Gelar Teknologi Pertanian Modern di Subang

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 25 Oct, 2015

Views: 168

Kinerja Kementerian Pertanian pada Kabinet Kerja ditandai dengan momen peringatan satu tahun dengan menyelenggarakan event yang bertajuk “Gelar Teknologi Pertanian Modern”. Tema yang dipilih pada acara ini adalah “ Modernisasi Pertanian untuk Swasembada Pangan”. Gelar Teknologi ini dilaksanakan di tengah areal persawahan Desa Gardu Mukti, Kecamatan Tambak Dahan Kabupaten Subang- Jawa Barat pada tanggal 20 Oktober 2015.

Gelar teknologi pertanian di Subang ini dihadiri Bapak Menteri Pertanian, Gubernur Jawa Barat, Kasad TNI RI, Kepala Dinas, Bupati, peneliti, dosen, mahasiswa, penyuluh pertanian, Gapoktan, Kelompok Tani, KTNA, HKTI dan para Petani. Adapun susunan acara, diantaranya adalah sambutan dari Ketua panitia yaitu Kepala Badan Litbang Pertanian, Gubernur Jawa Barat, Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) TNI RI, dan Menteri Pertanian. Dilanjutkan dengan acara penyerahan penghargaan dari Menteri Pertanian dan diakhiri dengan Panen Padi oleh Menteri Pertanian.

Menteri Pertanian dalam sambutannya, mengatakan bahwa jika semua pihak mendukung program swasembada pangan, maka pemerintah Indonesia tidak perlu impor beras. Bahkan dari hasil kinerja satu tahun Kementerian Pertanian, kini Indonesia sudah bisa ekspor beberapa komoditi pangan, diantaranya jagung sebesar 400 ribu ton, bawang merah sebesar 1500 ton dan juga kacang hijau, sehingga pemerintah bisa menghemat devisa sebesar 52 trilyun rupiah dari impor.

Seusai memberikan sambutan, Bapak Menteri Pertanian memberikan bantuan alat mesin pertanian modern, seperti mesin penanam padi dan mesin pemanen padi kepada beberapa Gapoktan dan Kelompok Tani yang telah terpilih. Selanjutnya, Menteri Pertanian didampingi Gubernur Jabar, Kasad TNI dan Kepala Badan Litbang Pertanian melakukan Panen Raya padi di areal sawah menggunakan mesin Pemanen Padi.

Kehadiran para stakeholder dalam acara gelar teknologi pertanian ini menandakan adanya keseriusan pemerintah, khususnya Kementerian Pertanian dalam mewujudkan swasembada pangan dalam menunjang ketahanan pangan, kemandirian pangan dan Kedaulatan Pangan.

Berita Terkait

  • Kementan Gandeng Pemprov Sumut Gelar OP Bawang Putih

    Medan - Untuk meredam melonjaknya harga bawang putih di Sumatera Utara (Sumut) yang sempat menyentuh harga Rp.90.000/kg, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengadakan Operasi Pasar.

    Sebanyak 5 container  masing-masing 29 ton bawang putih impor yang tiba  di Belawan Rabu, (13/4) langsung disebar di berbagai pasar di kota Medan.

    "Operasi pasar ini kami lakukan untuk menstabilkan harga bawang putih di tingkat konsumen yang mengalami tren kenaikan beberapa waktu terakhir," ujar  Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan Riwantoro saat mel...

  • Kementan Pastikan Pasokan Pangan Pokok Aman Selama Ramadhan dan Iedul Fitri

    Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan pangan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) terutama bulan Ramadhan dan Iedul Fitri 1440 H mencukupi. Kepastian tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9).

    "Kita sudah cek, kondisi ketersediaan pangan pokok kita aman, baik untuk bulan puasa dan hari raya Iedul Fitri," terang Agung, dalam acara bertajuk 'Pengendalian Harga Pangan' tersebut di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...

  • Harga Cabai Jatuh, Kementan Gerak Cepat Bantu Petani Tuban

    Memasuki panen raya, harga berbagai jenis cabai di Kabupaten Tuban Jawa Timur, khususnya di Kecamatan Grabagan jatuh. Laporan petugas pencatat harga,  Sabtu (11/5), harga cabai rawit merah (CRM) sekitar 4.500/kg dan cabai merah keriting (CMK) Rp 5.500/kg, dari harga seminggu sebelumnya yang berkisar Rp 10.000/kg.

    Merespon kondisi tersebut, Kementerian Pertanian bergerak cepat turun lapangan membeli cabai  petani dengan harga yang lebih mahal, yakni Rp. 8.000/kg untuk mencegah kerugian petani sekaligus  memberi semangat agar petani tetap menanam pada musim berikutnya.

    "Kami bersama-sama turun k...