Gelar Teknologi Pertanian Modern di Subang

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 25 Oct, 2015

Views: 141

Kinerja Kementerian Pertanian pada Kabinet Kerja ditandai dengan momen peringatan satu tahun dengan menyelenggarakan event yang bertajuk “Gelar Teknologi Pertanian Modern”. Tema yang dipilih pada acara ini adalah “ Modernisasi Pertanian untuk Swasembada Pangan”. Gelar Teknologi ini dilaksanakan di tengah areal persawahan Desa Gardu Mukti, Kecamatan Tambak Dahan Kabupaten Subang- Jawa Barat pada tanggal 20 Oktober 2015.

Gelar teknologi pertanian di Subang ini dihadiri Bapak Menteri Pertanian, Gubernur Jawa Barat, Kasad TNI RI, Kepala Dinas, Bupati, peneliti, dosen, mahasiswa, penyuluh pertanian, Gapoktan, Kelompok Tani, KTNA, HKTI dan para Petani. Adapun susunan acara, diantaranya adalah sambutan dari Ketua panitia yaitu Kepala Badan Litbang Pertanian, Gubernur Jawa Barat, Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) TNI RI, dan Menteri Pertanian. Dilanjutkan dengan acara penyerahan penghargaan dari Menteri Pertanian dan diakhiri dengan Panen Padi oleh Menteri Pertanian.

Menteri Pertanian dalam sambutannya, mengatakan bahwa jika semua pihak mendukung program swasembada pangan, maka pemerintah Indonesia tidak perlu impor beras. Bahkan dari hasil kinerja satu tahun Kementerian Pertanian, kini Indonesia sudah bisa ekspor beberapa komoditi pangan, diantaranya jagung sebesar 400 ribu ton, bawang merah sebesar 1500 ton dan juga kacang hijau, sehingga pemerintah bisa menghemat devisa sebesar 52 trilyun rupiah dari impor.

Seusai memberikan sambutan, Bapak Menteri Pertanian memberikan bantuan alat mesin pertanian modern, seperti mesin penanam padi dan mesin pemanen padi kepada beberapa Gapoktan dan Kelompok Tani yang telah terpilih. Selanjutnya, Menteri Pertanian didampingi Gubernur Jabar, Kasad TNI dan Kepala Badan Litbang Pertanian melakukan Panen Raya padi di areal sawah menggunakan mesin Pemanen Padi.

Kehadiran para stakeholder dalam acara gelar teknologi pertanian ini menandakan adanya keseriusan pemerintah, khususnya Kementerian Pertanian dalam mewujudkan swasembada pangan dalam menunjang ketahanan pangan, kemandirian pangan dan Kedaulatan Pangan.

Berita Terkait

  • Khawatir Harga Gabah Anjlok, Petani Minta Bulog Lakukan Pembelian Sekarang

    Beberapa daerah sentra produksi beras saat ini sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil usahataninya. Namun beberapa petani  mengeluh karena harga jatuh dan Bulog belum bergerak melakukan pembelian.

    Sejumlah petani di daerah sentra produksi yang dihubungi mengeluhkan dan mengharapkan Bulog segera turun tangan melalukan pembelian gabah mereka.

    Lalu Saleh,  petani dari Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat mengeluhkan,  sudah seminggu ini harga gabah menyentuh angka Rp. 4.000/kg gabah kering panen (gkp).

    "Sudah seminggu ini harga gabah mencapai 4.000 dan cenderung turun teru...

  • BKP Kementan Tugaskan CPNS Kawal Program PKU dan PIPL

    Setiap tahun Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengidentifikasi lokasi-lokasi yang masih terdapat kerentanan pangan di Indonesia dengan basis Kabupaten.

    Setelah berhasil meningkatkan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Kawasan Mandiri Pangan, mulai tahun 2019 BKP melakukan intervensi melalui Pengembangan  Koorporasi Usahatani (PKU) dan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL).

    Tujuan kegiatan PKU adalah meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompoktani dan kesejahteraan petani.

    Sedangkan PIPL bertujuan untuk meningka...

  • Program Kampung Hijau Sejahtera Sebagai Pengembangan KRPL Kementan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

    Pandeglang (BKP) - Jawa Barat.  Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja tahun ini meluncurkan sebuah kegiatan bertajuk Kampung Hijau Sejahtera (Kampung Hijrah) pertama kalinya di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, prorinsi Banten Senin (11/3).

    Kegiatan Kampung Hijrah  bertujuan untuk memanfaatkan dan  menghijaukan pekarangan guna meningkatkan ekonomi produktif keluarga serta pelestarian tanaman lokal.

    Kegiatan ini digagas dan dipelopori oleh OASE KK bidang Lingkungan Hijau (bidang V) yang diketuai oleh Rugaiya Usman Wiranto (Kementerian Koordinator Bidang P...