Indonesia Punya Modal untuk Wujudkan Ketahanan Pangan

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 10 Nov, 2017

Views: 165

Bogor, Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian Agung Hendriadi menilai Indonesia sebenarnya tidak perlu terlalu mengkhawatirkan ketersedian pangan. Sebab banyak daerah sebagai penghasil pangan. Saat peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) tingkat Provinsi Jawa Barat, Agung melihat beragam produk pangan yang dipamerkan di acara tersebut. Seperti sayur mayur, buah-buahan, hingga makanan yang diolah dari sumber pangan lokal. "Ini salah satu contoh kekayaan kita. Sebenarnya kita tidak perlu khawatir dengan ketahanan pangan, kita lihat setiap daerah punya (produksi pangan), apalagi Jawa Barat, sumber pangan luar biasa," kata Agung saat peringatan HPS tingkat Provinsi Jawa Barat di kawasan Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Kamis 9 November 2017. Agung mengatakan, Jawa Barat berkontribusi paling besar untuk sumber protein hewani. Provinsi ini juga termasuk pemasok terbesar produk holtikultura. Sedangkan beras, penghasil terbesar adalah Jawa Barat dan Jawa Timur. Menurut Agung, masyarakat jangan puas melihat produktivitas pangan saat ini. BKP punya cita-cita terus mengembangkan produksi pangan mulai dari tingkat rumah tangga. "Kami akan terus arahkan untuk pengembangan, sehingga nanti ketahanan pangan dimulai dari rumah tangga, kelurahan, kecamatan, hingga tingkat provinsi," ujar Agung. Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengajak masyarakat memanfaatkan sebaik mungkin kesuburan Tanah Air ini untuk meningkatkan ketahanan pangan. Menurut Ahmad Heryawan, ketahanan pangan bukan hanya berarti ketersedian pangan mencukupi. "Tapi juga terjangkau, diproduksi oleh kita sendiri, sehingga ketahanan pangan sekaligus kedaulatan pangan. Itu harapan kita," katanya. Ahmad Heryawan menyampaikan, saat ini Jawa Barat masih tercatat sebagai penghasil terbesar beras bersama Jawa Timur. Jawa Barat juga memiliki produk unggulan holtikultura, antara lain kentang. 50 persen unggas di seluruh Indonesia dipasok dari Jawa Barat. sumber : Metrotvnews

Berita Terkait

  • Dorong Peningkatan Ekspor, Kementan Berperan Aktif dalam Codex Internasional

    Jakarta, Rabu (26/6). Peran Indonesia dalam perdagangan komoditas pangan internasional terus ditingkatkan. Hal ini diwujudkan dengan keterlibatan aktif Kementerian Pertanian beserta Kementerian/Lembaga lainnya dalam penyusunan dan pengembangan standar, pedoman, code of practice dan rekomendasi lain terkait keamanan dan mutu pangan hasil pertanian yang berlaku secara internasional dalam wadah Codex Alimentarius Commission (CAC), atau disingkat Codex.


    Dalam Rapat Komite Nasional Codex Indonesia ke-2 tahun 2019 yang digelar di Jakarta, Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertani...

  • BKP Kementan Kembangkan Korporasi Usahatani Untuk Entaskan Kemiskinan dan Kerawanan Pangan

    Kegiatan Korporasi Usahatani (PKU) yang  dikembangkan Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) merupakan kegiatan strategis untuk mengentaskan kemiskinan dan kerawanan pangan.


    "Masuknya kegiatan PKU di Desa Pagerharjo ini diharapkan akan mempercepat pengentasan kemiskinan dan kerawanan pangan di pedesaan," ujar Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan  BKP, Andriko Noto Susanto di Lokasi PKU di Desa Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta (23/06).


    Berdasarkan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan (Food Security and Vulnerability ...

  • Kepala BKP Kementan : KRPL Harus Berkelanjutan!

    BALI - Untuk mencukupi kebutuhan pangan keluarga sejak tahun 2015 Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) mengembangkan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) di seluruh Indonesia.


    "KRPL ini sangat strategis tidak hanya untuk mencukupi kebutuhan pangan dan gizi keluarga, tetapi juga bisa meningkatkan pendapatan rumah tangga," ujar Kepala BKP Agung Hendriadi, saat mengunjungi KRPL di Taro kecamatan Tegallalang, Gianyar Bali, Sabtu (22/6/2019).


    Lebih lanjut Agung mengatakan bahwa keberlanjutan KRPL sangat penting, karena itu Kebun Bibit Desa (KBD) harus terus dikem...