Gelar Pangan di NTT : Warga Antusias Belanja di Toko Tani Indonesia

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 12 Dec, 2017

Views: 138

Kupang, Dalam upaya pengendalian harga pangan jelang hari besar keagamaan nasional (HBKN) natal 2017 dan tahun baru 2018, Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian bekerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTT menggelar bazar komoditas pangan pokok dan strategis di pelataran GMIT Maranatha Kupang. Bazar ini diikuti Toko Tani Indonesia (TTI) dan beberapa distributor pangan.

Pada bazar murah yang digelar hari ini (12/12) harga beras dipatok Rp 8.000/kg, minyak goreng Rp.12.500/ liter, gula pasir Rp.12.500/kg, bawang merah Rp 18.000/kg, bawang putih 18.000/kg.

Kepala Pusat Penganekaragaman Konsumsi Pangan dan Keamanan Pangan, Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Tri Agustin Satriani menjelaskan, kehadiran TTI dalam bazar murah, sebagai salah satu upaya menjaga stabilitas harga pangan pokok di tengah meningkatnya permintaan menjelang HBKN.

"Kehadiran TTI sangat strategis dalam upaya menyediakan pangan berkualitas dengan harga terjangkau bagi masyarakat" ujarnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Hadji Husen menyebutkan bahwa dalam bazar ini, TTI menyediakan stok beras sebanyak 2 ton yang dijual dalam kemasan 5 kg dengan harga Rp.8.000/kg.

"Di provinsi NTT sudah ada 12 TTI yang disuplai dari 6 Gapoktan LUPM dan kami melihat respon masyarakat dengan kehadiran TTI ini sangat antusias" ujarnya. Lebih lanjut Hadji menegaskan bahwa stok dan pasokan beras di Provinsi NTT jelang HBKN ini dipastikan cukup untuk 3 bulan ke depan.

Salah satu pembeli beras TTI, Sofia warga Oebufu mengungkapkan harapan nya agar bazar seperti ini dapat rutin dilaksanakan di Kota Kupang. "Kami senang ada jual beras dan kebutuhan pangan yang harga nya murah, apalagi ini sudah mau natal. Kami butuh bahan pangan lebih banyak" ujarnya.

TTI yang digagas Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian merupakan salah satu upaya Pemerintah yang dilakukan untuk menjaga stabilitas harga baik di tingkat petani/produsen dan di tingkat konsumen.

Melalui kegiatan ini, Lembaga Usaha Pangan Masyarakat (LUPM) dan Toko Tani Indonesia diberdayakan untuk dapat menjalankan fungsi sebagai lembaga distribusi dalam suatu rantai distribusi yang lebih efisien, sehingga dapat mengurangi disparitas harga antara produsen dan konsumen.

Kehadiran TTI dimasyarakat juga diharapkan mampu menstabilkan harga pangan, sehingga tidak berfluktuasi.

Berita Terkait

  • Khawatir Harga Gabah Anjlok, Petani Minta Bulog Lakukan Pembelian Sekarang

    Beberapa daerah sentra produksi beras saat ini sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil usahataninya. Namun beberapa petani  mengeluh karena harga jatuh dan Bulog belum bergerak melakukan pembelian.

    Sejumlah petani di daerah sentra produksi yang dihubungi mengeluhkan dan mengharapkan Bulog segera turun tangan melalukan pembelian gabah mereka.

    Lalu Saleh,  petani dari Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat mengeluhkan,  sudah seminggu ini harga gabah menyentuh angka Rp. 4.000/kg gabah kering panen (gkp).

    "Sudah seminggu ini harga gabah mencapai 4.000 dan cenderung turun teru...

  • BKP Kementan Tugaskan CPNS Kawal Program PKU dan PIPL

    Setiap tahun Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengidentifikasi lokasi-lokasi yang masih terdapat kerentanan pangan di Indonesia dengan basis Kabupaten.

    Setelah berhasil meningkatkan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Kawasan Mandiri Pangan, mulai tahun 2019 BKP melakukan intervensi melalui Pengembangan  Koorporasi Usahatani (PKU) dan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL).

    Tujuan kegiatan PKU adalah meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompoktani dan kesejahteraan petani.

    Sedangkan PIPL bertujuan untuk meningka...

  • Program Kampung Hijau Sejahtera Sebagai Pengembangan KRPL Kementan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

    Pandeglang (BKP) - Jawa Barat.  Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja tahun ini meluncurkan sebuah kegiatan bertajuk Kampung Hijau Sejahtera (Kampung Hijrah) pertama kalinya di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, prorinsi Banten Senin (11/3).

    Kegiatan Kampung Hijrah  bertujuan untuk memanfaatkan dan  menghijaukan pekarangan guna meningkatkan ekonomi produktif keluarga serta pelestarian tanaman lokal.

    Kegiatan ini digagas dan dipelopori oleh OASE KK bidang Lingkungan Hijau (bidang V) yang diketuai oleh Rugaiya Usman Wiranto (Kementerian Koordinator Bidang P...