Gerakan Peran Serta Masyarakat Dalam Pemanfaatan Pekarangan

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 11 Apr, 2017

Views: 340

Jakarta, Badan Ketahanan Pangan berperan aktif dalam pelaksanaan Kegiatan Telekonferensi Gerakan Tanam Cabai yang dilaksanakan oleh Kementerian Pertanian bekerjasama dengan Tim Penggerak PKK pada tanggal 10 April 2017, bertempat di Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Badan Litbang Pertanian), Jakarta. Acara Telekonferensi ini dihadiri oleh Tim Penggerak PKK Pusat, dan Tim Penggerak PKK Provinsi DKI Jakarta dan Pejabat lingkup Kementerian Pertanian. Gerakan Peran Serta Masyarakat dalam Pemanfaatan Pekarangan untuk Ketahanan Pangan Keluarga Indonesia” di launching oleh Menteri Pertanian melalui telekonferensi secara serentak di 10 Provinsi, yakni Jawa Tengah, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Jambi, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara. Telekonferensi ini dilakukan antara Menteri Pertanian, Amran Sulaiman yang berada di Kantor Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian, Jakarta bersama Ketua Tim Penggerak PKK, Eni Guntarto Cahyo Kumolo di Desa Glesungrejo, Kec. Baturetno, Kab. Wonogiri Jawa Tengah, dengan para pengurus PKK dan masyarakat di 9 Provinsi lainnya. Dalam acara teleconferensi Menteri Pertanian menyampaikan bahwa hasil kerja keras kita bersama membuahkan hasil, saya berterima kasih kepada seluruh perempuan Indonesia melalui gerakan gerakan masif melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Saat ini, harga cabai di pasar induk mengalami penurunan berkisar antara Rp 36.000 sampai Rp 40.000 per kilogram, yang dulunya mencapai Rp 150.000 per kilogram. Menteri Pertanian menegaskan kembali kepada Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kementerian Pertanian yang berada di seluruh Indonesia untuk dapat terus menyediakan dan memberikan bibit cabai dan sayuran secara gratis kepada rumah tangga seluruh Indonesia, khususnya kepada anggota PKK, IWAPI, Dharmawanita, dan organisasi wanita lainya melalui anggaran yang telah dialokasikan tahun ini. Tahun depan kami akan anggarkan 2 kali lipat kurang lebih 200 Miliar untuk benih cabai, bawang, sayur dll untuk diberikan secara gratis kepada rumah tangga seluruh Indonesia, “ jelas Mentan Menteri Pertanian mengatakan apabila seluruh rumah tangga bergerak bersama maka akan dapat menghemat biaya rumah tangga sebesar 1000 triliun per tahun. Dengan ilustrasi bahwa apabila 60 juta rumah tangga seluruh Indonesia dapat menghemat biaya untuk cabai, bawang, ayam dll Rp. 1 juta/ Bulan, maka dalam sebulan akan menghemat sekitar 60 Triliun. Mentan menambahkan “sesuai dengan arahan Presiden RI bahwa Hortikultura dan Sayuran harus segera dikembangkan setelah beras, jagung, bawang telah dapat diatasi secara baik, oleh karena itu melalui Badan Litbang Pertanian menyiapkan anggaran khusus untuk menyiapkan luasan benih khusus untuk cetak benih. “ Kedepan kami juga akan siapkan benih tidak hanya cabai saja tapi juga benih untuk seluruh kebutuhan rumah tangga seperti bawang, ayam, dll, “ jelas Mentan Dipilihnya PKK sebagai mitra karena memiliki jaringan terstruktur dari tingkat pusat sampai dasa wisma, sehingga dapat mendukung pelaksanaan optimalisasi pemanfaatan pekarangan secara masif. Melalui optimalisasi pemanfaatan pekarangan, khususnya penanaman cabai, diharapkan dapat menjadi salah satu solusi mengatasi gejolak harga pangan/cabai. “Potensi perempuan di Indonesia luar biasa, hampir 49 % penduduk Indonesia adalah perempuan, sehingga kalau kita bergerak bersama, menggunakan sejengkal tanah di pekarangan rumah, saya yakin Indonesia akan bangkit melalui Ibu rumah tangga yang bergerak, tegas Mentan Dalam telekonferensi tersebut Ketua Umum Tim Penggerak PKK, Eni Guntarto Cahyo Kumolo, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya diartikan secara sempit saja, yaitu optimalisasi pekarangan, namun melalui kegiatan ini diharapkan dapat memaknai secara luas bahwa pekarangan di sekitar rumah tangga memiliki multifungsi, kaya fungsi, dan kaya manfaat. Pengertian Pekarangan tidak harus diartikan sebagai pekarangan berupa lahan tanah, namun juga dapat disebut sebagai pekarangan kita. “Saya mengajak seluruh kader PKK untuk dapat memanfaatkan pekarangnya masing-masing untuk bercocok tanam, sekecil apapun luas pekarangan bisa kita optimalkan untuk menanam kebutuhan sehari-hari, sehingga dapat meciptakan ketahanan pangan keluarga,” jelas Eni Guntarto. Eni Guntarto menambahkan bahwa optimalisasi pekarangan dapat mengatasi gejolak harga pangan, khususnya cabai dengan menanam cabai di masing-masing pekarangan di setiap keluarga. Dalam mendukungan gerakan optimalisasi pekarangan, Kementerian Pertanian melalui Badan Ketahanan Pangan, pada tahun 2017 mengembangkan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) di 1.691 desa/kelompok pada 33 provinsi dan 315 kabupaten/kota. Melalui Gerakan Tanam Cabai diharapkan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan cabai secara mandiri sehingga tidak terjadi lonjakan permintaan rumah tangga yang menyebabkan fluktuasi harga cabai, karena cabai dapat disediakan ditingkat rumah tangga. Selain itu, rumah tangga juga dapat memanfaatkan sumber pangan lain sehingga dapat memenuhi kebutuhan pangan dan gizi keluarga serta peningkatan pendapatan, yang akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga sehingga mampu mewujudkan kemandirian pangan di tingkat rumah tangga.

