FAO Ajak Generasi Muda Sultra Jangan Malu Makan Olahan dari Sagu

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 06 Nov, 2017

Views: 195

Kendari, Food and Agriculture Organization (FAO), lembaga pangan dan pertanian dunia yang berada di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menilai keberadaan sagu di Sulawesi Tenggara (Sultra) harus menjadi kebanggaan masyarakat Bumi Anoa. Assistant FAO Representative Indonesia Ageng Setiawan Herianto mengatakan, saat ini tanaman sagu merupakan salah satu komoditi yang menjadi perhatian pemerintah pusat melalui kebijakan strategi pengembangan diversifikasi pangan lokal. “Jadi kalian semua harus bangga dengan sagu di Sultra, apalagi anak muda jaman now,” ungkap Ageng saat memberikan sambutan dalam acara Festival Kuliner Sagu, Minggu (5/11/2017) di Swiss Belhotel Kendari. Ia menjelaskan, Indonesia merupakan negara terbesar pertama di dunia yang memiliki potensi lahan sagu sekitar 1,2 juta hektar. Jika potensi ini tidak dijaga dan dikembangkan oleh pemerintah dan generasi muda, maka keberadaannya akan sia-sia saja. Saat ini, kata Ageng, negara tetangga Malaysia sudah banyak menggunakan bahan sagu untuk keperluan industri. Ia takutkan nasib sagu jika tidak diperhatian akan sama dengan nasib budaya Indonesia yang diklaim bangsa lain. “Ayo jangan malu makan makanan dari sagu, kita punya hak untuk menjaganya,” kata Ageng. Apalagi di bidang kesehatan, sagu ternyata memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh manusia. Sementara itu, Kepala Pusat Penganekaragman Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (Kementan), Tri Agustin Satriani mengatakan, tahun 2018 pemerintah akan memberikan anggaran kepada Pemerintah Daerah Kolaka dan Buton Selatan (Busel) untuk pengembangan pangan lokal sagu dan ubi kayu. “Ini kita akan buatkan website dan semua informasi pangan lokal se-Indonesia akan masuk di sistem sehingga mudah diketahui, dan saat ini kami gencar untuk itu,” ungkapnya usai acara pembukaan Festival Kuliner Sagu. Untuk diketahui, dalam kegiatan Festival Kuliner Sagu ini banyak hidangan yang disajikan oleh pelaku usaha seperti makanan sagu yang dibuat rasa makanan Chinese, Jepang, Arabian dan Indonesia. Salah satu bintang tamu dalam acara ini, Ovil Finalis Stand Up Comedy Indonesia asal Sultra, mengatakan anak muda tidak perlu malu makan sinonggi atau jenis olahan lain dari Sagu. Sebab, sagu merupakan makanan khas asal daerah yang harus terus dijaga kelestariannya. “Mending makan sagu, ketimbang makan makanan yang tidak sehat, apalagi narkoba,” ungkapnya saat tampil di hadapan tamu undangan. Sumber zonasultra.com

Berita Terkait

  • Khawatir Harga Gabah Anjlok, Petani Minta Bulog Lakukan Pembelian Sekarang

    Beberapa daerah sentra produksi beras saat ini sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil usahataninya. Namun beberapa petani  mengeluh karena harga jatuh dan Bulog belum bergerak melakukan pembelian.

    Sejumlah petani di daerah sentra produksi yang dihubungi mengeluhkan dan mengharapkan Bulog segera turun tangan melalukan pembelian gabah mereka.

    Lalu Saleh,  petani dari Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat mengeluhkan,  sudah seminggu ini harga gabah menyentuh angka Rp. 4.000/kg gabah kering panen (gkp).

    "Sudah seminggu ini harga gabah mencapai 4.000 dan cenderung turun teru...

  • BKP Kementan Tugaskan CPNS Kawal Program PKU dan PIPL

    Setiap tahun Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengidentifikasi lokasi-lokasi yang masih terdapat kerentanan pangan di Indonesia dengan basis Kabupaten.

    Setelah berhasil meningkatkan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Kawasan Mandiri Pangan, mulai tahun 2019 BKP melakukan intervensi melalui Pengembangan  Koorporasi Usahatani (PKU) dan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL).

    Tujuan kegiatan PKU adalah meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompoktani dan kesejahteraan petani.

    Sedangkan PIPL bertujuan untuk meningka...

  • Program Kampung Hijau Sejahtera Sebagai Pengembangan KRPL Kementan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

    Pandeglang (BKP) - Jawa Barat.  Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja tahun ini meluncurkan sebuah kegiatan bertajuk Kampung Hijau Sejahtera (Kampung Hijrah) pertama kalinya di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, prorinsi Banten Senin (11/3).

    Kegiatan Kampung Hijrah  bertujuan untuk memanfaatkan dan  menghijaukan pekarangan guna meningkatkan ekonomi produktif keluarga serta pelestarian tanaman lokal.

    Kegiatan ini digagas dan dipelopori oleh OASE KK bidang Lingkungan Hijau (bidang V) yang diketuai oleh Rugaiya Usman Wiranto (Kementerian Koordinator Bidang P...