Indonesia Berbagi Pengalaman terkait Implementasi Regional Rice Initiatives Phase II

Indonesia sebagai salahsatu negara yang mengimplementasikan Regional Rice Initiatives (RRI) fase II didaulat menjadi pembicara bersama dengan Filipina pada Side Event Regional Rice Initiatives (RRI) yang dilaksanakan di sela-sela pertemuan FAO Council 149. Pertemuan diselenggarakan oleh FAO RAP pada tanggal 18 Juni 2014 bertempat di Iran Room, FAO Headquarter. Pertemuan dibuka oleh Mr. Clayton Capanhola, Direktur Produksi dan Perlindungan Tanaman-FAO yang menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan yang telah dilaksanakan di tiga negara mencakup Indonesia, Filipina, dan Lao PDR ini bersifat strategis, mencakup multistakeholder dan dengan sudut pangan “rice system”. 

Sebagai pengantar, terdapat pula paparan Mr. Naoki Minamiguchi, Delivery Manager RAP, yang secara ringkas menyampaikan hasil implementasi RRI di tiga negara tersebut berdasarkan empat komponen RRI, yang terdiri implementasi mina-padi; jasa keragaman hayati, lanskap alam dan ekosistem terhadap peningkatan produksi beras; praktek manajemen; dan cross-cutting issues dari aspek sosial ekonomi dan kebijakan.

Pada kesempatan ini, Ketua Delri, Kepala Badan Ketahanan Pangan menyampaikan kemajuan yang telah dicapai dan pelajaran selama tahap uji coba RRI fase 2 yang dilaksanakan pada tahun 2013 melalui pelaksanaan tiga komponen. Pada komponen pertama, dipaparkan mengenai upaya pengembangan Mina Padi melalui kajian keragaman dan penggunaan keragaman hayati perikanan darat dalam ekosistem budidaya padi dengan lokasi studi di Jawa Barat dan Bali. Kajian tersebut dilakukan oleh Balai Penelitian Pemuliaan Ikan (BPPI) Sukamandi, Jawa Barat dengan temuan bahwa terdapat sekitar 60 organisme aquatic yang digunakan untuk pangan dan pakan. Selanjutnya pada komponen kedua, dilakukan kajian tentang Trees Outside Forest (TOF) yang dilakukan oleh Konsultan FAO bekerja sama dengan pakar dari Kementerian Kehutanan untuk memetakan jenis jasa ekosistem yang dapat digunakan untuk mendukung peningkatan produksi beras. Terakhir, pada komponen ketiga, dipaparkan tentang upaya intensifikasi pertanian menggunakan prinsip Save and Grow. Pelaksana kegiatan ini adalah LSM FIELD dan VECO Indonesia.

Selain mengenai RRI, Ketua Delri juga menyampaikan tentang Program Surplus Produksi Padi 10 juta ton dan Program Satu Juta Hektar Kawasan Mina Padi. Para peserta pertemuan menyambut baik pelaksanaan side event dimaksud dan merekomendasikan agar integrasi padi juga dilakukan dengan peternakan. Selain itu, diusulkan pula kajian aspek gizi pada integrasi mina-padi.