Evaluasi KP TA. 2013 dan Sinkronisasi Program Kerja dan Anggaran KP TA. 2014 Tingkat Kabupaten/Kota

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 17 Feb, 2014

Views: 196

Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian bekerja sama dengan Badan Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Selatan menyelenggarakan pertemuan “Evaluasi Ketahanan Pangan TA. 2013 dan Sinkronisasi Persiapan Program Kerja dan Anggaran Ketahanan Pangan TA. 2014 Tingkat Kabupaten/Kota Wilayah II (Kalimantan, Sulawesi, Maluku-Maluku Utara, Bali, NTT, NTB, Papua dan Papua Barat)”  pada tanggal 11-13 Pebruari  2014 bertempat di Hotel Sahid Jaya, Makasar.

Pertemuan ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja pelaksanaan kegiatan ketahanan pangan tahun 2013 tingkat kabupaten/kota dan menyiapkan langkah strategis percepatan pelaksanaan program dan kegiatan ketahanan pangan tahun 2014.

Pertemuan dihadiri oleh Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Selatan, Kepala Badan/Dinas/Kantor Unit Kerja Ketahanan Pangan Kabupaten/Kota di Wilayah II se Indonesia (Kalimantan, Sulawesi, Maluku-Maluku Utara, Bali, NTT, NTB, Papua-Papua Barat), Para Kepala SKPD Provinsi Sulawesi Selatan, dan Pejabat Eselon II, III dan IV Lingkup Badan Ketahanan Pangan, serta Nara sumber dari  Inspektorat Jenderal dan Biro Perencanaan Kementerian Pertanian.

Acara pembukaan diawali dengan pengarahan Kepala Badan ketahanan Pangan Kementerian Pertanian oleh Prof. Dr. Ir. Achmad Suryana, MS. Dalam arahannya Kepala Badan Ketahanan Pangan menegaskan bahwa tahun 2014 merupakan tahun terakhir pelaksanaan RPJMN 2010-2014. Dalam siklus pembangunan lima tahunan, pencapaian target pembangunan pertanian termasuk target peningkatan diversifikasi pangan, yang berdasarkan hasil evaluasi kesenjangannya masih cukup besar.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Badan Ketahanan Pangan menegaskan hal-halyang perlu menjadi perhatian dalam pelaksanaan program/kegiatan ketahanan pangan, antara lain: (1) Perlunya perbaikan kualitas persiapan pelaksanaan 2014 dan perencanaan 2015 antara lain identifikasi sasaran baru dilakukan lebih awal dan pengadaan/lelang disiapkan sejak awal; (2) Perlunya percepatan pelaksanaan kegiatan dan peningkatan kualitas pelaksanaan kegiatan 2014; (3) Perlunya peningkatan pemantauan, pengendalian, dan pelaporan program/kegiatan; (4) Perlunya peningkatan komitmen, sinergisme, dan koordinasi program/kegiatan pusat-daerah; dan (5) Pastikan pelaksanaan program/kegiatan diupayakan bebas korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN)

Untuk mencapai keberhasilan pelaksanaan program ketahanan pangan,  perlu melibatkan peran Dewan Ketahanan Pangan pusat maupun provinsi/kabupaten/kota, dalam mengkoordinasikan dan mensinergikan program dan kegiatan ketahanan pangan.

Setelah pengarahan, dilanjutkan dengan pembacaan sambutan Gubernur Sulawesi Selatan oleh Wakil Gubernur Sulawesi Selatan dan sekaligus membuka acara pertemuan “Evaluasi Ketahanan Pangan TA. 2013 dan Sinkronisasi Persiapan Program Kerja dan Anggaran Ketahanan Pangan TA. 2014 Tingkat Kabupaten/Kota Wilayah II”.

Esok harinya pertemuan dilanjutkan, dengan sesi penyampaian materi oleh narasumber antara lain : Inspektorat Jenderal, Biro Perencanaan, Sekretaris Badan Ketahanan Pangan dan Kepala Pusat Lingkup Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian

Berita Terkait

  • Khawatir Harga Gabah Anjlok, Petani Minta Bulog Lakukan Pembelian Sekarang

    Beberapa daerah sentra produksi beras saat ini sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil usahataninya. Namun beberapa petani  mengeluh karena harga jatuh dan Bulog belum bergerak melakukan pembelian.

    Sejumlah petani di daerah sentra produksi yang dihubungi mengeluhkan dan mengharapkan Bulog segera turun tangan melalukan pembelian gabah mereka.

    Lalu Saleh,  petani dari Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat mengeluhkan,  sudah seminggu ini harga gabah menyentuh angka Rp. 4.000/kg gabah kering panen (gkp).

    "Sudah seminggu ini harga gabah mencapai 4.000 dan cenderung turun teru...

  • BKP Kementan Tugaskan CPNS Kawal Program PKU dan PIPL

    Setiap tahun Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengidentifikasi lokasi-lokasi yang masih terdapat kerentanan pangan di Indonesia dengan basis Kabupaten.

    Setelah berhasil meningkatkan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Kawasan Mandiri Pangan, mulai tahun 2019 BKP melakukan intervensi melalui Pengembangan  Koorporasi Usahatani (PKU) dan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL).

    Tujuan kegiatan PKU adalah meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompoktani dan kesejahteraan petani.

    Sedangkan PIPL bertujuan untuk meningka...

  • Program Kampung Hijau Sejahtera Sebagai Pengembangan KRPL Kementan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

    Pandeglang (BKP) - Jawa Barat.  Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja tahun ini meluncurkan sebuah kegiatan bertajuk Kampung Hijau Sejahtera (Kampung Hijrah) pertama kalinya di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, prorinsi Banten Senin (11/3).

    Kegiatan Kampung Hijrah  bertujuan untuk memanfaatkan dan  menghijaukan pekarangan guna meningkatkan ekonomi produktif keluarga serta pelestarian tanaman lokal.

    Kegiatan ini digagas dan dipelopori oleh OASE KK bidang Lingkungan Hijau (bidang V) yang diketuai oleh Rugaiya Usman Wiranto (Kementerian Koordinator Bidang P...