Indonesia Tuan Rumah Pertemuan The 5th Meeting Of Asean Plus Three Emergency Rice Reserve (APTERR) Council Tahun 2017

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 05 May, 2017

Views: 189

Depansar- Bali, Ketahanan pangan merupakan isu besar di dunia, termasuk negara-negara anggota ASEAN. Wajar jika persoalan ketahanan pangan, utamanya pada sisi ketersediaan tingkat ASEAN bukan hanya menjadi tanggung jawab regional semata, tetapi juga negara-negara lain di luar ASEAN, terutama China, Korea Selatan dan Jepang yang secara geografis maupun sosial politis memiliki keterkaitan. Ketiga negara di luar ASEAN ini tergabung dalam ASEAN Plus Three Emergency Rice Reserve (APTERR). Tahun 2017 ini, Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggaraan pertemuan APTERRke 5 yang akan diselenggarakan pada tanggal 3 - 4 Mei 2017 di Bali. Pertemuan APTERR dihadiri 10 negara ASEAN plus China, Korea Selatan dan Jepang, secara spesifik membahas beberapa agenda utama, diantaranya: 1) kesertaan kontribusi dana endowment dan dana opersional tiap negara anggota APTERR, 2) laporan realisasi rencana kerja dan rencana anggaran tahun 2016, 3) rencana perbaikan manajemen anggaran Sekretariat APTERR 2018-2022, 4) laporan pelaksaan program Tier 3 tahun 2014, dan 5) progress kegiatan program Tier 3 tahun 2015-2016. Melalui pertemuan tersebut diharapkan keberadan APTERR semakin professional dan menjadi organisasi yang solid dan mampu menjadi bagian dalam usaha menciptakan ketahanan pangan, khusus membantu mengatasi persoalan kerawanan pangan (food insecurity) dalam skala regional. APTERR dibentuk di Jakarta pada Oktober 2011 ini merupakan instrument body dibawah organisasi ASEAN dengan tujuan, pertama: penyediaan cadangan pangan (beras) selama keadaan darurat; kedua: menjaga stabilitas harga beras dan ketiga: meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan petani. Selama berdiri dan beperan dalam membantu mengurangi risiko kerawanan pangan di kawasan negara ASEAN Plus Three.

Berita Terkait

  • Khawatir Harga Gabah Anjlok, Petani Minta Bulog Lakukan Pembelian Sekarang

    Beberapa daerah sentra produksi beras saat ini sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil usahataninya. Namun beberapa petani  mengeluh karena harga jatuh dan Bulog belum bergerak melakukan pembelian.

    Sejumlah petani di daerah sentra produksi yang dihubungi mengeluhkan dan mengharapkan Bulog segera turun tangan melalukan pembelian gabah mereka.

    Lalu Saleh,  petani dari Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat mengeluhkan,  sudah seminggu ini harga gabah menyentuh angka Rp. 4.000/kg gabah kering panen (gkp).

    "Sudah seminggu ini harga gabah mencapai 4.000 dan cenderung turun teru...

  • BKP Kementan Tugaskan CPNS Kawal Program PKU dan PIPL

    Setiap tahun Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengidentifikasi lokasi-lokasi yang masih terdapat kerentanan pangan di Indonesia dengan basis Kabupaten.

    Setelah berhasil meningkatkan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Kawasan Mandiri Pangan, mulai tahun 2019 BKP melakukan intervensi melalui Pengembangan  Koorporasi Usahatani (PKU) dan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL).

    Tujuan kegiatan PKU adalah meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompoktani dan kesejahteraan petani.

    Sedangkan PIPL bertujuan untuk meningka...

  • Program Kampung Hijau Sejahtera Sebagai Pengembangan KRPL Kementan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

    Pandeglang (BKP) - Jawa Barat.  Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja tahun ini meluncurkan sebuah kegiatan bertajuk Kampung Hijau Sejahtera (Kampung Hijrah) pertama kalinya di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, prorinsi Banten Senin (11/3).

    Kegiatan Kampung Hijrah  bertujuan untuk memanfaatkan dan  menghijaukan pekarangan guna meningkatkan ekonomi produktif keluarga serta pelestarian tanaman lokal.

    Kegiatan ini digagas dan dipelopori oleh OASE KK bidang Lingkungan Hijau (bidang V) yang diketuai oleh Rugaiya Usman Wiranto (Kementerian Koordinator Bidang P...