Harga Pangan Pokok di Kota Yogyakarta Stabil

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 13 Nov, 2018

Views: 298

*Harga Pangan Pokok di Kota Yogyakarta Stabil*


Pemerintah berupaya keras mengantisipasi terjadinya fluktuasi harga pangan menjelang akhir tahun melalui peningkatan produksi dan perbaikan tata niaga sebagai solusi permanen mengatasi gejolak harga pangan.


Demikian dikatakan Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan Agung Hendriadi seusai mengunjungi Pasar Beringharjo Kota Yogyakarta, Selasa (13/11).


Setelah melihat langsung kondisi pasokan dan perkembangan harga pangan pokok dan strategis di Kota Yogyakarta, Agung memgungkapkan bahwa harga komoditas pangan pokok dan strategis di Yogyakarta pada pekan pertama November cukup stabil.


"Seperti tadi kita lihat sama sama harga telur normal di harga 20 -  21 ribu, daging ayam dan sapi juga normal, bawang merah 20 ribu bawang putih 20 ribu. Hanya cabe merah keriting yang agak mahal ya 20 ribu. Ini juga bisa dibilang masih normal," jelas Agung.


Menurut Agung, ini artinya harga bahan pokok di jogja terkendali. Dia pun berharap harga terkendali sampai akhir tahun, karena biasa nya untuk menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional ( HBKN) ada lonjakan permintaan barang.


"Tapi tadi ada pengakuan pedagang, kalau natal dan tahun baru tidak terlalu ada lonjakan seperti lebaran Idulfitri, mudah mudahan akan terus begini,  jadi masyarakat akan dapat harga wajar dan pedagang untung," tambahnya.


Dalam kunjungannya Agung juga mengunjungi stand Toko Tani Indonesia (TTI) di halaman parkir Pasar Beringharjo. Dia mengungkapkan bahwa kehadiran TTI berperan dalam mengontrol harga.


"TTI disini jual telur 17.500, beras 8800, didalam (pasar) paling tinggi harga 9000, jadi kan didalam pasar sungkan mau naikin harga tinggi tinggi karena di sini banyak," ungkapnya.


Jadi walaupun jumlah TTI belum terlalu banyak, menurut Agung kehadiran TTI berfungsi mengontrol harga dan bukan untuk menyaingi pedagang pasar.


Terkait pasokan bahan pangan, Agung mengungkapkan bahwa kondisi pasokan terlihat dalam posisi selalu aman. Hal ini dikarenakan ada panen terus setiap bulan.


"Sudah kita cek juga pasokan cukup, beras cukup bawang melimpah, telur apalagi dan daging ayam, bahkan kita sudah ekspor," jelasnya.


Menjelang akhir tahun, menurut Agung, pihaknya akan terus melakukan pemantauan harga.


"Manakala harga melonjak, kita akan lakukan operasi pasar, tapi saya harapkan tidak ada operasi pasar," tegasnya.

Berita Terkait

  • Kementan Gandeng Pemprov Sumut Gelar OP Bawang Putih

    Medan - Untuk meredam melonjaknya harga bawang putih di Sumatera Utara (Sumut) yang sempat menyentuh harga Rp.90.000/kg, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengadakan Operasi Pasar.

    Sebanyak 5 container  masing-masing 29 ton bawang putih impor yang tiba  di Belawan Rabu, (13/4) langsung disebar di berbagai pasar di kota Medan.

    "Operasi pasar ini kami lakukan untuk menstabilkan harga bawang putih di tingkat konsumen yang mengalami tren kenaikan beberapa waktu terakhir," ujar  Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan Riwantoro saat mel...

  • Kementan Pastikan Pasokan Pangan Pokok Aman Selama Ramadhan dan Iedul Fitri

    Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan pangan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) terutama bulan Ramadhan dan Iedul Fitri 1440 H mencukupi. Kepastian tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9).

    "Kita sudah cek, kondisi ketersediaan pangan pokok kita aman, baik untuk bulan puasa dan hari raya Iedul Fitri," terang Agung, dalam acara bertajuk 'Pengendalian Harga Pangan' tersebut di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...

  • Harga Cabai Jatuh, Kementan Gerak Cepat Bantu Petani Tuban

    Memasuki panen raya, harga berbagai jenis cabai di Kabupaten Tuban Jawa Timur, khususnya di Kecamatan Grabagan jatuh. Laporan petugas pencatat harga,  Sabtu (11/5), harga cabai rawit merah (CRM) sekitar 4.500/kg dan cabai merah keriting (CMK) Rp 5.500/kg, dari harga seminggu sebelumnya yang berkisar Rp 10.000/kg.

    Merespon kondisi tersebut, Kementerian Pertanian bergerak cepat turun lapangan membeli cabai  petani dengan harga yang lebih mahal, yakni Rp. 8.000/kg untuk mencegah kerugian petani sekaligus  memberi semangat agar petani tetap menanam pada musim berikutnya.

    "Kami bersama-sama turun k...