Dua Minggu Kedepan Kabupaten Grobogan Jawa Tengah Siap Penuhi Kebutuhan Jagung Peternak

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 31 Jan, 2019

Views: 464

Kabupaten Grobogan merupakan salah satu lumbung jagung nasional,  dengan produksi jagung  menyumbang 29,3 % dari produksi jagung Jawa Tengah dan 2,8 % untuk nasional.

Untuk memastikan ketersediaan jagung, Bupati Grobogan Sri Sumarni, bersama Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Agung Hendriadi melakukan panen jagung bersama di desa Telawah, Kecamatan Karangrayung Kabupaten Grobogan.

Panen dilakukan di areal pertanaman jagung seluas 190 ha dari luasan panen saat ini se-Kecamatan Karangrayung sebesar 4.126 Ha.

“Bisa kita lihat bersama kualitas jagung yang dihasilkan sangat bagus, saat ini harga jagung di tingkat petani sangat menggembirakan dengan kisaran diatas Rp. 5.000 per kg pipil kering. Harga ini merupakan harga tertinggi yang pernah diterima petani, sehingga kami berharap kebijakan pemerintah Pusat agar tetap memperhatikan petani jagung,” ujar Bupati Sri Sumarni.

Menurut Sri Sumarni, tidak ada alasan bagi pemerintah untuk melakukan impor jagung.

"Produksi jagung  di Kabupaten Grobogan sangat besar. Kami mewakili petani di Kabupaten Grobogan menyampaikan tidak ada alasan untuk impor jagung. Biarlah petani menikmati harga tinggi," tegasnya.

"Produksi jagung di Kabupaten Grobogan menyumbang 22,7 % dari produksi jagung Jawa Tengah dan 2,8 % dari produksi jagung nasional," ungkapnya.

Panen jagung dalam jumlah yang  cukup besar di Kabupaten Grobogan diperkirakan akan berlangsung mulai minggu kedua bulan Pebruari mendatang. Setidaknya terdapat areal pertanaman seluas 41.035 Ha yang akan panen dan diperkirakan akan menghasilkan produksi jagung sebanyak 246.210 ton.

Produksi yang besar di Kabupaten Grobogan tersebut, sekaligus menjadi bukti bahwa potensi produksi jagung dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan nasional.

Kepala BKP Agung Hendriadi seusai panen mengatakan   suplai jagung dari Jawa Tengah maupun Grobogan cukup bagus.

"Suplai dari Grobogan dan Jawa Tengah sudah bisa memenuhi kebutuhan peternak besar dan kecil. Minggu depan sampai Maret akan terus dilakukan panen diberbagai propinsi," ujar Agung.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan Edhie Sudaryanto dalam kesempatan ini membantah dengan tegas adanya pihak-pihak yang menyebutkan saat ini tidak ada panen jagung.

"Faktanya, jagung di Kabupaten Grobogan sedang memasuki musim panen. Siapa bilang tidak ada panen," ujarnya.

Menurut Edhie panen raya jagung di Grobogan diperkirakan pada bulan Pebruari 2019 seluas 41.035 Ha. Dari panen ini  diperkirakan akan menghasilkan produksi jagung sebanyak 246.210 ton.

Dalam kesempatan ini juga telah disepakati pembelian jagung oleh GMPT dan petani  dengan harga Rp.5.200/kg kadar air 18 - 20%. Pihak GMPT menyangupi untuk membeli jagung petani berapapun jumlahnya.

Seusai panen, Agung mengajak wakil dari   Kemenko Perekonomian, Satgas Pangan Mabes Polri,

Ditjen Peternakan Kementan, Anggota GPMT jateng, PT Malindo, Charoen Phokpand, Cargill, Newhope,  Kepala BPTP, Dinas KP,  Dinas Pert, Bulog Divre dan subdivre Grobogan keliling beberapa desa untuk melihat hamparan jagung yang begitu luas dan siap panen.

Berita Terkait

  • TTI Kementan Gelar Operasi Pasar Bawang Merah dan Bawang Putih Pada 46 Titik di Jakarta

    Jakarta (12/04) - Dalam rangka stabilisasi harga bahan pangan pokok, khususnya meredam harga bawang merah dan bawang putih yang cenderung meningkat sejak awal Maret lalu, Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian menggelar operasi pasar selama 5 hari (12 – 16 April 2019)  di beberapa titik wilayah Jakarta.

    "Operasi pasar ini perlu kami lakukan, karena melihat ada kecenderungan harga bawang merah dan bawang putih yang meningkat. Melalui operasi pasar,  diharapkan harga bisa stabil dan kembali normal," ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian  (Kementan) Agung Hendriadi saat m...

  • Kepala BKP Kementan Genjot Serapan Gabah Petani Wilayah Jawa Timur

    "Kita semua mempunyai misi besar untuk mewujudkan ketahanan pangan.  Pertama dari aspek ketersediaan, kedua aspek keterjangkauan, dan ketiga adalah stabilisasi harga dan pasokan," ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (Kementan), Agung Hendriadi saat rapat koordinasi Serap Gabah Petani (Sergap) di Kantor Subdivre Jember, Bondowoso. Selasa (9/4/2019).

    Untuk mendorong percepatan sergap, Agung yang didampingi Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Andriko Noto Susanto, berkeliling ke wilayah Jember sampai Bondowoso untuk memantau sergap dan harga yang terjadi di lapanga...

  • Menteri Pertanian Minta Bulog Cegah Anjloknya Harga Gabah

    Saat ini beberapa daerah sentra produksi beras sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil kerja kerasnya. Oleh karena itu tugas dari Pemerintah dalam hal ini Bulog agar secepatnya melakukan penyerapan agar harga tidak anjlok. Menyikapi hal tersebut, Menteri Pertanian meminta Bulog secepatnya menyerap gabah petani.

    "Harga gabah tidak boleh dibawah Rp.4.070. Itu perintah Presiden," ujar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat panen raya padi seluas 150 hektar di desa Tambi, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu Jawa  Barat, Kamis (4/4/2019).

    Indramayu merupakan salah sat...