Jaga Stabilisasi Harga dan Pasokan Pangan, TTIC Daerah Terus Bertambah

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 09 May, 2018

Views: 386

Jaga Stabilisasi Harga dan Pasokan Pangan, TTIC Daerah Terus Bertambah


Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan bahan pangan menjelang Ramadhan,  pemerintah Provinsi Aceh melakukan Peresmian Toko Tani Indonesia Center (TTIC), TTIC menggelar pangan pokok strategis dengan harga yang murah dan berkualitas kepada masyarakat di Bandar Baru Lamprit, Banda Aceh, Rabu (9/5/18).


Dalam sambutan tertulisnya Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian Agung Hendriadi yang dibacakan Kepala Bagian Evaluasi dan Pelaporan BKP Hasanudin Rumra menyebutkan bahwa TTIC di daerah merupakan upaya sinergitas di tingkat pusat dan daerah terutama pada masa hari besar keagamaan nasional (HBKN).


"Ini adalah salah satu upaya untuk menjaga stabilisasi harga dan pasokan sebagai bagian dalam pembangunan ketahanan pangan" ungkap nya.


Selanjutnya dikatakan Hasan, TTIC merupakan lembaga yang dibentuk untuk meningkatkan efisiensi pasokan pangan dari produsen di wilayah sentra ke TTI di wilayah konsumen.


"TTIC juga merupakan sarana bagi gapoktan/supplier pangan pokok strategis untuk memasarkan komoditas pangan" tegas nya.


Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Aceh Darmawan dalam sambutan nya juga mengungkapkan bahwa kebutuhan pangan harus tersedia hingga ke daerah-daerah terpencil, selain jumlah dan cadangan pangan harus cukup, bahan pangan itu juga harus bermutu,aman,bersih dan halal serta berbasis pada potensi pangan lokal.


"Dengan demikian terjadinya rawan pangan dan gizi dapat diantisipasi sejak dini" tegas nya.


Selanjutnya Darmawan mengungkapkan bahwa Perhatian pemerintah Aceh bukan hanya fokus pada peningkatan produksi dan produktivitas petani saja tapi juga menyangkut kemudahan distribusi dan penjualan agar lebih cepat dan menguntungkan bagi para pihak, petani ataupun konsumen.


"Program tersebut kita namakan "Aceh Troe" yang tujuan utamanya mengurangi kerawanan pangan, mengembangkan kawasan lumbung pangan serta mewujudkan ketersediaan pangan untuk  mencapai Program Aceh Hebat tahun 2022” tegas nya.


Dalam acara yang mendapat antusiasme masyarakat ini, dijual berbagai bahan pangan pokok strategis berkualitas dan terjangkau, antara lain  beras Rp. 42.500/5kg, gula 12.000/kg, daging sapi beku 105.000/kg, minyak goreng 13.000/liter, telur 1.150/butir, cabe merah 30.000/kg dan bawang merah aceh 32.000/kg.


Hadir dalam acara ini Kepala Dinas Pangan Aceh dan para Kepala Dinas Provinsi Aceh, Bulog, perwakilan BI, Gapoktan PUPM, Perwakilan TTI, Distributor Pangan Pokok dan Strategis, Asosiasi dan Masyarakat yamg memadati lokasi acara.

Berita Terkait

  • Kepala BKP Kementan : Ketersediaan Pangan Cukup, Distribusi Perlu Pengawasan

    Memasuki hari pertama puasa, masyarakat tidak perlu khawatir dalam mencukupi kebutuhan pangannya, karena ketersediaan pangan cukup.

    "Sekali lagi saya katakan, masyarakat tidak perlu khawatir, karena ketersediaan pangan kita cukup, bahkan sampai pasca idulfitri 2018. Ini saya bicara berdasarkan data-data yang kami miliki," Kata Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi, ketika menerima beberapa media di ruang kerjanya, Kamis (17/5).

    Agung menjelaskan bahwa, tugas Kementan menjaga produksi agar mampu memenuhi stok sesuai kebutuhan. Contohnya  kebutuhan beras setiap bul...

  • Kepala Badan Memantau Langsung Ketersediaan Pangan Strategis Menjelang HBKN 2018

    Kepala BKP mengungkapkan bahwa untuk memudahkan masyarakat membeli pangan murah berkualitas, Kementan Melalui Toko Tani Indonesia bekerja sama dengan PD. Pasar Jaya dan PT. Food Station melakukan Gelar Pangan Murah (GPM) di 235 Titik.

  • Pemerintah pastikan pasokan daging sapi/kerbau aman jelang puasa 2018

    Perjanjian kerjasama ini bertujuan untuk membantu memastikan ketersediaan bahan pokok khususnya komoditas daging sapi/kerbau, untuk membantu menstabilkan bahan pokok komoditi tersebut di wilayah provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta dalam rangka menghadapi hari besar keagamaan nasional tahun 2018.