INISIATIF ZERO HUNGER CHALLENGE : Mewujudkan Dunia Tanpa Kelaparan

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 24 Jun, 2016

Views: 615

INISIATIF ZERO HUNGER CHALLENGE 
MEWUJUDKAN DUNIA TANPA KELAPARAN

Inisiatif Zero Hunger Challenge (ZHC) telah diangkat dan diperkenalkan oleh UN Secretary-General Ban Ki-Moon pada tahun 2012 melalui lima pilar yang akan dicapai sampai tahun 2025, yaitu: a) 100% akses pangan yang mencukupi sepanjang tahun; b) Pengentasan kasus Stuntingpada Anak dibawah 2 Tahun; c) Semua sistem pangan berkelanjutan;d) Penggandaan produktivitas dan pendapatan petani kecil;dan e) Tidak ada lagi kehilangan hasil dan pemborosan pangan.

Seiring dengan mandat FAO untuk mewujudkan dunia tanpa kelaparan, Dr. Graziano Da Silva, Dirjen FAO yang kembali terpilih pada periode 2015-2019 semakin menggaungkan inisiatif ini melalui beberapa aksi kolaboratif di tingkat regional khususnya di Kawasan Asia Pasifik dan Afrika. Di kawasan Asia Pasifik, Dr. Graziano Da Silva menyebutkan bahwa Filipina dan lima Negara lainnya telah secara resmi mencanangkan inisiatif tersebut, sedangkan Indonesia, India dan Bangladesh sedang pada tahap pembahasan.

Untuk berbagi pengalaman dalam pencanangan dan implementasi ZHC di beberapa Negara, FAO telah menyelenggarakan Side Event Zero Hunger Challenge pada hari Senin, 8 Juni 2015 bertempat di Green Room, FAO Headquarter, Roma, Italia yang juga dihadiri oleh Delegasi Indonesia pada sidang FAO Conference ke-39 dari BKP dan PKLN Setjen Kementan.

Dalam sambutannya pada acara tersebut, Dr. Graziano Da Silva menyebutkan bahwa terdapat common element dalam implementasi ZHC diantaranya upaya perlindungan sosial, program pemberdayaan masyarakat dan praktek family farming.  Lesson learn disampaikan oleh Malawi, Lao PDR dan Equador. Komitmen pemerintah di Malawi diwujudkan dengan kebijakan subsidi input berupa benih dan pupuk, implementasi School Feeding Program, dan perlindungan sosial. Lao PDR berpegang pada 4 komponen kunci, yaitu stabilitas politik; political will pada sektor pangan; investasi dan technology transfer; dan pembangunan sosial dan desentralisasi. Adapun di Equador, petani skala kecil merupakan target utama pengentasan kemiskinan dan terdapat kebijakan publik yang sifatnya cross-cutting dan melibatkan lintas sektor.

Beragam lesson learn dari Negara-negara tersebut dapat menjadi pertimbangan bagi Indonesia untuk mempersiapkan lebih lanjut upaya pencanangan ZHC di Indonesia, serta penyesuaian dengan target, prioritas nasional dan upaya implementasinya. Mengingat bahwa pencapaian lima target Zero Hunger Challenge (ZHC) melibatkan komitmen lintas K/L diantaranya Kemtan, KKP, KLHK, Kemkes, PU, Kemenristek, Dikti, Bappenas, Kemenko PMK, dan Kemenko Perekonomian sehingga perlu semakin terkoordinir antar lintas sektor untuk mewujudkan Indonesia bebas dari kelaparan.

Berita Terkait

  • Kementan Gandeng Pemprov Sumut Gelar OP Bawang Putih

    Medan - Untuk meredam melonjaknya harga bawang putih di Sumatera Utara (Sumut) yang sempat menyentuh harga Rp.90.000/kg, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengadakan Operasi Pasar.

    Sebanyak 5 container  masing-masing 29 ton bawang putih impor yang tiba  di Belawan Rabu, (13/4) langsung disebar di berbagai pasar di kota Medan.

    "Operasi pasar ini kami lakukan untuk menstabilkan harga bawang putih di tingkat konsumen yang mengalami tren kenaikan beberapa waktu terakhir," ujar  Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan Riwantoro saat mel...

  • Kementan Pastikan Pasokan Pangan Pokok Aman Selama Ramadhan dan Iedul Fitri

    Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan pangan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) terutama bulan Ramadhan dan Iedul Fitri 1440 H mencukupi. Kepastian tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9).

    "Kita sudah cek, kondisi ketersediaan pangan pokok kita aman, baik untuk bulan puasa dan hari raya Iedul Fitri," terang Agung, dalam acara bertajuk 'Pengendalian Harga Pangan' tersebut di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...

  • Harga Cabai Jatuh, Kementan Gerak Cepat Bantu Petani Tuban

    Memasuki panen raya, harga berbagai jenis cabai di Kabupaten Tuban Jawa Timur, khususnya di Kecamatan Grabagan jatuh. Laporan petugas pencatat harga,  Sabtu (11/5), harga cabai rawit merah (CRM) sekitar 4.500/kg dan cabai merah keriting (CMK) Rp 5.500/kg, dari harga seminggu sebelumnya yang berkisar Rp 10.000/kg.

    Merespon kondisi tersebut, Kementerian Pertanian bergerak cepat turun lapangan membeli cabai  petani dengan harga yang lebih mahal, yakni Rp. 8.000/kg untuk mencegah kerugian petani sekaligus  memberi semangat agar petani tetap menanam pada musim berikutnya.

    "Kami bersama-sama turun k...