Indonesia Punya Modal untuk Wujudkan Ketahanan Pangan

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 10 Nov, 2017

Views: 127

Bogor, Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian Agung Hendriadi menilai Indonesia sebenarnya tidak perlu terlalu mengkhawatirkan ketersedian pangan. Sebab banyak daerah sebagai penghasil pangan. Saat peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) tingkat Provinsi Jawa Barat, Agung melihat beragam produk pangan yang dipamerkan di acara tersebut. Seperti sayur mayur, buah-buahan, hingga makanan yang diolah dari sumber pangan lokal. "Ini salah satu contoh kekayaan kita. Sebenarnya kita tidak perlu khawatir dengan ketahanan pangan, kita lihat setiap daerah punya (produksi pangan), apalagi Jawa Barat, sumber pangan luar biasa," kata Agung saat peringatan HPS tingkat Provinsi Jawa Barat di kawasan Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Kamis 9 November 2017. Agung mengatakan, Jawa Barat berkontribusi paling besar untuk sumber protein hewani. Provinsi ini juga termasuk pemasok terbesar produk holtikultura. Sedangkan beras, penghasil terbesar adalah Jawa Barat dan Jawa Timur. Menurut Agung, masyarakat jangan puas melihat produktivitas pangan saat ini. BKP punya cita-cita terus mengembangkan produksi pangan mulai dari tingkat rumah tangga. "Kami akan terus arahkan untuk pengembangan, sehingga nanti ketahanan pangan dimulai dari rumah tangga, kelurahan, kecamatan, hingga tingkat provinsi," ujar Agung. Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengajak masyarakat memanfaatkan sebaik mungkin kesuburan Tanah Air ini untuk meningkatkan ketahanan pangan. Menurut Ahmad Heryawan, ketahanan pangan bukan hanya berarti ketersedian pangan mencukupi. "Tapi juga terjangkau, diproduksi oleh kita sendiri, sehingga ketahanan pangan sekaligus kedaulatan pangan. Itu harapan kita," katanya. Ahmad Heryawan menyampaikan, saat ini Jawa Barat masih tercatat sebagai penghasil terbesar beras bersama Jawa Timur. Jawa Barat juga memiliki produk unggulan holtikultura, antara lain kentang. 50 persen unggas di seluruh Indonesia dipasok dari Jawa Barat. sumber : Metrotvnews

Berita Terkait

  • Khawatir Harga Gabah Anjlok, Petani Minta Bulog Lakukan Pembelian Sekarang

    Beberapa daerah sentra produksi beras saat ini sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil usahataninya. Namun beberapa petani  mengeluh karena harga jatuh dan Bulog belum bergerak melakukan pembelian.

    Sejumlah petani di daerah sentra produksi yang dihubungi mengeluhkan dan mengharapkan Bulog segera turun tangan melalukan pembelian gabah mereka.

    Lalu Saleh,  petani dari Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat mengeluhkan,  sudah seminggu ini harga gabah menyentuh angka Rp. 4.000/kg gabah kering panen (gkp).

    "Sudah seminggu ini harga gabah mencapai 4.000 dan cenderung turun teru...

  • BKP Kementan Tugaskan CPNS Kawal Program PKU dan PIPL

    Setiap tahun Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengidentifikasi lokasi-lokasi yang masih terdapat kerentanan pangan di Indonesia dengan basis Kabupaten.

    Setelah berhasil meningkatkan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Kawasan Mandiri Pangan, mulai tahun 2019 BKP melakukan intervensi melalui Pengembangan  Koorporasi Usahatani (PKU) dan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL).

    Tujuan kegiatan PKU adalah meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompoktani dan kesejahteraan petani.

    Sedangkan PIPL bertujuan untuk meningka...

  • Program Kampung Hijau Sejahtera Sebagai Pengembangan KRPL Kementan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

    Pandeglang (BKP) - Jawa Barat.  Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja tahun ini meluncurkan sebuah kegiatan bertajuk Kampung Hijau Sejahtera (Kampung Hijrah) pertama kalinya di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, prorinsi Banten Senin (11/3).

    Kegiatan Kampung Hijrah  bertujuan untuk memanfaatkan dan  menghijaukan pekarangan guna meningkatkan ekonomi produktif keluarga serta pelestarian tanaman lokal.

    Kegiatan ini digagas dan dipelopori oleh OASE KK bidang Lingkungan Hijau (bidang V) yang diketuai oleh Rugaiya Usman Wiranto (Kementerian Koordinator Bidang P...