Geliat Lumbung Sri Pangan untuk Ketahanan Pangan

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 19 Mar, 2018

Views: 173

Lumbung Sri Pangan merupakan Lumbung Pangan Masyarakat yang dikelola oleh Kelompok Tani Sri Maju. Tepatnya berada di Desa Seburing Kec. Semparuk Kab. Sambas, Provinsi Kalimantan Barat. Lumbung Pangan  dengan luas 6x6m saat ini terisi 2,5 ton, sedangkan yang ada di masyarakat sebanyak 828 kg. Menurut Ketua Poktan Sri Maju, Sarkauli, lumbung pangan milik kelompoknya melayani simpan pinjam berupa padi ke anggota poktan. 

 

“Anggota yang meminjam padi satu karung yang berisi 50 kg, wajib mengembalikan ke lumbung 55 kg.” Ujar Sarkauli. Pengembalian tersebut ditetapkan dalam satu musim panen. “Begitu juga halnya apabila ada anggota yang meminjam dalam bentuk saprodi, wajib mengembalikan dalam bentuk padi dengan penambahan 5 kg berdasarkan perhitungan kapasitas pupuk yang dipinjam.” Tambah Sarkauli. 

 

Anggota kelompok meminjam dalam bentuk padi dan mereka membawa padi tersebut ke penggilingan. Saat ini harga GKP setempat antara Rp. 4.700 – Rp.4.800. Dalam bentuk beras di penggilingan berada pada kisaran harga Rp. 8.000- Rp.9.000 dengan rendemen 60%. Varietas yang banyak ditanam anggota kelompok adalah Cilosari, Inpari dan Mandiri. 

 

Dari aktivitas simpan pinjam tersebut, kelompok lumbung pangan yang berdiri tahun 2015 ini berkembang anggotanya. Pada awal berdiri hanya beranggotakan 23 orang, berkembang menjadi 51 orang. Saat ini dana kelompok lumbung ini sebesar Rp. 10.265.000,-. 

 

Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan, Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Riwantoro, didampingi perwakilan dari Dinas Pangan, peternakan dan kesehatan hewan Provinsi Kalimantan Barat pada hari Jumat (16/3) melakukan kunjungan ke Lumbung Sri Pangan ini.

Berita Terkait

  • Khawatir Harga Gabah Anjlok, Petani Minta Bulog Lakukan Pembelian Sekarang

    Beberapa daerah sentra produksi beras saat ini sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil usahataninya. Namun beberapa petani  mengeluh karena harga jatuh dan Bulog belum bergerak melakukan pembelian.

    Sejumlah petani di daerah sentra produksi yang dihubungi mengeluhkan dan mengharapkan Bulog segera turun tangan melalukan pembelian gabah mereka.

    Lalu Saleh,  petani dari Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat mengeluhkan,  sudah seminggu ini harga gabah menyentuh angka Rp. 4.000/kg gabah kering panen (gkp).

    "Sudah seminggu ini harga gabah mencapai 4.000 dan cenderung turun teru...

  • BKP Kementan Tugaskan CPNS Kawal Program PKU dan PIPL

    Setiap tahun Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengidentifikasi lokasi-lokasi yang masih terdapat kerentanan pangan di Indonesia dengan basis Kabupaten.

    Setelah berhasil meningkatkan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Kawasan Mandiri Pangan, mulai tahun 2019 BKP melakukan intervensi melalui Pengembangan  Koorporasi Usahatani (PKU) dan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL).

    Tujuan kegiatan PKU adalah meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompoktani dan kesejahteraan petani.

    Sedangkan PIPL bertujuan untuk meningka...

  • Program Kampung Hijau Sejahtera Sebagai Pengembangan KRPL Kementan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

    Pandeglang (BKP) - Jawa Barat.  Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja tahun ini meluncurkan sebuah kegiatan bertajuk Kampung Hijau Sejahtera (Kampung Hijrah) pertama kalinya di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, prorinsi Banten Senin (11/3).

    Kegiatan Kampung Hijrah  bertujuan untuk memanfaatkan dan  menghijaukan pekarangan guna meningkatkan ekonomi produktif keluarga serta pelestarian tanaman lokal.

    Kegiatan ini digagas dan dipelopori oleh OASE KK bidang Lingkungan Hijau (bidang V) yang diketuai oleh Rugaiya Usman Wiranto (Kementerian Koordinator Bidang P...