Empat Tahun Terakhir, Produksi Komoditas Pangan Strategis Meningkat

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 09 Jun, 2014

Views: 164

MALANG – Produksi komoditas pangan strategis dalam empat tahun terakhir umumnya menunjukkan kinerja yang baik. Kineja produksi padi mengalami peningkatan rata-rata 2,6 persen per tahun dari 64,4 juta ton gabah kering giling (GKG) tahun 2009 menjadi 71,29 juta ton GKG pada 2013. 

Produksi jagung juga meningkat rata-rata 1,39 persen per tahun dari 17,63 juta ton jagung pipilan kering tahun 2009 menjadi 18,51 juta ton tahun 2013.

“Produktivitas kedelai per hektarnya juga meningkat 1,39 persen per tahun. Namun produksinya menurun karena terjadi persaingan areal tanam dengan jagung, yang mengakibatkan luas panen kedelai menurun rata-rata 6,54 persen per tahun,” Menteri Pertanian Suswono menyampaikan hal itu pada pembukaan kegiatan Pekan Nasional (Penas) XIV Petani dan Nelayan, Sabtu (7/6) di Malang, Jawa Timur.

Lebih lanjut Mentan mengungkapkan, komoditas pangan strategis lainnya yang mengalami peningkatan adalah tebu. Dalam kurun empat tahun terakhir produksi tebu mengalami peningkatan rata-rata 1,48 persen dari 17,22 juta ton tahun 2009 menjadi 19,67 juta ton tahun 2013. “Produksi daging sapi juga mengalami peningkatan rata-rata 7,49 persen per tahun,” lanjut Mentan Suswono.

Mentan mengungkapkan, peningkatan kinerja produksi tersebut patut disyukuri di tengah situasi tantangan yang tidak mudah. Tantangan tersebut meliputi; defisit lahan pertanian produktif akibat konversi lahan yang makin meningkat, kepemilikan lahan petani yang sempit, perubahan iklim, bencana alam, dan gejolak perubahan ekonomi global.

“Kemampuan kita meningkatkan produksi di tengah persoalan pertanian yang makin kompleks adalah wujud kinerja para petani, pelaku usaha, dan pemerintah yang masih andal,” terang Suswono dalam sambutan yang disampaikan di hadapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Ke depan, lanjut Mentan, tantangan semakin berat sehingga diperlukan inovasi secara berkesinambungan dan kerja keras semua pihak agar hasil-hasil yang telah dicapai dapat ditingkatkan.

Berita Terkait

  • Kementan Gandeng Pemprov Sumut Gelar OP Bawang Putih

    Medan - Untuk meredam melonjaknya harga bawang putih di Sumatera Utara (Sumut) yang sempat menyentuh harga Rp.90.000/kg, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengadakan Operasi Pasar.

    Sebanyak 5 container  masing-masing 29 ton bawang putih impor yang tiba  di Belawan Rabu, (13/4) langsung disebar di berbagai pasar di kota Medan.

    "Operasi pasar ini kami lakukan untuk menstabilkan harga bawang putih di tingkat konsumen yang mengalami tren kenaikan beberapa waktu terakhir," ujar  Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan Riwantoro saat mel...

  • Kementan Pastikan Pasokan Pangan Pokok Aman Selama Ramadhan dan Iedul Fitri

    Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan pangan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) terutama bulan Ramadhan dan Iedul Fitri 1440 H mencukupi. Kepastian tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9).

    "Kita sudah cek, kondisi ketersediaan pangan pokok kita aman, baik untuk bulan puasa dan hari raya Iedul Fitri," terang Agung, dalam acara bertajuk 'Pengendalian Harga Pangan' tersebut di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...

  • Harga Cabai Jatuh, Kementan Gerak Cepat Bantu Petani Tuban

    Memasuki panen raya, harga berbagai jenis cabai di Kabupaten Tuban Jawa Timur, khususnya di Kecamatan Grabagan jatuh. Laporan petugas pencatat harga,  Sabtu (11/5), harga cabai rawit merah (CRM) sekitar 4.500/kg dan cabai merah keriting (CMK) Rp 5.500/kg, dari harga seminggu sebelumnya yang berkisar Rp 10.000/kg.

    Merespon kondisi tersebut, Kementerian Pertanian bergerak cepat turun lapangan membeli cabai  petani dengan harga yang lebih mahal, yakni Rp. 8.000/kg untuk mencegah kerugian petani sekaligus  memberi semangat agar petani tetap menanam pada musim berikutnya.

    "Kami bersama-sama turun k...