Indonesia Berbagi Pengalaman terkait Implementasi Regional Rice Initiatives Phase II

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 25 Jun, 2014

Views: 162

Indonesia sebagai salahsatu negara yang mengimplementasikan Regional Rice Initiatives (RRI) fase II didaulat menjadi pembicara bersama dengan Filipina pada Side Event Regional Rice Initiatives (RRI) yang dilaksanakan di sela-sela pertemuan FAO Council 149. Pertemuan diselenggarakan oleh FAO RAP pada tanggal 18 Juni 2014 bertempat di Iran Room, FAO Headquarter. Pertemuan dibuka oleh Mr. Clayton Capanhola, Direktur Produksi dan Perlindungan Tanaman-FAO yang menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan yang telah dilaksanakan di tiga negara mencakup Indonesia, Filipina, dan Lao PDR ini bersifat strategis, mencakup multistakeholder dan dengan sudut pangan “rice system”. 

Sebagai pengantar, terdapat pula paparan Mr. Naoki Minamiguchi, Delivery Manager RAP, yang secara ringkas menyampaikan hasil implementasi RRI di tiga negara tersebut berdasarkan empat komponen RRI, yang terdiri implementasi mina-padi; jasa keragaman hayati, lanskap alam dan ekosistem terhadap peningkatan produksi beras; praktek manajemen; dan cross-cutting issues dari aspek sosial ekonomi dan kebijakan.

Pada kesempatan ini, Ketua Delri, Kepala Badan Ketahanan Pangan menyampaikan kemajuan yang telah dicapai dan pelajaran selama tahap uji coba RRI fase 2 yang dilaksanakan pada tahun 2013 melalui pelaksanaan tiga komponen. Pada komponen pertama, dipaparkan mengenai upaya pengembangan Mina Padi melalui kajian keragaman dan penggunaan keragaman hayati perikanan darat dalam ekosistem budidaya padi dengan lokasi studi di Jawa Barat dan Bali. Kajian tersebut dilakukan oleh Balai Penelitian Pemuliaan Ikan (BPPI) Sukamandi, Jawa Barat dengan temuan bahwa terdapat sekitar 60 organisme aquatic yang digunakan untuk pangan dan pakan. Selanjutnya pada komponen kedua, dilakukan kajian tentang Trees Outside Forest (TOF) yang dilakukan oleh Konsultan FAO bekerja sama dengan pakar dari Kementerian Kehutanan untuk memetakan jenis jasa ekosistem yang dapat digunakan untuk mendukung peningkatan produksi beras. Terakhir, pada komponen ketiga, dipaparkan tentang upaya intensifikasi pertanian menggunakan prinsip Save and Grow. Pelaksana kegiatan ini adalah LSM FIELD dan VECO Indonesia.

Selain mengenai RRI, Ketua Delri juga menyampaikan tentang Program Surplus Produksi Padi 10 juta ton dan Program Satu Juta Hektar Kawasan Mina Padi. Para peserta pertemuan menyambut baik pelaksanaan side event dimaksud dan merekomendasikan agar integrasi padi juga dilakukan dengan peternakan. Selain itu, diusulkan pula kajian aspek gizi pada integrasi mina-padi.

Berita Terkait

  • Kementan Gandeng Pemprov Sumut Gelar OP Bawang Putih

    Medan - Untuk meredam melonjaknya harga bawang putih di Sumatera Utara (Sumut) yang sempat menyentuh harga Rp.90.000/kg, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengadakan Operasi Pasar.

    Sebanyak 5 container  masing-masing 29 ton bawang putih impor yang tiba  di Belawan Rabu, (13/4) langsung disebar di berbagai pasar di kota Medan.

    "Operasi pasar ini kami lakukan untuk menstabilkan harga bawang putih di tingkat konsumen yang mengalami tren kenaikan beberapa waktu terakhir," ujar  Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan Riwantoro saat mel...

  • Kementan Pastikan Pasokan Pangan Pokok Aman Selama Ramadhan dan Iedul Fitri

    Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan pangan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) terutama bulan Ramadhan dan Iedul Fitri 1440 H mencukupi. Kepastian tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9).

    "Kita sudah cek, kondisi ketersediaan pangan pokok kita aman, baik untuk bulan puasa dan hari raya Iedul Fitri," terang Agung, dalam acara bertajuk 'Pengendalian Harga Pangan' tersebut di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...

  • Harga Cabai Jatuh, Kementan Gerak Cepat Bantu Petani Tuban

    Memasuki panen raya, harga berbagai jenis cabai di Kabupaten Tuban Jawa Timur, khususnya di Kecamatan Grabagan jatuh. Laporan petugas pencatat harga,  Sabtu (11/5), harga cabai rawit merah (CRM) sekitar 4.500/kg dan cabai merah keriting (CMK) Rp 5.500/kg, dari harga seminggu sebelumnya yang berkisar Rp 10.000/kg.

    Merespon kondisi tersebut, Kementerian Pertanian bergerak cepat turun lapangan membeli cabai  petani dengan harga yang lebih mahal, yakni Rp. 8.000/kg untuk mencegah kerugian petani sekaligus  memberi semangat agar petani tetap menanam pada musim berikutnya.

    "Kami bersama-sama turun k...