Jelang HBKN, TTIC Siap Penuhi Kebutuhan Pangan Masyarakat

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 09 May, 2018

Views: 478

Toko Tani Indonesia Center (TTIC) yang dibentuk Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian bertujuan antara lain untuk meningkatkan efisiensi pasokan pangan dari produsen di wilayah sentra ke TTI di wilayah konsumen.


Demikian sambutan Kepala Badan Ketahanan Pangan Agung Hendriadi yang dibacakan Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan Riwantoro saat peresmian TTIC Daerah Banten di Kantor Dinas Ketahanan Pangan Banten di Serang, Rabu (9/5).


“TTIC memiliki peran strategis sebagai sarana bagi Gapoktan/supplier/produsen pangan pokok  untuk memasarkan komoditas pangan,” ungkap nya.


Selain di Provinsi Banten, menurut Riwantoro, pada Tahun ini juga dikembangkan TTIC Daerah di 19 provinsi lainnya. “Pengembangan TTIC daerah diharapkan dapat menjadi cikal bakal terbentuknya lembaga distribusi pangan yang dapat mendorong terciptanya sistem distribusi pangan yang lebih efisien” tegas nya.


Terlebih jelang hari besar keagamaan seperti Ramadhan dan Idulfitri ini, lanjut Riwantoro, TTIC harus segera mempersiapkan dan merencanakan pemenuhan ketersediaan pangan pokok dan strategis sesuai dengan prognosa kebutuhan pangan selama HBKN, dan  mengatur pendistribusian pangan kepada masyarakat baik melalui TTI maupun secara langsung kepada masyarakat melalui kegiatan Gelar Pangan Murah.


Sekretaris Daerah Banten, Ranta Soeharta yang meresmikan TTIC Daerah Banten menyebutkan bahwa peresmian ini sekaligus menunjukkan kesiapan daerahnya dalam upaya mewujudkan stabilitas harga dan pasokan pangan terutama pada Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) jelang puasa dan idul fitri tahun 2018.


"Dinas Ketahanan Pangan Banten harus membuka informasi harga pasar seluas mungkin kepada masyarakat dan petani,  sehingga aksesbilitas terhadap pangan terbuka bagi semuanya," kata Ranta Soeharta.


Dalam acara ini, juga dilakukan ikrar dari gapoktan penerima PUPM-TTI terkait kesiapan pasokan kepada TTI di Banten, yang disampaikan perwakilan dari salah satu gapoktan PUPM.

Hal ini ditunjukkan dengan gapoktan yang langsung memasok sebanyak 628 ton beras  kepada TTI di wilayah Banten.


Sedangkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten, Ali Fadillah  menyampaikan bahwa harga pangan di TTIC adalah Beras Rp 8.500/kg, cabai merah Rp 25.000/kg, Bawang merah Rp 23.000/kg, Daging sapi Rp 80.000/kg, telur ayam Rp 22.000/kg, Minyak goreng Rp 11.000/liter, dan gula Rp 11.000 /kg.


Hadir dalam launching antara lain: Sekda Provinsi Banten, Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten, Kepala Dinas  Ketahanan Pangan Provinsi Banten, perwakilan divre Bulog DKI Jakarta - Banten, Gapoktan penerima PUPM Se-Provinsi Banten.

Berita Terkait

  • BKP Kementan Kembangkan Industri Pangan Berbasis Tepung Lokal

    Untuk dapat menyediakan tepung berbasis pangan lokal yang dibutuhkan industri pangan,  Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian terus memantapkan persiapan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL), dengan mengundang sejumlah pakar dari berbagai perguruan tinggi.

    Menurut Kepala BKP Agung Hendriadi, kegiatan PIPL  diarahkan untuk memproduksi tepung berbasis pangan lokal guna menyediakan bahan baku alternatif bagi industri olahan pangan.

    "Kami akan memproduksi tepung berbasis pangan lokal dengan kualitas yg baik untuk mendukung industri pangan dalam negeri," jelas Agung dalam pertemuan...

  • Kepala BKP Kementan Dorong Bulog dan Perpadi Jawa Tengah dan DI. Yogyakarta Serap Gabah Petani

    Untuk meningkatkan genyerapan gabah/beras petani (Sergap), Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) Agung Hendriadi menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Sergap di wilayah Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta di Kota Yogyakarta, Sabtu (9/2/2019).

    Dalam penjelasannya, Agung memperkirakan produksi beras tahun 2019 sangat besar, yaitu mencapai 32,5 juta ton, sedangkan konsumsi masyarakat 111,5 Kg/Kap/Th atau 29,5 juta ton, sehingga akan terjadi surplus sebesar 3 juta ton beras.

    “Tahun ini kita akan surplus, semoga peluang bisnisnya bisa dimanfaatkan BULOG untuk ekspor karena c...

  • Tim Sergap Lampung Kejar Target Serapan 81.358

    Upaya peningkatan serapan gabah/beras petani (Sergap) terus dilakukan. Provinsi Lampung sebagai salah satu dari 12 provinsi sentra produksi beras  memiliki target yang cukup besar untuk dicapai, yakni 81.358 ton hingga Maret 2019. Dalam rapat koordinasi di kantor divre Bulog Lampung, Kamis (7/2) pagi, telah dibahas berbagai kendala dan strategi pencapaian target.

    Upaya mengejar pencapaian target sangat penting, mengingat serapan baru mencapai 157 ton atau sekitar 15,38% dari target di Januari.

    Kepala Pusat Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertani...