Ini Rahasianya Toko Tani Indonesia Bisa Jual Beras Murah Rp 8.000/Kg

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 19 Dec, 2017

Views: 280

Bandung, Kementerian Pertanian (Kementan) menempuh berbagai cara agar harga beras bisa terjangkau dan stabil di pasaran. Salah satunya dengan memanfaatkan jaringan Toko Tani Indonesia (TTI) yang memotong panjangnya rantai pasok dari petani ke konsumen akhir.

Kapala Badan Ketahanan Pangan Kementan, Agung Hendriadi, mengungkapkan TTI bisa menjual beras dengan harga cukup murah lantaran membelinya langsung dari kelompok tani. Harga beras dengan kualitas medium di TTI saat ini dibanderol Rp 8.000/kg.

"Hari ini TTI bisa jual beras medium ke masyarakat Rp 8.000/kg. Karena enggak banyak rantai pasok. Dari kelompok tani ke TTI harganya Rp 7.700/kg. Sementara harga gabahnya (kering) dari petani Rp 6.200/kg. Marginnya Rp 300/kg," kata Agung ditemui di Desa Wargamekar, Baleendah, Kabupaten Bandung, Minggu (19/11/2017). Dia mencontohkan, beras yang disuplai ke TTI di Jabodetabek salah satunya berasal dari Gapoktan (gabungan kelompok tani) Mekar di Desa Wargamekar. Gapoktan tersebut terdiri dari 650 petani yang tergabung dalam 13 kelompok tani.

"Gabungan kelompok tani di sini kuasai 360 hektar dengan jumlah kelompok tani 13. Di seluruh Indonesia ada 900 Gapoktan untuk TTI ini yang sudah dibangun. Setelah digiling dari sini, langsung didistribusikan ke konsumen lewat TTI," ujar Agung. Selain relatif lebih murah, sambungnya, keberadaan TTI juga berada di lingkungan dekat masyarakat sehingga sangat mudah dijangkau. Saat ini, ada 2.500 TTI di seluruh Indonesia, serta ditargetkan bisa bertambah menjadi 1.000 di tahun akhir tahun.

"Kalau dengan TTI ini kan dipangkas dari sebelumnya 7 rantai pasok hanya jadi 3 saja, dari Gapoktan ke TTI, kemudian langsung ke konsumen. Poin pentingnya lagi, TTI ini ada lingkungan masyarakat, bahkan ada yang diantar ke rumah kalau belinya lebih dari 5 kg. Pedagang TTI tidak bisa jual dengan harga semau sendiri, tapi kita jamin suplainya," ungkap Agung.

Sementara itu, Ketua Gapoktan Mekar, Asefullah, menuturkan keberadaan TTI cukup membantu kelompoknya memasarkan beras langsung ke konsumen akhir. Dengan panen yang cukup besar saat sekarang, harga jual beras ke TTI dan pasar seperti ke Pasar Induk Cipinang saat ini hampir sama, namun pihaknya diuntungkan dengan pasar yang lebih luas langsung ke konsumen. "Kebetulan kalau saat ini harganya sama. Tapi sangat bermanfaat untuk pasar yang lebih banyak. Kita jual beras ke TTI harganya Rp 7.700/kg. Dari Mei sampai sekarang kita sudah suplai untuk TTI dari Gapoktan sudah 41 ton. Sampai Desember 50 ton," papar Asefullah. Sumber : detik.com

Berita Terkait

  • Khawatir Harga Gabah Anjlok, Petani Minta Bulog Lakukan Pembelian Sekarang

    Beberapa daerah sentra produksi beras saat ini sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil usahataninya. Namun beberapa petani  mengeluh karena harga jatuh dan Bulog belum bergerak melakukan pembelian.

    Sejumlah petani di daerah sentra produksi yang dihubungi mengeluhkan dan mengharapkan Bulog segera turun tangan melalukan pembelian gabah mereka.

    Lalu Saleh,  petani dari Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat mengeluhkan,  sudah seminggu ini harga gabah menyentuh angka Rp. 4.000/kg gabah kering panen (gkp).

    "Sudah seminggu ini harga gabah mencapai 4.000 dan cenderung turun teru...

  • BKP Kementan Tugaskan CPNS Kawal Program PKU dan PIPL

    Setiap tahun Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengidentifikasi lokasi-lokasi yang masih terdapat kerentanan pangan di Indonesia dengan basis Kabupaten.

    Setelah berhasil meningkatkan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Kawasan Mandiri Pangan, mulai tahun 2019 BKP melakukan intervensi melalui Pengembangan  Koorporasi Usahatani (PKU) dan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL).

    Tujuan kegiatan PKU adalah meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompoktani dan kesejahteraan petani.

    Sedangkan PIPL bertujuan untuk meningka...

  • Program Kampung Hijau Sejahtera Sebagai Pengembangan KRPL Kementan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

    Pandeglang (BKP) - Jawa Barat.  Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja tahun ini meluncurkan sebuah kegiatan bertajuk Kampung Hijau Sejahtera (Kampung Hijrah) pertama kalinya di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, prorinsi Banten Senin (11/3).

    Kegiatan Kampung Hijrah  bertujuan untuk memanfaatkan dan  menghijaukan pekarangan guna meningkatkan ekonomi produktif keluarga serta pelestarian tanaman lokal.

    Kegiatan ini digagas dan dipelopori oleh OASE KK bidang Lingkungan Hijau (bidang V) yang diketuai oleh Rugaiya Usman Wiranto (Kementerian Koordinator Bidang P...