Gapoktan Mekar Jaya Jual Beras ke TTI di Jabotabek

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 19 Nov, 2017

Views: 225

Bandung, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Mekar Jaya dibentuk Tahun 2008 beranggotakan 13 kelompok Tani dengan jumlah anggota 500 orang petani. Gapoktan ini diketuai Asepullah dan Sekretaris Endang Makbul serta Bendahara Iyan.

Gapoktan yang berada di kabupaten Bandung ini memiliki 360 ha area garapan, dan mendapat bantuan pemerintah untuk program pengembangan usaha pangan masyarakat (PUPM) melalui Toko Tani Indonesia (TTI) Tahun 2017 sebesar 160 juta, yang dialokasikan untuk pembelian gabah sebesar 100 juta dan biaya operasional 60 juta.

Menurut Asepulah, sampai saat ini, pihaknya telah membeli gabah sebanyak 75 ton dengan harga rata-rata Rp. 5.000 /kg. Selanjutnya gabah diproses menjadi beras dengan rendemen rata-rata sebesar 60 %, sehingga menghasilkan beras sebanyak 45 ton yang dipasok ke TTI daerah Kota Depok sebanyak 23 Ton dan ke TTI Lokal di wilayahnya sebanyak 20 ton. "Sisa gabah di gudang masih ada sebanyak 6 ton," tutur Asep.

Menurut Asep, salah satu kendala yang dihadapi dalam kegiatan PUPM adalah rendahnya penyerapan gabah oleh Gapoktan karena tingginya harga Gabah.

Saat ini tingkat pembelian gabah sebanyak 80 ton dengan tingkat harga dikisaran Rp.5.500,- s.d Rp.6.200,- /kg. Dari sisi TTI, tingkat penjualan TTI pada 2 Toko di Kec. Cimanggis Kota Depok sekitar 1000 kg per TTI/bulan.

Selain memasok TTI di Jabodetabek, Gapoktan juga membuka TTI Lokal sebanyak 3 TTI yang dipasok oleh LUPM Mekarjaya diantaranya : TTI E.Yamah di Kp. Rancamanah Kel. Wargamekar, TTI Ayi di Kp. Cikawung Kel. Wargamekar dan TTI Ali Imron di Desa Manggahan.

Selain itu Gapoktan juga memasok beras ke TTIC Jawa Barat yang berlokasi di Ruko Residence A-10 Jl. Padasuka Bandung.

Keberadaan Toko Tani Indonesia dalam rangka pengamanan distribusi dan harga pangan telah memberikan manfaat bagi masyarakat khususnya, yang berpenghasilan menengah ke bawah dengan harga terjangkau dan berkualitas.

Kehadiran TTI di Jawa Barat, dapat berfungsi sebagai outlet besar bagi Gapoktan Mekar Jaya sebagai pemasok dan menjadi harapan masyarakat untuk menyediakan bahan pangan berkualitas dengan harga terjangkau.

Harga pangan yang diperdagangkan harus sesuai dengan harga pembelian pemerintah, harga acuan dan harga eceran tertinggi (HET), apalagi TTI yang berkembang dan tersebar di Wilayah Jawa Barat sejak tahun 2016 sudah lebih dari 600 TTI yang dipasok dari 221 Gapoktan/Poktan/LUPM dari jumlah 2.433 TTI yang dikembangkan di 32 provinsi.

Berita Terkait

  • Khawatir Harga Gabah Anjlok, Petani Minta Bulog Lakukan Pembelian Sekarang

    Beberapa daerah sentra produksi beras saat ini sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil usahataninya. Namun beberapa petani  mengeluh karena harga jatuh dan Bulog belum bergerak melakukan pembelian.

    Sejumlah petani di daerah sentra produksi yang dihubungi mengeluhkan dan mengharapkan Bulog segera turun tangan melalukan pembelian gabah mereka.

    Lalu Saleh,  petani dari Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat mengeluhkan,  sudah seminggu ini harga gabah menyentuh angka Rp. 4.000/kg gabah kering panen (gkp).

    "Sudah seminggu ini harga gabah mencapai 4.000 dan cenderung turun teru...

  • BKP Kementan Tugaskan CPNS Kawal Program PKU dan PIPL

    Setiap tahun Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengidentifikasi lokasi-lokasi yang masih terdapat kerentanan pangan di Indonesia dengan basis Kabupaten.

    Setelah berhasil meningkatkan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Kawasan Mandiri Pangan, mulai tahun 2019 BKP melakukan intervensi melalui Pengembangan  Koorporasi Usahatani (PKU) dan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL).

    Tujuan kegiatan PKU adalah meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompoktani dan kesejahteraan petani.

    Sedangkan PIPL bertujuan untuk meningka...

  • Program Kampung Hijau Sejahtera Sebagai Pengembangan KRPL Kementan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

    Pandeglang (BKP) - Jawa Barat.  Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja tahun ini meluncurkan sebuah kegiatan bertajuk Kampung Hijau Sejahtera (Kampung Hijrah) pertama kalinya di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, prorinsi Banten Senin (11/3).

    Kegiatan Kampung Hijrah  bertujuan untuk memanfaatkan dan  menghijaukan pekarangan guna meningkatkan ekonomi produktif keluarga serta pelestarian tanaman lokal.

    Kegiatan ini digagas dan dipelopori oleh OASE KK bidang Lingkungan Hijau (bidang V) yang diketuai oleh Rugaiya Usman Wiranto (Kementerian Koordinator Bidang P...