JAGA HARGA PANGAN, BADAN KETAHANAN PANGAN GELAR BAZAR MURAH

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 08 Apr, 2016

Views: 130

Jakarta, 7 April 2016 , Sebagai upaya dalam menjaga harga pangan pokok ditingkat konsumen, Badan Ketahanan Pangan kembali mengelar Bazar Murah di tiga lokasi pasar, yakni Pasar Cijantung, Pasar Rawa Sari dan Pasar Ciplak. Kegiatan Bazar Murah ini pantau langsung oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan bersama Sekretaris Badan Ketahanan Pangan. Dalam kegiatan bazar murah ini menjual bahan pangan pokok yang dibutuhkan oleh masyarakat sehari-hari, yakni beras, cabai dan bawang merah. Kegiatan bazar murah ini merupakan cara paling efektif untuk membuat harga komoditas panghan menjadi murah tanpa harus merugijkan petani. Petani untung, pedagang memperoleh margin yang wajar dan masyarakat bisa memenuhi kebutuhan dengan harga murah dan terjangkau,” ujar Gardjita Budi (Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian). Sedemikian pentingnya bazar murah ini, keberadaan TTI menjadi tak kalah penting. Dengan TTI menurut Kepala Badan Ketahanan Pangan yakin rantai pasokan pangan dapat diperpendek 3 hingga 4 pelaku. “Dengan begitu, petani akan untung dan masyarakat dapat membeli pangan dengan harga murah”. Pada bazar murah di tiga lokasi pasar, beras dijual dengan harga Rp. 7.500/kg, bawang merah Rp. 10.000 per 3 ons, cabai rawit merah Rp. 7.000 per 2 ons, dan cabai merah keriting Rp, 9.000 per 3 ons. Kami menjual dalam takaran kecil agar tidak ada yang borong kemudian dijual lagi. Bazar murah ini khusus untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sehari-hari” tutur Kepala Badan Ketahanan Pangan. Kegiatan bazar murah ini mendapat respon dari masyarakat disekitarnya terlihat dari antusias masyarakat untuk membeli produk pangan murah ini. Masyarkat sekitarnya mengaku senang dengan digelarnya bazar murah bisa mendapat bahan pangan dengan harga murah dibanding yang dijual di pasar.

Berita Terkait

  • Khawatir Harga Gabah Anjlok, Petani Minta Bulog Lakukan Pembelian Sekarang

    Beberapa daerah sentra produksi beras saat ini sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil usahataninya. Namun beberapa petani  mengeluh karena harga jatuh dan Bulog belum bergerak melakukan pembelian.

    Sejumlah petani di daerah sentra produksi yang dihubungi mengeluhkan dan mengharapkan Bulog segera turun tangan melalukan pembelian gabah mereka.

    Lalu Saleh,  petani dari Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat mengeluhkan,  sudah seminggu ini harga gabah menyentuh angka Rp. 4.000/kg gabah kering panen (gkp).

    "Sudah seminggu ini harga gabah mencapai 4.000 dan cenderung turun teru...

  • BKP Kementan Tugaskan CPNS Kawal Program PKU dan PIPL

    Setiap tahun Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengidentifikasi lokasi-lokasi yang masih terdapat kerentanan pangan di Indonesia dengan basis Kabupaten.

    Setelah berhasil meningkatkan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Kawasan Mandiri Pangan, mulai tahun 2019 BKP melakukan intervensi melalui Pengembangan  Koorporasi Usahatani (PKU) dan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL).

    Tujuan kegiatan PKU adalah meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompoktani dan kesejahteraan petani.

    Sedangkan PIPL bertujuan untuk meningka...

  • Program Kampung Hijau Sejahtera Sebagai Pengembangan KRPL Kementan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

    Pandeglang (BKP) - Jawa Barat.  Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja tahun ini meluncurkan sebuah kegiatan bertajuk Kampung Hijau Sejahtera (Kampung Hijrah) pertama kalinya di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, prorinsi Banten Senin (11/3).

    Kegiatan Kampung Hijrah  bertujuan untuk memanfaatkan dan  menghijaukan pekarangan guna meningkatkan ekonomi produktif keluarga serta pelestarian tanaman lokal.

    Kegiatan ini digagas dan dipelopori oleh OASE KK bidang Lingkungan Hijau (bidang V) yang diketuai oleh Rugaiya Usman Wiranto (Kementerian Koordinator Bidang P...