Dua Minggu Kedepan Kabupaten Grobogan Jawa Tengah Siap Penuhi Kebutuhan Jagung Peternak

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 31 Jan, 2019

Views: 398

Kabupaten Grobogan merupakan salah satu lumbung jagung nasional,  dengan produksi jagung  menyumbang 29,3 % dari produksi jagung Jawa Tengah dan 2,8 % untuk nasional.

Untuk memastikan ketersediaan jagung, Bupati Grobogan Sri Sumarni, bersama Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Agung Hendriadi melakukan panen jagung bersama di desa Telawah, Kecamatan Karangrayung Kabupaten Grobogan.

Panen dilakukan di areal pertanaman jagung seluas 190 ha dari luasan panen saat ini se-Kecamatan Karangrayung sebesar 4.126 Ha.

“Bisa kita lihat bersama kualitas jagung yang dihasilkan sangat bagus, saat ini harga jagung di tingkat petani sangat menggembirakan dengan kisaran diatas Rp. 5.000 per kg pipil kering. Harga ini merupakan harga tertinggi yang pernah diterima petani, sehingga kami berharap kebijakan pemerintah Pusat agar tetap memperhatikan petani jagung,” ujar Bupati Sri Sumarni.

Menurut Sri Sumarni, tidak ada alasan bagi pemerintah untuk melakukan impor jagung.

"Produksi jagung  di Kabupaten Grobogan sangat besar. Kami mewakili petani di Kabupaten Grobogan menyampaikan tidak ada alasan untuk impor jagung. Biarlah petani menikmati harga tinggi," tegasnya.

"Produksi jagung di Kabupaten Grobogan menyumbang 22,7 % dari produksi jagung Jawa Tengah dan 2,8 % dari produksi jagung nasional," ungkapnya.

Panen jagung dalam jumlah yang  cukup besar di Kabupaten Grobogan diperkirakan akan berlangsung mulai minggu kedua bulan Pebruari mendatang. Setidaknya terdapat areal pertanaman seluas 41.035 Ha yang akan panen dan diperkirakan akan menghasilkan produksi jagung sebanyak 246.210 ton.

Produksi yang besar di Kabupaten Grobogan tersebut, sekaligus menjadi bukti bahwa potensi produksi jagung dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan nasional.

Kepala BKP Agung Hendriadi seusai panen mengatakan   suplai jagung dari Jawa Tengah maupun Grobogan cukup bagus.

"Suplai dari Grobogan dan Jawa Tengah sudah bisa memenuhi kebutuhan peternak besar dan kecil. Minggu depan sampai Maret akan terus dilakukan panen diberbagai propinsi," ujar Agung.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan Edhie Sudaryanto dalam kesempatan ini membantah dengan tegas adanya pihak-pihak yang menyebutkan saat ini tidak ada panen jagung.

"Faktanya, jagung di Kabupaten Grobogan sedang memasuki musim panen. Siapa bilang tidak ada panen," ujarnya.

Menurut Edhie panen raya jagung di Grobogan diperkirakan pada bulan Pebruari 2019 seluas 41.035 Ha. Dari panen ini  diperkirakan akan menghasilkan produksi jagung sebanyak 246.210 ton.

Dalam kesempatan ini juga telah disepakati pembelian jagung oleh GMPT dan petani  dengan harga Rp.5.200/kg kadar air 18 - 20%. Pihak GMPT menyangupi untuk membeli jagung petani berapapun jumlahnya.

Seusai panen, Agung mengajak wakil dari   Kemenko Perekonomian, Satgas Pangan Mabes Polri,

Ditjen Peternakan Kementan, Anggota GPMT jateng, PT Malindo, Charoen Phokpand, Cargill, Newhope,  Kepala BPTP, Dinas KP,  Dinas Pert, Bulog Divre dan subdivre Grobogan keliling beberapa desa untuk melihat hamparan jagung yang begitu luas dan siap panen.

Berita Terkait

  • Pada Council Meeting APTERR 7th, Kepala BKP Kementan Usulkan Evaluasi Dampak Bantuan Beras

    Wilayah Asia Tenggara dan Asia Timur merupakan kawasan cukup rentan terhadap bencana alam, seperti gempa bumi, banjir, angin topan, dan lainnya yang bisa menyebabkan kerusakan fisik, sampai terjadinya gagal panen. Hal ini bisa menimbulkan kerawanan pangan dan hambatan akses pangan.

    Negara-negara di kawasan ASEAN+3 memiliki _coping strategy_ untuk mengatasi dampak negatif dari bencana setelah terjadi.

    Mekanisme yang dilakukan melalui pembentukan cadangan beras antara negara _ASEAN Plus Three_ (China, Jepang dan Korea), yang dikenal dengan istilah APTERR ( _ASEAN Plus Three Emergency Rice Reserv...

  • Serah Terima Jabatan Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan

    Kepala Badan Ketahanan Pangan Agung Hendriadi pimpin serah terima jabatan Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan yang batu Andriko Noto Susanto pada Senin pagi ini (18/02).

    Menurut Agung, serah terima jabatan ini merupakan tindak lanjut dari pelantikan yang telah dilaksanakan sebelumnya. 

    "Saya harap pejabat yang baru dapat memahami tugas tugas yang harus segera ditindaklanjuti dan yang menjadi prioritas ditempat baru" tegas nya.

    Dalam kesempatan ini dia berpesan kepada pejabat baru untuk fokus mengidentifikasi dan mengintervensi lokasi rentan rawan pangan.

  • Kementan Sangat Peduli Terhadap Keamanan dan Mutu Pangan Segar Asal Tumbuhan

    Dalam rangka penguatan dan pemantapan sistem keamanan dan mutu Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT), pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah menerbitkan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No. 53 tahun 2018 tentang Keamanan dan Mutu PSAT.

    Secara umum Permentan  ini mengatur mengenai:(1) pengawasan keamanan dan mutu pangan segar asal tumbuhan melalui pendataan, pendaftaran, dan sertifikasi; (2) pembagian kewenangan yang jelas antara pusat, pemerintah propinsi; dan pemerintah kabupaten/kota; (3) merespon pelayanan pendaftaran secara online; (4) mengakomodasi prinsip pengawasan keamanan p...