Jelang HBKN Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 Stok dan Harga Pangan Aman

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 05 Dec, 2018

Views: 92

Menjelang HBKN Natal dan Tahun Baru, ketersediaan pangan pokok dan strategis selama November-Desember 2018 secara kumulatif dalam kondisi aman (surplus), kecuali daging sapi/kerbau.


Demikian dikatakan Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi saat menggelar konferensi pers dikantornya, Rabu (5/1).


Berdasarkan perhitungan prognosa produksi dan ketersediaan, ujar Agung, hingga akhir tahun diperkirakan akan ada surplus beras 3,83 juta ton, minyak goreng 24,50 juta ton, gula pasir 344,00 ribu ton, bawang merah 136 ribu ton, daging ayam 335 ribu ton dan telur ayam ras 806,0 ribu ton.


"Stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola BULOG saat ini juga dalam kondisi aman. Total akumulasi stok sejak Januari - November 2018 sebesar 2,37 juta ton dengan stok awal 232,80 ribu ton, sedangkan pemanfaatan CBP hingga November sebesar 454,56 ribu ton, sehingga stok akhir CBP per 30 November 2018 tercatat 2,15 juta ton," tambah Agung.


Agung yang disampingi Sekretaris Badan (Riwantoro) dan Kapus Diatribusi Cadangan Pangan (Risfaheri), menguraikan bahwa saat ini terdapat stok CBP yang dikelola pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota hingga akhir November mencapai 4,03 ribu ton CBP Pemerintah Provinsi dan 4,62 ribu ton CBP Pemerintah Kabupaten.


Menurut Agung, ketersediaan beras juga diperkuat oleh cadangan beras yang ada di masyarakat (rumah tangga petani, horeka dan penggilingan).  


"Kondisi stok beras yang ada di penggilingan pada Minggu IV November diperkirakan mencapai 1,04 juta ton yang terdistribusi di penggilingan kecil 811 ribu ton (78,2 %), penggilingan sedang 124 ribu ton (12 %) dan penggilingan besar 101 ribu ton (9,8%)," jelasnya.


Pasokan beras menurut Agung juga aman.  Berdasarkan data beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), stok beras per tanggal 4 Desember mencapai 56.141 ton (belum memperhitungkan pengeluaran tanggal 4 Desember), jauh diatas batas stok normal akhir bulan 30.000 ton. Stok ini lebih tinggi dibanding tahun lalu  sebesar mencapai 39.380 ton.


Pasokan daging sapi/kerbau selama masa HBKN diperkirakan aman. Ketersediaan sapi lokal selama Bulan Nov-Des sebesar 71.121 ton dengan kebutuhan mencapai 109.723 ton.  


Defisit sebesar 38.611 ton akan dipenuhi dari stok sapi dan kerbau siap potong sebesar 36.952,56 ton dan stok daging dan jeroan yang ada di Gudang importir dan BULOG.  


Menurut Agung, saat ini ketersediaan daging sapi dan jeroan impor yang ada di Gudang importir mencapai 13.534 ribu ton yang terdistribusi di Jabodetabek, Batam, Bandung, Bali dan Kepulauan Riau, sementara di BULOG juga masih terdapat stok daging kerbau sebesar 3.368,96 ton.


"Neraca akhir pada  Bulan Desember diperkirakan surplus mencapai 17.296,52 ton," ujar Agung.


Untuk tingkat eceran, harga pangan pokok dan strategis pada minggu IV November sebagian besar mengalami penurunan dibandingkan tahun 2016 dan tahun 2017 pada periode yang sama, kecuali daging ayam ras dan telur ayam ras.


"Jika dibandingkan dengan Tahun 2017, harga yang mengalami penurunan yaitu cabai merah (6,89%) bawang merah (4,69%), minyak goreng (5,42%), gula pasir (4,41%) dan daging sapi (0,34%).  Sementara daging ayam ras dan telur ayam ras masing-masing mengalami kenaikan sekitar 5%," urai Agung.


Agung juga menjelaskan, Badan Ketahanan Pangan sebagai bagian dari Pemerintah akan melaksanakan rencana aksi pengamanan stabilisasi harga dan pasokan pangan menjelang HBKN Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 antara lain: (a) Rakor seluruh instansi dan pemangku kepentingan terkait pengamanan pasokan dan stabilisasi harga pangan di tingkat pusat dan daerah; (b) Pemantauan pasokan dan harga pangan pokok/strategis terutama di pasar utama dan wilayah sentra produksi; (c) Melakukan Gelar Pangan Murah (GPM)/Operasi Pasar (OP) selektif dengan stakeholder terkait untuk komoditas pangan dan wilayah tertentu; dan (d) Fokus 9 Provinsi yang mayoritas merayakan Natal dan Tahun Baru: Sumatera Utara, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DIY, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, NTT dan Maluku.


"Dari kondisi lapangan tersebut, pemerintah optimis sampai akhir tahun 2018, terutama pada periode HBKN Natal dan Tahun Baru kondisi ketersediaan dan harga pangan pokok dan strategis tetap aman dan stabil," pungkas Agung.

Berita Terkait

  • Kepala BKP Kementan "Kembangkan Obor Pangan Lestari di seluruh Indonesia

    Ketahanan pangan nasional dimulai dari ketahanan pangan rumah tangga,  karena itu sangat penting bagi setiap rumahtangga dapat mengakses pangan dengan mudah.


    "Jadikan dan manfaatkan lahan pekarangan sebagai sumberdaya atau aset yang keluarga, untuk memenuhi kebutuhan pangan," ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan Agung Hendriadi saat mengunjungi program Obor Pangan Lestari (OPAL) Minggu (16/12) di Sulawesi Selatan.


    Menurut Agung, dengan memanfaatkan lahan pekarangan,  pangan dapat tersedia setiap saat untuk memenuhi kebutuhan keluarga.  


    "Manfaatkan lahan pekarang...

  • Kementan Gelar Telur Murah, Jelang Natal 2018 dan Tahun Baru 2019

    Menjelang natal 2018 dan tahun baru 2019, sebagaimana tren yang sering terjadi tahun-tahun sebelumnya, beberapa bahan pangan pokok cenderung mengalami kenaikan harga.


    Mengantisipasi hal tersebut, berbagai upaya dan langkah strategis telah dilakukan Pemerintah. Dalam hal ini Kementerian Pertanian telah  meningkatkan produksi pangan, sehingga ketersediaan dan stok pangan tercukupi.


    Khusus komoditas Telur Ayam Ras yang akhir-akhir ini mengalami  tren kenaikan harga, karena beberapa hal,  antara lain faktor kenaikan konsumsi masyarakat memperoleh telur untuk membuat kue, makanan dan se...

  • Kabadan BKP Kunjungi Korporasi Petani Sorghum di Mataram

    Di sela-sela menghadiri Seminar Nasional di Mataram, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi mengunjungi perusahaan UMKM yang bergerak di Industri Pangan Lokal, yaitu _CV. Yant Sorghum_, Kamis (13/12).


    Perusahaan yang diinisasi Yanti,  membudidayakan tanaman sorghum pada areal 50 hektar dengan petani binaan 200 orang, dengan konsep korporasi petani.


    "Saya sangat mengapresiasi apa yang dilakukan dan dikembangkan ibu yanti  dalam pengembangan tanaman sorghum dengan konsep korporasi petani," kata Agung.


    Korporasi petani adalah model bisnis yang dikem...