Indonesia Berbagi Pengalaman tentang Mina Padi pada Side Event Asia and the Pacific Regional Rice I

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 24 Jun, 2015

Views: 147

Indonesia Berbagi Pengalaman tentang Mina Padi pada 
Side Event Asia and the Pacific Regional Rice Initiatives

Indonesia sebagai salahsatu negara yang mengimplementasikan Regional Rice Initiatives (RRI) fase II didaulat menjadi pembicara bersama dengan Filipina dan Lao PDR pada Side Event Asia and the Pacific Regional Rice Initiatives yang dilaksanakan di sela-sela pertemuan FAO Conference ke-39 di Roma, Italia. Pertemuan diselenggarakan pada tanggal 11 Juni 2015 bertempat di Sheikh Zayed Centre, FAO Headquarter dan dibuka oleh Mr. Hiroyuki Konuma, Asisten Direktur Jenderal FAO Kawasan Asia Pasifik. Dalam sambutan pembukaannya, Mr. Konuma menggarisbawahi bahwa beras merupakan komoditas penting bagi kawasan Asia Pasifik.

Acara yang dimoderatori oleh Mr. Ren Wang, Asisten Dirjen FAO Bidang Pertanian dan Perlindungan Konsumen melibatkan empat pembicara, yaitu Dr. Mei Rochjat Darmawiredja, Sekretaris Badan Ketahanan Pangan (Indonesia); Mr. Xaypladeth Choulamany, Dirjen Perencanaan dan Kerja Sama, Kementerian Pertanian dan Kehutanan Lao PDR; Mr. Lupino Lazaro, Jr., Atase Pertanian pada Kedutaan Besar Filipina di Roma, Italia; dan Mr. Clayton Campanhola, Koordinator Strategic Objective ke-2 (SO2) FAO.

Dr. Mei Rochjat menyampaikan keunikan yang dimiliki oleh budidaya Mina Padi di Indonesia yang dilaksanakan pada RRI fase II dibandingkan dengan metode yang konvensional. Setidaknya ada empat hal utama yang menjadikannya berbeda, yaitu pemberian pakan, jumlah ikan, kualitas beras yang lebih baik dan kontribusi terhadap ketahanan pangan dan gizi. Pada RRI Fase II, dilakukan pemberian pakan terhadap ikan yang membawa dampak terhadap penurunan jumlah pupuk karena tersedianya pupuk organik sehingga meningkatkan kualitas padi. Kedua, jumlah ikan yang ditebarkan lebih banyak sehingga membuat produksi ikan lebih banyak dan memberikan keuntungan yang lebih banyak kepada petani. Selain itu, siklus nutrient lebih cepat didaur ulang. Ketiga, dihasilkannya kualitas beras organik dan melibatkan pedagang beras organik sehingga meningkatkan pendapatan petani. Terakhir, manfaatnya bagi pemenuhan gizi keluarga dan ketahanan pangan masyarakat melalui konsumsi beras organik dan ketersediaan ikan yang dapat dikonsumsi selain untuk dijual.

Para peserta pertemuan menyambut baik pelaksanaan side event dimaksud dan merekomendasikan agar keunikan Mina Padi dengan pendekatan RRI dapat semakin disebarluaskan. Salahsatunya dengan menggunakan mekanisme kerja sama South South and Triangular Cooperation. Sebagai penutup, Mr. Konuma menekankan pentingnya penilitian dan investasi perberasan untuk meningkatkan pertumbuhan produktivitas beras sekaligus peningkatan perbaikan kualitas lingkungan dan ekosistem.

Berita Terkait

  • Khawatir Harga Gabah Anjlok, Petani Minta Bulog Lakukan Pembelian Sekarang

    Beberapa daerah sentra produksi beras saat ini sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil usahataninya. Namun beberapa petani  mengeluh karena harga jatuh dan Bulog belum bergerak melakukan pembelian.

    Sejumlah petani di daerah sentra produksi yang dihubungi mengeluhkan dan mengharapkan Bulog segera turun tangan melalukan pembelian gabah mereka.

    Lalu Saleh,  petani dari Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat mengeluhkan,  sudah seminggu ini harga gabah menyentuh angka Rp. 4.000/kg gabah kering panen (gkp).

    "Sudah seminggu ini harga gabah mencapai 4.000 dan cenderung turun teru...

  • BKP Kementan Tugaskan CPNS Kawal Program PKU dan PIPL

    Setiap tahun Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengidentifikasi lokasi-lokasi yang masih terdapat kerentanan pangan di Indonesia dengan basis Kabupaten.

    Setelah berhasil meningkatkan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Kawasan Mandiri Pangan, mulai tahun 2019 BKP melakukan intervensi melalui Pengembangan  Koorporasi Usahatani (PKU) dan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL).

    Tujuan kegiatan PKU adalah meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompoktani dan kesejahteraan petani.

    Sedangkan PIPL bertujuan untuk meningka...

  • Program Kampung Hijau Sejahtera Sebagai Pengembangan KRPL Kementan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

    Pandeglang (BKP) - Jawa Barat.  Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja tahun ini meluncurkan sebuah kegiatan bertajuk Kampung Hijau Sejahtera (Kampung Hijrah) pertama kalinya di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, prorinsi Banten Senin (11/3).

    Kegiatan Kampung Hijrah  bertujuan untuk memanfaatkan dan  menghijaukan pekarangan guna meningkatkan ekonomi produktif keluarga serta pelestarian tanaman lokal.

    Kegiatan ini digagas dan dipelopori oleh OASE KK bidang Lingkungan Hijau (bidang V) yang diketuai oleh Rugaiya Usman Wiranto (Kementerian Koordinator Bidang P...