Berita Terkait

  • Khawatir Harga Gabah Anjlok, Petani Minta Bulog Lakukan Pembelian Sekarang

    Beberapa daerah sentra produksi beras saat ini sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil usahataninya. Namun beberapa petani  mengeluh karena harga jatuh dan Bulog belum bergerak melakukan pembelian.

    Sejumlah petani di daerah sentra produksi yang dihubungi mengeluhkan dan mengharapkan Bulog segera turun tangan melalukan pembelian gabah mereka.

    Lalu Saleh,  petani dari Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat mengeluhkan,  sudah seminggu ini harga gabah menyentuh angka Rp. 4.000/kg gabah kering panen (gkp).

    "Sudah seminggu ini harga gabah mencapai 4.000 dan cenderung turun teru...

  • BKP Kementan Tugaskan CPNS Kawal Program PKU dan PIPL

    Setiap tahun Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengidentifikasi lokasi-lokasi yang masih terdapat kerentanan pangan di Indonesia dengan basis Kabupaten.

    Setelah berhasil meningkatkan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Kawasan Mandiri Pangan, mulai tahun 2019 BKP melakukan intervensi melalui Pengembangan  Koorporasi Usahatani (PKU) dan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL).

    Tujuan kegiatan PKU adalah meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompoktani dan kesejahteraan petani.

    Sedangkan PIPL bertujuan untuk meningka...

  • Program Kampung Hijau Sejahtera Sebagai Pengembangan KRPL Kementan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

    Pandeglang (BKP) - Jawa Barat.  Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja tahun ini meluncurkan sebuah kegiatan bertajuk Kampung Hijau Sejahtera (Kampung Hijrah) pertama kalinya di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, prorinsi Banten Senin (11/3).

    Kegiatan Kampung Hijrah  bertujuan untuk memanfaatkan dan  menghijaukan pekarangan guna meningkatkan ekonomi produktif keluarga serta pelestarian tanaman lokal.

    Kegiatan ini digagas dan dipelopori oleh OASE KK bidang Lingkungan Hijau (bidang V) yang diketuai oleh Rugaiya Usman Wiranto (Kementerian Koordinator Bidang P...