Harga Beras di PIBC Cenderung Turun

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 29 Oct, 2017

Views: 161

Bogor,- Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan, Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian (Kementan), Riwantoro menegaskan harga beras di Pasar Induk Beras Cipinang akhir-akhir ini yakni kurun waktu tanggal 23 hingga 27 Oktober 2017 cenderung menurun.

“Harga berbagai jenis beras di PIBC cenderung menurun. Penurunan harga tersebut disinyalir pasokan beras yang cukup bahkan melimpah,” demikian tegasnya pada Fokus Group Diskusi yang membahas kelas mutu beras di Bogor, Sabtu (28/10/2017).

Berdasarkan hasil pantauan Kementan, Penurunan berkisar 0,24 hingga 9,22% atau sekitar Rp 25 hingga Rp 825 per kg. Penurunan harga ini terjadi pada 8 jenis beras dari 10 jenis beras yang ada di PIBC.

“Penurunan tertinggi pada beras IR-64 III dari Rp 8.950 per kg menjadi Rp 8.125 per kg. Kemudian penurunan terendah pada beras IR-64 I, dari Rp 10.550 per kg menjadi Rp 10.525 per kg,” papar Riwantoro.

Terkait dengan pasokan beras, Riwantoro menyebutkan pasokan pada tanggal 23 hingga 27 Oktober 2017 jauh di atas rata-rata pasokan normal. Tercatat, pasokan beras pada kurun waktu ini mencapai 3.076 per hari, sementara pasokan normalnya hanya 2.500 per hari.

“Begitu juga stok beras di PIBC sangat aman, posisi saat ini sekitar 53 ribu ton. Stok ini tertinggi selama 5 tahun terakhir, dan jauh diatas stok normal bulanan yang hanya 30 ribu ton,” sebutnya.

“Stok dan pasokan beras di bulan November 2017 nanti juga aman dan melimpah. Karena panen di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur lebih tinggi dari panen bulan Oktober,” imbuhnya.

Karena itu, Riwantoro menegaskan penurunan harga beras saat ini diprediksi akan stabil sampai akhir tahun. “Akan tetapi akan menurun lagi saat memasuki panen raya pada akhir Januari 2018,” tegasnya.

Perlu diketahui, ketersediaan beras yang cukup juga terlihat dari stok beras di Perum BULOG sampai tanggal 26 Oktober 2017 mencapai 1,37 juta ton yang cukup untuk 5 bulan kedepan.

Berita Terkait

  • Khawatir Harga Gabah Anjlok, Petani Minta Bulog Lakukan Pembelian Sekarang

    Beberapa daerah sentra produksi beras saat ini sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil usahataninya. Namun beberapa petani  mengeluh karena harga jatuh dan Bulog belum bergerak melakukan pembelian.

    Sejumlah petani di daerah sentra produksi yang dihubungi mengeluhkan dan mengharapkan Bulog segera turun tangan melalukan pembelian gabah mereka.

    Lalu Saleh,  petani dari Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat mengeluhkan,  sudah seminggu ini harga gabah menyentuh angka Rp. 4.000/kg gabah kering panen (gkp).

    "Sudah seminggu ini harga gabah mencapai 4.000 dan cenderung turun teru...

  • BKP Kementan Tugaskan CPNS Kawal Program PKU dan PIPL

    Setiap tahun Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengidentifikasi lokasi-lokasi yang masih terdapat kerentanan pangan di Indonesia dengan basis Kabupaten.

    Setelah berhasil meningkatkan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Kawasan Mandiri Pangan, mulai tahun 2019 BKP melakukan intervensi melalui Pengembangan  Koorporasi Usahatani (PKU) dan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL).

    Tujuan kegiatan PKU adalah meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompoktani dan kesejahteraan petani.

    Sedangkan PIPL bertujuan untuk meningka...

  • Program Kampung Hijau Sejahtera Sebagai Pengembangan KRPL Kementan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

    Pandeglang (BKP) - Jawa Barat.  Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja tahun ini meluncurkan sebuah kegiatan bertajuk Kampung Hijau Sejahtera (Kampung Hijrah) pertama kalinya di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, prorinsi Banten Senin (11/3).

    Kegiatan Kampung Hijrah  bertujuan untuk memanfaatkan dan  menghijaukan pekarangan guna meningkatkan ekonomi produktif keluarga serta pelestarian tanaman lokal.

    Kegiatan ini digagas dan dipelopori oleh OASE KK bidang Lingkungan Hijau (bidang V) yang diketuai oleh Rugaiya Usman Wiranto (Kementerian Koordinator Bidang P...