Jaga Stabilisasi Harga dan Pasokan Pangan, TTIC Daerah Terus Bertambah

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 09 May, 2018

Views: 537

Jaga Stabilisasi Harga dan Pasokan Pangan, TTIC Daerah Terus Bertambah


Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan bahan pangan menjelang Ramadhan,  pemerintah Provinsi Aceh melakukan Peresmian Toko Tani Indonesia Center (TTIC), TTIC menggelar pangan pokok strategis dengan harga yang murah dan berkualitas kepada masyarakat di Bandar Baru Lamprit, Banda Aceh, Rabu (9/5/18).


Dalam sambutan tertulisnya Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian Agung Hendriadi yang dibacakan Kepala Bagian Evaluasi dan Pelaporan BKP Hasanudin Rumra menyebutkan bahwa TTIC di daerah merupakan upaya sinergitas di tingkat pusat dan daerah terutama pada masa hari besar keagamaan nasional (HBKN).


"Ini adalah salah satu upaya untuk menjaga stabilisasi harga dan pasokan sebagai bagian dalam pembangunan ketahanan pangan" ungkap nya.


Selanjutnya dikatakan Hasan, TTIC merupakan lembaga yang dibentuk untuk meningkatkan efisiensi pasokan pangan dari produsen di wilayah sentra ke TTI di wilayah konsumen.


"TTIC juga merupakan sarana bagi gapoktan/supplier pangan pokok strategis untuk memasarkan komoditas pangan" tegas nya.


Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Aceh Darmawan dalam sambutan nya juga mengungkapkan bahwa kebutuhan pangan harus tersedia hingga ke daerah-daerah terpencil, selain jumlah dan cadangan pangan harus cukup, bahan pangan itu juga harus bermutu,aman,bersih dan halal serta berbasis pada potensi pangan lokal.


"Dengan demikian terjadinya rawan pangan dan gizi dapat diantisipasi sejak dini" tegas nya.


Selanjutnya Darmawan mengungkapkan bahwa Perhatian pemerintah Aceh bukan hanya fokus pada peningkatan produksi dan produktivitas petani saja tapi juga menyangkut kemudahan distribusi dan penjualan agar lebih cepat dan menguntungkan bagi para pihak, petani ataupun konsumen.


"Program tersebut kita namakan "Aceh Troe" yang tujuan utamanya mengurangi kerawanan pangan, mengembangkan kawasan lumbung pangan serta mewujudkan ketersediaan pangan untuk  mencapai Program Aceh Hebat tahun 2022” tegas nya.


Dalam acara yang mendapat antusiasme masyarakat ini, dijual berbagai bahan pangan pokok strategis berkualitas dan terjangkau, antara lain  beras Rp. 42.500/5kg, gula 12.000/kg, daging sapi beku 105.000/kg, minyak goreng 13.000/liter, telur 1.150/butir, cabe merah 30.000/kg dan bawang merah aceh 32.000/kg.


Hadir dalam acara ini Kepala Dinas Pangan Aceh dan para Kepala Dinas Provinsi Aceh, Bulog, perwakilan BI, Gapoktan PUPM, Perwakilan TTI, Distributor Pangan Pokok dan Strategis, Asosiasi dan Masyarakat yamg memadati lokasi acara.

Berita Terkait

  • BKP Kementan Kembangkan Industri Pangan Berbasis Tepung Lokal

    Untuk dapat menyediakan tepung berbasis pangan lokal yang dibutuhkan industri pangan,  Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian terus memantapkan persiapan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL), dengan mengundang sejumlah pakar dari berbagai perguruan tinggi.

    Menurut Kepala BKP Agung Hendriadi, kegiatan PIPL  diarahkan untuk memproduksi tepung berbasis pangan lokal guna menyediakan bahan baku alternatif bagi industri olahan pangan.

    "Kami akan memproduksi tepung berbasis pangan lokal dengan kualitas yg baik untuk mendukung industri pangan dalam negeri," jelas Agung dalam pertemuan...

  • Kepala BKP Kementan Dorong Bulog dan Perpadi Jawa Tengah dan DI. Yogyakarta Serap Gabah Petani

    Untuk meningkatkan genyerapan gabah/beras petani (Sergap), Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) Agung Hendriadi menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Sergap di wilayah Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta di Kota Yogyakarta, Sabtu (9/2/2019).

    Dalam penjelasannya, Agung memperkirakan produksi beras tahun 2019 sangat besar, yaitu mencapai 32,5 juta ton, sedangkan konsumsi masyarakat 111,5 Kg/Kap/Th atau 29,5 juta ton, sehingga akan terjadi surplus sebesar 3 juta ton beras.

    “Tahun ini kita akan surplus, semoga peluang bisnisnya bisa dimanfaatkan BULOG untuk ekspor karena c...

  • Tim Sergap Lampung Kejar Target Serapan 81.358

    Upaya peningkatan serapan gabah/beras petani (Sergap) terus dilakukan. Provinsi Lampung sebagai salah satu dari 12 provinsi sentra produksi beras  memiliki target yang cukup besar untuk dicapai, yakni 81.358 ton hingga Maret 2019. Dalam rapat koordinasi di kantor divre Bulog Lampung, Kamis (7/2) pagi, telah dibahas berbagai kendala dan strategi pencapaian target.

    Upaya mengejar pencapaian target sangat penting, mengingat serapan baru mencapai 157 ton atau sekitar 15,38% dari target di Januari.

    Kepala Pusat Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertani...