Evaluasi KP TA. 2013 dan Sinkronisasi Program Kerja dan Anggaran KP TA. 2014 Tingkat Kabupaten/Kota

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 17 Feb, 2014

Views: 250

Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian bekerja sama dengan Badan Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Selatan menyelenggarakan pertemuan “Evaluasi Ketahanan Pangan TA. 2013 dan Sinkronisasi Persiapan Program Kerja dan Anggaran Ketahanan Pangan TA. 2014 Tingkat Kabupaten/Kota Wilayah II (Kalimantan, Sulawesi, Maluku-Maluku Utara, Bali, NTT, NTB, Papua dan Papua Barat)”  pada tanggal 11-13 Pebruari  2014 bertempat di Hotel Sahid Jaya, Makasar.

Pertemuan ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja pelaksanaan kegiatan ketahanan pangan tahun 2013 tingkat kabupaten/kota dan menyiapkan langkah strategis percepatan pelaksanaan program dan kegiatan ketahanan pangan tahun 2014.

Pertemuan dihadiri oleh Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Selatan, Kepala Badan/Dinas/Kantor Unit Kerja Ketahanan Pangan Kabupaten/Kota di Wilayah II se Indonesia (Kalimantan, Sulawesi, Maluku-Maluku Utara, Bali, NTT, NTB, Papua-Papua Barat), Para Kepala SKPD Provinsi Sulawesi Selatan, dan Pejabat Eselon II, III dan IV Lingkup Badan Ketahanan Pangan, serta Nara sumber dari  Inspektorat Jenderal dan Biro Perencanaan Kementerian Pertanian.

Acara pembukaan diawali dengan pengarahan Kepala Badan ketahanan Pangan Kementerian Pertanian oleh Prof. Dr. Ir. Achmad Suryana, MS. Dalam arahannya Kepala Badan Ketahanan Pangan menegaskan bahwa tahun 2014 merupakan tahun terakhir pelaksanaan RPJMN 2010-2014. Dalam siklus pembangunan lima tahunan, pencapaian target pembangunan pertanian termasuk target peningkatan diversifikasi pangan, yang berdasarkan hasil evaluasi kesenjangannya masih cukup besar.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Badan Ketahanan Pangan menegaskan hal-halyang perlu menjadi perhatian dalam pelaksanaan program/kegiatan ketahanan pangan, antara lain: (1) Perlunya perbaikan kualitas persiapan pelaksanaan 2014 dan perencanaan 2015 antara lain identifikasi sasaran baru dilakukan lebih awal dan pengadaan/lelang disiapkan sejak awal; (2) Perlunya percepatan pelaksanaan kegiatan dan peningkatan kualitas pelaksanaan kegiatan 2014; (3) Perlunya peningkatan pemantauan, pengendalian, dan pelaporan program/kegiatan; (4) Perlunya peningkatan komitmen, sinergisme, dan koordinasi program/kegiatan pusat-daerah; dan (5) Pastikan pelaksanaan program/kegiatan diupayakan bebas korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN)

Untuk mencapai keberhasilan pelaksanaan program ketahanan pangan,  perlu melibatkan peran Dewan Ketahanan Pangan pusat maupun provinsi/kabupaten/kota, dalam mengkoordinasikan dan mensinergikan program dan kegiatan ketahanan pangan.

Setelah pengarahan, dilanjutkan dengan pembacaan sambutan Gubernur Sulawesi Selatan oleh Wakil Gubernur Sulawesi Selatan dan sekaligus membuka acara pertemuan “Evaluasi Ketahanan Pangan TA. 2013 dan Sinkronisasi Persiapan Program Kerja dan Anggaran Ketahanan Pangan TA. 2014 Tingkat Kabupaten/Kota Wilayah II”.

Esok harinya pertemuan dilanjutkan, dengan sesi penyampaian materi oleh narasumber antara lain : Inspektorat Jenderal, Biro Perencanaan, Sekretaris Badan Ketahanan Pangan dan Kepala Pusat Lingkup Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian

Berita Terkait

  • Kementan Gandeng Pemprov Sumut Gelar OP Bawang Putih

    Medan - Untuk meredam melonjaknya harga bawang putih di Sumatera Utara (Sumut) yang sempat menyentuh harga Rp.90.000/kg, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengadakan Operasi Pasar.

    Sebanyak 5 container  masing-masing 29 ton bawang putih impor yang tiba  di Belawan Rabu, (13/4) langsung disebar di berbagai pasar di kota Medan.

    "Operasi pasar ini kami lakukan untuk menstabilkan harga bawang putih di tingkat konsumen yang mengalami tren kenaikan beberapa waktu terakhir," ujar  Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan Riwantoro saat mel...

  • Kementan Pastikan Pasokan Pangan Pokok Aman Selama Ramadhan dan Iedul Fitri

    Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan pangan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) terutama bulan Ramadhan dan Iedul Fitri 1440 H mencukupi. Kepastian tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9).

    "Kita sudah cek, kondisi ketersediaan pangan pokok kita aman, baik untuk bulan puasa dan hari raya Iedul Fitri," terang Agung, dalam acara bertajuk 'Pengendalian Harga Pangan' tersebut di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...

  • Harga Cabai Jatuh, Kementan Gerak Cepat Bantu Petani Tuban

    Memasuki panen raya, harga berbagai jenis cabai di Kabupaten Tuban Jawa Timur, khususnya di Kecamatan Grabagan jatuh. Laporan petugas pencatat harga,  Sabtu (11/5), harga cabai rawit merah (CRM) sekitar 4.500/kg dan cabai merah keriting (CMK) Rp 5.500/kg, dari harga seminggu sebelumnya yang berkisar Rp 10.000/kg.

    Merespon kondisi tersebut, Kementerian Pertanian bergerak cepat turun lapangan membeli cabai  petani dengan harga yang lebih mahal, yakni Rp. 8.000/kg untuk mencegah kerugian petani sekaligus  memberi semangat agar petani tetap menanam pada musim berikutnya.

    "Kami bersama-sama turun k...