Geliat Lumbung Sri Pangan untuk Ketahanan Pangan

Lumbung Sri Pangan merupakan Lumbung Pangan Masyarakat yang dikelola oleh Kelompok Tani Sri Maju. Tepatnya berada di Desa Seburing Kec. Semparuk Kab. Sambas, Provinsi Kalimantan Barat. Lumbung Pangan  dengan luas 6x6m saat ini terisi 2,5 ton, sedangkan yang ada di masyarakat sebanyak 828 kg. Menurut Ketua Poktan Sri Maju, Sarkauli, lumbung pangan milik kelompoknya melayani simpan pinjam berupa padi ke anggota poktan. 

 

“Anggota yang meminjam padi satu karung yang berisi 50 kg, wajib mengembalikan ke lumbung 55 kg.” Ujar Sarkauli. Pengembalian tersebut ditetapkan dalam satu musim panen. “Begitu juga halnya apabila ada anggota yang meminjam dalam bentuk saprodi, wajib mengembalikan dalam bentuk padi dengan penambahan 5 kg berdasarkan perhitungan kapasitas pupuk yang dipinjam.” Tambah Sarkauli. 

 

Anggota kelompok meminjam dalam bentuk padi dan mereka membawa padi tersebut ke penggilingan. Saat ini harga GKP setempat antara Rp. 4.700 – Rp.4.800. Dalam bentuk beras di penggilingan berada pada kisaran harga Rp. 8.000- Rp.9.000 dengan rendemen 60%. Varietas yang banyak ditanam anggota kelompok adalah Cilosari, Inpari dan Mandiri. 

 

Dari aktivitas simpan pinjam tersebut, kelompok lumbung pangan yang berdiri tahun 2015 ini berkembang anggotanya. Pada awal berdiri hanya beranggotakan 23 orang, berkembang menjadi 51 orang. Saat ini dana kelompok lumbung ini sebesar Rp. 10.265.000,-. 

 

Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan, Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Riwantoro, didampingi perwakilan dari Dinas Pangan, peternakan dan kesehatan hewan Provinsi Kalimantan Barat pada hari Jumat (16/3) melakukan kunjungan ke Lumbung Sri Pangan ini.