Indonesia Siap Tingkatkan Hubungan Kemitraan Dengan FAO

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 25 Jun, 2014

Views: 93

Pada tanggal 20 Juni 2014 dalam rangkaian pertemuan FAO Council 149, Kepala Badan BKP selaku ketua Delri memimpin delegasi RI beserta Duta Besar RI di Roma dalam pertemuan Bilateral dengan Direktur Jenderal FAO guna membahas berbagai hal terkait dengan upaya peningkatan kerja sama kedua belah pihak. Hal ini mengingat FAO telah menawarkan kepada Indonesia untuk meningkatkan bentuk kerja sama dari “Country Representative”  menjadi “New Partnership and Liaison Office”. Tawaran ini diberikan kepada 20 negara yang dianggap telah masuk ke dalam level Middle Income Country, termasuk Indonesia. Dalam kelompok Asia, selain Indonesia, tawaran ini juga diberikan kepada Korea Selatan, China, India, dan Malaysia

Terkait dengan partisipasi Indonesia pada Sidang Dewan FAO, Dirjen FAO menyampaikan apresiasi terhadap delegasi Indonesia mengingat dalam setiap pertemuan FAO, Indonesia selalu mengirim delegasi yang representatif dan berpartisipasi aktif serta memberikan masukan. Selanjutnya, Dirjen FAO juga menyampaikan terima kasih kepada Indonesia terkait dengan pembahasan kerja sama RI-FAO ke depan melalui New Partnership and Liasson Office. 

Pemri menyambut baik tawaran kerja sama the New Partnership and Liasson Office dari FAO yang dinilai membuka kesempatan untuk melakukan peningkatan kerja sama, antara lain melalui pembentukan Steering Committee sebagai wadah/pintu informasi yang dapat menampung dan mengawasi seluruh kerja sama antara RI-FAO. Pemri telah siap untuk memulai pembahasan peningkatan kerja sama dimaksud.

Untuk itu, kedua belah pihak sepakat agar pada tahap awal kemitraan dibangun atas kerja sama yang sudah ada sebelumnya, secara bertahap. Selanjutnya, sesuai perkembangan dan kemampuan Indonesia.

Berita Terkait

  • Khawatir Harga Gabah Anjlok, Petani Minta Bulog Lakukan Pembelian Sekarang

    Beberapa daerah sentra produksi beras saat ini sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil usahataninya. Namun beberapa petani  mengeluh karena harga jatuh dan Bulog belum bergerak melakukan pembelian.

    Sejumlah petani di daerah sentra produksi yang dihubungi mengeluhkan dan mengharapkan Bulog segera turun tangan melalukan pembelian gabah mereka.

    Lalu Saleh,  petani dari Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat mengeluhkan,  sudah seminggu ini harga gabah menyentuh angka Rp. 4.000/kg gabah kering panen (gkp).

    "Sudah seminggu ini harga gabah mencapai 4.000 dan cenderung turun teru...

  • BKP Kementan Tugaskan CPNS Kawal Program PKU dan PIPL

    Setiap tahun Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengidentifikasi lokasi-lokasi yang masih terdapat kerentanan pangan di Indonesia dengan basis Kabupaten.

    Setelah berhasil meningkatkan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Kawasan Mandiri Pangan, mulai tahun 2019 BKP melakukan intervensi melalui Pengembangan  Koorporasi Usahatani (PKU) dan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL).

    Tujuan kegiatan PKU adalah meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompoktani dan kesejahteraan petani.

    Sedangkan PIPL bertujuan untuk meningka...

  • Program Kampung Hijau Sejahtera Sebagai Pengembangan KRPL Kementan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

    Pandeglang (BKP) - Jawa Barat.  Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja tahun ini meluncurkan sebuah kegiatan bertajuk Kampung Hijau Sejahtera (Kampung Hijrah) pertama kalinya di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, prorinsi Banten Senin (11/3).

    Kegiatan Kampung Hijrah  bertujuan untuk memanfaatkan dan  menghijaukan pekarangan guna meningkatkan ekonomi produktif keluarga serta pelestarian tanaman lokal.

    Kegiatan ini digagas dan dipelopori oleh OASE KK bidang Lingkungan Hijau (bidang V) yang diketuai oleh Rugaiya Usman Wiranto (Kementerian Koordinator Bidang P...