Ini Rahasianya Toko Tani Indonesia Bisa Jual Beras Murah Rp 8.000/Kg

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 19 Dec, 2017

Views: 326

Bandung, Kementerian Pertanian (Kementan) menempuh berbagai cara agar harga beras bisa terjangkau dan stabil di pasaran. Salah satunya dengan memanfaatkan jaringan Toko Tani Indonesia (TTI) yang memotong panjangnya rantai pasok dari petani ke konsumen akhir.

Kapala Badan Ketahanan Pangan Kementan, Agung Hendriadi, mengungkapkan TTI bisa menjual beras dengan harga cukup murah lantaran membelinya langsung dari kelompok tani. Harga beras dengan kualitas medium di TTI saat ini dibanderol Rp 8.000/kg.

"Hari ini TTI bisa jual beras medium ke masyarakat Rp 8.000/kg. Karena enggak banyak rantai pasok. Dari kelompok tani ke TTI harganya Rp 7.700/kg. Sementara harga gabahnya (kering) dari petani Rp 6.200/kg. Marginnya Rp 300/kg," kata Agung ditemui di Desa Wargamekar, Baleendah, Kabupaten Bandung, Minggu (19/11/2017). Dia mencontohkan, beras yang disuplai ke TTI di Jabodetabek salah satunya berasal dari Gapoktan (gabungan kelompok tani) Mekar di Desa Wargamekar. Gapoktan tersebut terdiri dari 650 petani yang tergabung dalam 13 kelompok tani.

"Gabungan kelompok tani di sini kuasai 360 hektar dengan jumlah kelompok tani 13. Di seluruh Indonesia ada 900 Gapoktan untuk TTI ini yang sudah dibangun. Setelah digiling dari sini, langsung didistribusikan ke konsumen lewat TTI," ujar Agung. Selain relatif lebih murah, sambungnya, keberadaan TTI juga berada di lingkungan dekat masyarakat sehingga sangat mudah dijangkau. Saat ini, ada 2.500 TTI di seluruh Indonesia, serta ditargetkan bisa bertambah menjadi 1.000 di tahun akhir tahun.

"Kalau dengan TTI ini kan dipangkas dari sebelumnya 7 rantai pasok hanya jadi 3 saja, dari Gapoktan ke TTI, kemudian langsung ke konsumen. Poin pentingnya lagi, TTI ini ada lingkungan masyarakat, bahkan ada yang diantar ke rumah kalau belinya lebih dari 5 kg. Pedagang TTI tidak bisa jual dengan harga semau sendiri, tapi kita jamin suplainya," ungkap Agung.

Sementara itu, Ketua Gapoktan Mekar, Asefullah, menuturkan keberadaan TTI cukup membantu kelompoknya memasarkan beras langsung ke konsumen akhir. Dengan panen yang cukup besar saat sekarang, harga jual beras ke TTI dan pasar seperti ke Pasar Induk Cipinang saat ini hampir sama, namun pihaknya diuntungkan dengan pasar yang lebih luas langsung ke konsumen. "Kebetulan kalau saat ini harganya sama. Tapi sangat bermanfaat untuk pasar yang lebih banyak. Kita jual beras ke TTI harganya Rp 7.700/kg. Dari Mei sampai sekarang kita sudah suplai untuk TTI dari Gapoktan sudah 41 ton. Sampai Desember 50 ton," papar Asefullah. Sumber : detik.com

Berita Terkait

  • Kementan Gandeng Pemprov Sumut Gelar OP Bawang Putih

    Medan - Untuk meredam melonjaknya harga bawang putih di Sumatera Utara (Sumut) yang sempat menyentuh harga Rp.90.000/kg, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengadakan Operasi Pasar.

    Sebanyak 5 container  masing-masing 29 ton bawang putih impor yang tiba  di Belawan Rabu, (13/4) langsung disebar di berbagai pasar di kota Medan.

    "Operasi pasar ini kami lakukan untuk menstabilkan harga bawang putih di tingkat konsumen yang mengalami tren kenaikan beberapa waktu terakhir," ujar  Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan Riwantoro saat mel...

  • Kementan Pastikan Pasokan Pangan Pokok Aman Selama Ramadhan dan Iedul Fitri

    Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan pangan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) terutama bulan Ramadhan dan Iedul Fitri 1440 H mencukupi. Kepastian tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9).

    "Kita sudah cek, kondisi ketersediaan pangan pokok kita aman, baik untuk bulan puasa dan hari raya Iedul Fitri," terang Agung, dalam acara bertajuk 'Pengendalian Harga Pangan' tersebut di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...

  • Harga Cabai Jatuh, Kementan Gerak Cepat Bantu Petani Tuban

    Memasuki panen raya, harga berbagai jenis cabai di Kabupaten Tuban Jawa Timur, khususnya di Kecamatan Grabagan jatuh. Laporan petugas pencatat harga,  Sabtu (11/5), harga cabai rawit merah (CRM) sekitar 4.500/kg dan cabai merah keriting (CMK) Rp 5.500/kg, dari harga seminggu sebelumnya yang berkisar Rp 10.000/kg.

    Merespon kondisi tersebut, Kementerian Pertanian bergerak cepat turun lapangan membeli cabai  petani dengan harga yang lebih mahal, yakni Rp. 8.000/kg untuk mencegah kerugian petani sekaligus  memberi semangat agar petani tetap menanam pada musim berikutnya.

    "Kami bersama-sama turun k...