MM, menyatakan bahwa ketersediaan dan pasokan pangan di wilayahnya cukup dan harga terkendali. Hal ini disampaikan usai memimpin rapat koordinasi (rakor) dan kunjungan/sidak oleh Tim ke Pasar Hamadi dan ke gudang Bulog Divre Papua. Lebih lanjut beliau menekankan perlunya koordinasi yang lebih intensif baik dinas yang menanganani komoditas, Satgas Pangan, dan pihak terkait. "Walaupun kondisi stok pangan aman, kita tetap harus waspada terhadap potensi timbulnya masalah lonjakan harga, terutama yang diakibatkan jalur distribusi.” jelasnya. Sementara itu, Kepala Perum BULOG Divre Papua, Fauzi Muhammad menyampaikan bahwa jajarannya telah menyiapkan pasokan bahan pangan dan strategis di beberapa titik kabupaten dan kota. Bahan pangan seperti beras, minyak, gula, bawang merah, dan bawang putih sudah kami siapkan untuk memenuhi kebutuhan pangan," tuturnya. Hal lain yang disampaikan oleh perwakilan dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), mereka akan terus melakukan pengawasan agar tidak ada pangan kedaluwarsa yang beredar di masyarakat. Dari Pertamina juga sudah menyiapkan tambahan pasokan BBM untuk menjaga kelancaran distribusi pangan. Sedangkan Dinas Perdagangan dan Perindustrian akan terus menyelenggarakan bazar pangan murah di beberapa wilayah kabupaten/kota. Menurut Elia Louoatty, pihaknya akan melakukan pemantauan distribusi pangan. "Saya meminta, agar para distributor membuat komitmen dengan para pengecer untuk tidak menaikkan harga terlalu tinggi," ujar Elia. "Kami atas nama pemerintah dan rakyat Papua, tolong jangan menggunakan hari raya besar keagamaan lalu karena banyak orang beli, kau kasih naik, tidak perlu, yang wajar-wajar saja." lanjutnya. Senada dengan Asisten Bidang Perekonomian dan Kesra, Satgas Pangan Provinsi Papua menjelaskan, pelaku usaha sebagai ujung tombak dalam fluktuasi harga dihimbau agar tidak memanfaatkan momen ini untuk melakukan spekulasi dengan menjual harga di atas kewajaran. "Kami sudah melakukan pengawasan melekat, sehingga ketika ada indikasi kenaikan harga, kami langsung turun ke lokasi" jelasnya.