Indonesia Tuan Rumah Pertemuan The 5th Meeting Of Asean Plus Three Emergency Rice Reserve (APTERR) Council Tahun 2017

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 05 May, 2017

Views: 232

Depansar- Bali, Ketahanan pangan merupakan isu besar di dunia, termasuk negara-negara anggota ASEAN. Wajar jika persoalan ketahanan pangan, utamanya pada sisi ketersediaan tingkat ASEAN bukan hanya menjadi tanggung jawab regional semata, tetapi juga negara-negara lain di luar ASEAN, terutama China, Korea Selatan dan Jepang yang secara geografis maupun sosial politis memiliki keterkaitan. Ketiga negara di luar ASEAN ini tergabung dalam ASEAN Plus Three Emergency Rice Reserve (APTERR). Tahun 2017 ini, Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggaraan pertemuan APTERRke 5 yang akan diselenggarakan pada tanggal 3 - 4 Mei 2017 di Bali. Pertemuan APTERR dihadiri 10 negara ASEAN plus China, Korea Selatan dan Jepang, secara spesifik membahas beberapa agenda utama, diantaranya: 1) kesertaan kontribusi dana endowment dan dana opersional tiap negara anggota APTERR, 2) laporan realisasi rencana kerja dan rencana anggaran tahun 2016, 3) rencana perbaikan manajemen anggaran Sekretariat APTERR 2018-2022, 4) laporan pelaksaan program Tier 3 tahun 2014, dan 5) progress kegiatan program Tier 3 tahun 2015-2016. Melalui pertemuan tersebut diharapkan keberadan APTERR semakin professional dan menjadi organisasi yang solid dan mampu menjadi bagian dalam usaha menciptakan ketahanan pangan, khusus membantu mengatasi persoalan kerawanan pangan (food insecurity) dalam skala regional. APTERR dibentuk di Jakarta pada Oktober 2011 ini merupakan instrument body dibawah organisasi ASEAN dengan tujuan, pertama: penyediaan cadangan pangan (beras) selama keadaan darurat; kedua: menjaga stabilitas harga beras dan ketiga: meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan petani. Selama berdiri dan beperan dalam membantu mengurangi risiko kerawanan pangan di kawasan negara ASEAN Plus Three.

Berita Terkait

  • Kementan Gandeng Pemprov Sumut Gelar OP Bawang Putih

    Medan - Untuk meredam melonjaknya harga bawang putih di Sumatera Utara (Sumut) yang sempat menyentuh harga Rp.90.000/kg, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengadakan Operasi Pasar.

    Sebanyak 5 container  masing-masing 29 ton bawang putih impor yang tiba  di Belawan Rabu, (13/4) langsung disebar di berbagai pasar di kota Medan.

    "Operasi pasar ini kami lakukan untuk menstabilkan harga bawang putih di tingkat konsumen yang mengalami tren kenaikan beberapa waktu terakhir," ujar  Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan Riwantoro saat mel...

  • Kementan Pastikan Pasokan Pangan Pokok Aman Selama Ramadhan dan Iedul Fitri

    Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan pangan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) terutama bulan Ramadhan dan Iedul Fitri 1440 H mencukupi. Kepastian tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9).

    "Kita sudah cek, kondisi ketersediaan pangan pokok kita aman, baik untuk bulan puasa dan hari raya Iedul Fitri," terang Agung, dalam acara bertajuk 'Pengendalian Harga Pangan' tersebut di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...

  • Harga Cabai Jatuh, Kementan Gerak Cepat Bantu Petani Tuban

    Memasuki panen raya, harga berbagai jenis cabai di Kabupaten Tuban Jawa Timur, khususnya di Kecamatan Grabagan jatuh. Laporan petugas pencatat harga,  Sabtu (11/5), harga cabai rawit merah (CRM) sekitar 4.500/kg dan cabai merah keriting (CMK) Rp 5.500/kg, dari harga seminggu sebelumnya yang berkisar Rp 10.000/kg.

    Merespon kondisi tersebut, Kementerian Pertanian bergerak cepat turun lapangan membeli cabai  petani dengan harga yang lebih mahal, yakni Rp. 8.000/kg untuk mencegah kerugian petani sekaligus  memberi semangat agar petani tetap menanam pada musim berikutnya.

    "Kami bersama-sama turun k...