Ibu Negara Iriana Joko Widodo Kunjungi KRPL di Desa Kohod

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 03 Aug, 2017

Views: 170

Tangerang, Ibu Negara, Iriana Joko Widodo bersama dengan Istri Wakil Presiden Mufidah Kalla dan Para Istri Kabinet Kerja serta Para Penggurus PKK Pusat pada hari rabu tanggal 2 Agustus 2017 mengunjungi desa pelaksana Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL), yakni Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Tampak turut menyambut rombongan adalah Bupati Tangerang, A Zaki Iskandar beserta istri dan Jajaran Pemerintah Kabupaten Tangerang, Kementerian Pertanian dan Para Penggurus PKK Daerah. Dalam kunjungan tersebut, Ibu Negara memberikan apresiasi terhadap keberhasilan pengembangan KRPL di desa tersebut, mulai dari pemanfaatalan lahan perkarangan rumah, kebun bibit desa sampai hasil pengolahannya. Dalam sambutannya Ibu Negara berpesan agar program tersebut terus mendapatkan pendampingan agar aspek teknologi budidaya pertanian dapat diperbaiki dan berkelanjutan. Desa Kohod merupakan salah satu dari tiga desa yang akan dijadikan sebagai lokasi percontohan kampung sejahtera. program Kampung Sejahtera merupakan program yang diprakarsai oleh Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE-KK) yang didukung oleh 14 kementerian dan lembaga terkait. Tujuannya Program Kampung Sejahtera ini untuk menyejahterakan desa tertinggal. Dipilihnya Desa Kohod sebagai desa percontohan karena letaknya berdekatan dengan Ibu Kota Negara, bila dilihat dari sektor ekonomi masih tertinggal serta masuk dalam kategori desa miskin sehingga perlu dikembangkan menjadi desa sejahtera. Potensi yang dimiliki Desa Kohod, yakni memiliki sumber daya hayati maupun non hayati. Sebagai bentuk dukungan terhadap Program Kampung Sejahtera, Kementerian Pertanian dengan Program KRPL memberikan bantuan kepada masyarakat Desa Kohod berupa benih tanaman sayuran dan buah-buahan, obat-obatan, bibit ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB), serta alat dan mesin pertanian. Bantuan tersebut diserahkan oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo secara simbolis kepada masyarakat Desa Kohod.

Berita Terkait

  • Kementan Gandeng Pemprov Sumut Gelar OP Bawang Putih

    Medan - Untuk meredam melonjaknya harga bawang putih di Sumatera Utara (Sumut) yang sempat menyentuh harga Rp.90.000/kg, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengadakan Operasi Pasar.

    Sebanyak 5 container  masing-masing 29 ton bawang putih impor yang tiba  di Belawan Rabu, (13/4) langsung disebar di berbagai pasar di kota Medan.

    "Operasi pasar ini kami lakukan untuk menstabilkan harga bawang putih di tingkat konsumen yang mengalami tren kenaikan beberapa waktu terakhir," ujar  Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan Riwantoro saat mel...

  • Kementan Pastikan Pasokan Pangan Pokok Aman Selama Ramadhan dan Iedul Fitri

    Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan pangan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) terutama bulan Ramadhan dan Iedul Fitri 1440 H mencukupi. Kepastian tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9).

    "Kita sudah cek, kondisi ketersediaan pangan pokok kita aman, baik untuk bulan puasa dan hari raya Iedul Fitri," terang Agung, dalam acara bertajuk 'Pengendalian Harga Pangan' tersebut di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...

  • Harga Cabai Jatuh, Kementan Gerak Cepat Bantu Petani Tuban

    Memasuki panen raya, harga berbagai jenis cabai di Kabupaten Tuban Jawa Timur, khususnya di Kecamatan Grabagan jatuh. Laporan petugas pencatat harga,  Sabtu (11/5), harga cabai rawit merah (CRM) sekitar 4.500/kg dan cabai merah keriting (CMK) Rp 5.500/kg, dari harga seminggu sebelumnya yang berkisar Rp 10.000/kg.

    Merespon kondisi tersebut, Kementerian Pertanian bergerak cepat turun lapangan membeli cabai  petani dengan harga yang lebih mahal, yakni Rp. 8.000/kg untuk mencegah kerugian petani sekaligus  memberi semangat agar petani tetap menanam pada musim berikutnya.

    "Kami bersama-sama turun k...