Gapoktan Mekar Jaya Jual Beras ke TTI di Jabotabek

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 19 Nov, 2017

Views: 281

Bandung, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Mekar Jaya dibentuk Tahun 2008 beranggotakan 13 kelompok Tani dengan jumlah anggota 500 orang petani. Gapoktan ini diketuai Asepullah dan Sekretaris Endang Makbul serta Bendahara Iyan.

Gapoktan yang berada di kabupaten Bandung ini memiliki 360 ha area garapan, dan mendapat bantuan pemerintah untuk program pengembangan usaha pangan masyarakat (PUPM) melalui Toko Tani Indonesia (TTI) Tahun 2017 sebesar 160 juta, yang dialokasikan untuk pembelian gabah sebesar 100 juta dan biaya operasional 60 juta.

Menurut Asepulah, sampai saat ini, pihaknya telah membeli gabah sebanyak 75 ton dengan harga rata-rata Rp. 5.000 /kg. Selanjutnya gabah diproses menjadi beras dengan rendemen rata-rata sebesar 60 %, sehingga menghasilkan beras sebanyak 45 ton yang dipasok ke TTI daerah Kota Depok sebanyak 23 Ton dan ke TTI Lokal di wilayahnya sebanyak 20 ton. "Sisa gabah di gudang masih ada sebanyak 6 ton," tutur Asep.

Menurut Asep, salah satu kendala yang dihadapi dalam kegiatan PUPM adalah rendahnya penyerapan gabah oleh Gapoktan karena tingginya harga Gabah.

Saat ini tingkat pembelian gabah sebanyak 80 ton dengan tingkat harga dikisaran Rp.5.500,- s.d Rp.6.200,- /kg. Dari sisi TTI, tingkat penjualan TTI pada 2 Toko di Kec. Cimanggis Kota Depok sekitar 1000 kg per TTI/bulan.

Selain memasok TTI di Jabodetabek, Gapoktan juga membuka TTI Lokal sebanyak 3 TTI yang dipasok oleh LUPM Mekarjaya diantaranya : TTI E.Yamah di Kp. Rancamanah Kel. Wargamekar, TTI Ayi di Kp. Cikawung Kel. Wargamekar dan TTI Ali Imron di Desa Manggahan.

Selain itu Gapoktan juga memasok beras ke TTIC Jawa Barat yang berlokasi di Ruko Residence A-10 Jl. Padasuka Bandung.

Keberadaan Toko Tani Indonesia dalam rangka pengamanan distribusi dan harga pangan telah memberikan manfaat bagi masyarakat khususnya, yang berpenghasilan menengah ke bawah dengan harga terjangkau dan berkualitas.

Kehadiran TTI di Jawa Barat, dapat berfungsi sebagai outlet besar bagi Gapoktan Mekar Jaya sebagai pemasok dan menjadi harapan masyarakat untuk menyediakan bahan pangan berkualitas dengan harga terjangkau.

Harga pangan yang diperdagangkan harus sesuai dengan harga pembelian pemerintah, harga acuan dan harga eceran tertinggi (HET), apalagi TTI yang berkembang dan tersebar di Wilayah Jawa Barat sejak tahun 2016 sudah lebih dari 600 TTI yang dipasok dari 221 Gapoktan/Poktan/LUPM dari jumlah 2.433 TTI yang dikembangkan di 32 provinsi.

Berita Terkait

  • Kementan Gandeng Pemprov Sumut Gelar OP Bawang Putih

    Medan - Untuk meredam melonjaknya harga bawang putih di Sumatera Utara (Sumut) yang sempat menyentuh harga Rp.90.000/kg, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengadakan Operasi Pasar.

    Sebanyak 5 container  masing-masing 29 ton bawang putih impor yang tiba  di Belawan Rabu, (13/4) langsung disebar di berbagai pasar di kota Medan.

    "Operasi pasar ini kami lakukan untuk menstabilkan harga bawang putih di tingkat konsumen yang mengalami tren kenaikan beberapa waktu terakhir," ujar  Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan Riwantoro saat mel...

  • Kementan Pastikan Pasokan Pangan Pokok Aman Selama Ramadhan dan Iedul Fitri

    Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan pangan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) terutama bulan Ramadhan dan Iedul Fitri 1440 H mencukupi. Kepastian tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9).

    "Kita sudah cek, kondisi ketersediaan pangan pokok kita aman, baik untuk bulan puasa dan hari raya Iedul Fitri," terang Agung, dalam acara bertajuk 'Pengendalian Harga Pangan' tersebut di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...

  • Harga Cabai Jatuh, Kementan Gerak Cepat Bantu Petani Tuban

    Memasuki panen raya, harga berbagai jenis cabai di Kabupaten Tuban Jawa Timur, khususnya di Kecamatan Grabagan jatuh. Laporan petugas pencatat harga,  Sabtu (11/5), harga cabai rawit merah (CRM) sekitar 4.500/kg dan cabai merah keriting (CMK) Rp 5.500/kg, dari harga seminggu sebelumnya yang berkisar Rp 10.000/kg.

    Merespon kondisi tersebut, Kementerian Pertanian bergerak cepat turun lapangan membeli cabai  petani dengan harga yang lebih mahal, yakni Rp. 8.000/kg untuk mencegah kerugian petani sekaligus  memberi semangat agar petani tetap menanam pada musim berikutnya.

    "Kami bersama-sama turun k...