Jelang Idul Fitri 1439 H, Kementan Ajak Tim Sergap Turun Kelapangan

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 13 Jun, 2018

Views: 225


Tiga hari jelang Idul Fitri 1439 H, Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian turun  langsung ke lapangan untuk  mengakselerasi Penyerapan Gabah Petani (Sergap).


"Upaya yang kami lakukan ini untuk memantapkan pengisian Cadangan Beras Pemerintah (CBP), khususnya di Provinsi Jawa Barat yang merupakan salah satu provinsi sentra produksi padi," ujar Kepala Pusat Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Tri Agustin Satriani,  dalam pengawalan Sergap di Jawa Barat yang mencakup wilayah Sukabumi, Karawang, Subang, Bekasi, Indramayu dan Majalengka, Rabu (13/6) di Sukabumi.


Menurut Tri Agustin, upaya pengawalan Sergap jelang dan pasca Idul Fitri ini sangat strategis dalam memanfaatkan momen panen yang masih berlangsung di beberapa area di Jabar untuk disergap oleh BULOG.


"Momentum sergab sekarang ini sangat penting  untuk mengoptimalkan pengisian cadangan beras pemerintah," tambah Tri Agustin.


Berdasarkan hasil terjun lapangan untuk melakukan sergap, Tim Sergap berhasil memediasi transaksi antara Poktan/Gapoktan dan Penggilingan dengan Bulog Divre Jabar, antara lain di wilayah Sukabumi, Karawang, Bekasi, Majalengka dan Indramayu.


"Meskipun rata-rata harga GKP berkisar antara Rp 4.300,- sampai  Rp 4.700,- per kilogram, namun BULOG tetap dapat melakukan Sergap dengan harga beras Rp8.030,- per kilogram" tegas Tri.


Menurut Tri, hal ini dimungkinkan karena Bulog melibatkan penggilingan lokal untuk mengolah gabah petani secara efisien.


Dalam kondisi lokasi panen yang semakin meluas, menurut Tri,  potensi sergap akan semakin meningkat pasca Idul Fitri.


Secara keseluruhan hasil serap gabah di wilayah Jawa Barat di kelima kab/kota, Rabu (13/6) sebesar 306,1 ton setara beras. Sedangkan target sergap yang ditetapkan di Jawa Barat dari Januari sampai Agustus 2018 sebesar 450.000 ton, dengan total realisasi hingga 12 Juni 2018 mencapai 151.932 ton (42,24%).


Adapun target harian yang ditetapkan sebesar 2107 ton setara beras.


Dalam kesempatan ini, Tim serap gabah (Sergap) Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian terjun bersama-sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat, Dinas Ketahanan Pangan/Dinas Pangan Kabupaten, Penyuluh Kecamatan dan Perum BULOG serta Satgas TNI di Jawa Barat.

Berita Terkait

  • TTI Kementan Gelar Operasi Pasar Bawang Merah dan Bawang Putih Pada 46 Titik di Jakarta

    Jakarta (12/04) - Dalam rangka stabilisasi harga bahan pangan pokok, khususnya meredam harga bawang merah dan bawang putih yang cenderung meningkat sejak awal Maret lalu, Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian menggelar operasi pasar selama 5 hari (12 – 16 April 2019)  di beberapa titik wilayah Jakarta.

    "Operasi pasar ini perlu kami lakukan, karena melihat ada kecenderungan harga bawang merah dan bawang putih yang meningkat. Melalui operasi pasar,  diharapkan harga bisa stabil dan kembali normal," ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian  (Kementan) Agung Hendriadi saat m...

  • Kepala BKP Kementan Genjot Serapan Gabah Petani Wilayah Jawa Timur

    "Kita semua mempunyai misi besar untuk mewujudkan ketahanan pangan.  Pertama dari aspek ketersediaan, kedua aspek keterjangkauan, dan ketiga adalah stabilisasi harga dan pasokan," ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (Kementan), Agung Hendriadi saat rapat koordinasi Serap Gabah Petani (Sergap) di Kantor Subdivre Jember, Bondowoso. Selasa (9/4/2019).

    Untuk mendorong percepatan sergap, Agung yang didampingi Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Andriko Noto Susanto, berkeliling ke wilayah Jember sampai Bondowoso untuk memantau sergap dan harga yang terjadi di lapanga...

  • Menteri Pertanian Minta Bulog Cegah Anjloknya Harga Gabah

    Saat ini beberapa daerah sentra produksi beras sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil kerja kerasnya. Oleh karena itu tugas dari Pemerintah dalam hal ini Bulog agar secepatnya melakukan penyerapan agar harga tidak anjlok. Menyikapi hal tersebut, Menteri Pertanian meminta Bulog secepatnya menyerap gabah petani.

    "Harga gabah tidak boleh dibawah Rp.4.070. Itu perintah Presiden," ujar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat panen raya padi seluas 150 hektar di desa Tambi, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu Jawa  Barat, Kamis (4/4/2019).

    Indramayu merupakan salah sat...