DPRD Kabupaten Pati, mengapresiasi kehadiran TTIC

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 11 Jun, 2017

Views: 190

Jakarta, 8 Juni 2017, Kehadiran Toko Tani Indonesia Centre (TTIC) di jl. Raya Ragunan, Jakarta Selatan ternyata tidak hanya terdengar diwilayah Jakarta Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (jabodetabek), gaungnya bahkan sampai keberbagai pelosok di tanah air, sehingga banyak yang ingin melihat dan mengetahui secara langsung sepak terjang TTIC.

Salah satu daerah yang ingin mengetahui keberadaan TTIC adalah para anggota DPRD dari Kabupaten Pati, Jawa Tengah, yang berkunjung langsung ke TTIC. "Kami ingin mengetahui bagaimana manajemen pengelolaan TTIC, karena kami melihat kegiatan ini sangat menarik dan bermanfaat untuk menstabilkan harga pangan," kata Wakil Ketua DPRD kabupaten Pati, H. Muhamadun.

Kehadiran TTIC merupakan salah satu ide kreatif dan inovatif Kementerian Pertanian, untuk memotong matarantai distribusi pangan.

"Kami sangat mengapresiasi dan TTIC ini sangat bagus, karena tidak hanya membantu masyarakat memperoleh harga pangan yang murah dan berkualitas, tetapi juga membantu petani dalam memasarkan hasil, sehingga ada kepastian harga yang menguntungkan," jelas H. Muhamadun yang didampingi beberapa anggota legislatif lainnya.

Sebelum berkeliling mengunjungi stand penjualan bahan pangan di TTIC, rombongan anggota DPRD ini mendapat penjelasan terlebih dahulu oleh Amir Pattu (Staf Khusus Menteri pertanian) dan Inti Pertiwi dari Badan Ketahanan Pangan.

"Dengan TTIC dan TTI yang ada diberbagai tempat, harga pangan bisa dinetrasilir, sehingga tidak terlalu tinggi yang merepotkan konsumen, juga tidak terlalu rendah karena merugikan petani," kata Amir Pattu menjelaskan.

"Dengan diperperdeknya mata rantai distribusi pangan, maka petani sejahtera, pedagang untung dan konsumen tersenyum" tambah Amir.

Membuat TTIC di Kabupaten

Saat berkeliling ke stand-stand di TTIC, para anggota DPRD beserta Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pati yang berjumlah 16 orang itu, sangat terkesan dengan pengelolaan TTIC, bahkan tidak sedikit yang bertanya langsung kepada para pedagang dan berbelanja.

Ketika ditanyakan kesan2nya terhadap TTIC, mereka bersepakat untuk membuat TTIC di kabupaten Pati. "Sepulangnya kami dari Jakarta, kami akan tindaklanjuti bersama dinas terkait untuk memanfaatkan gedung pemerintah daerah yang kurang optimal penggunaannya, untuk dijadikan TTIC Kabupaten Pati" kata H. Muhamadun.

Berita Terkait

  • Kementan Gandeng Pemprov Sumut Gelar OP Bawang Putih

    Medan - Untuk meredam melonjaknya harga bawang putih di Sumatera Utara (Sumut) yang sempat menyentuh harga Rp.90.000/kg, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengadakan Operasi Pasar.

    Sebanyak 5 container  masing-masing 29 ton bawang putih impor yang tiba  di Belawan Rabu, (13/4) langsung disebar di berbagai pasar di kota Medan.

    "Operasi pasar ini kami lakukan untuk menstabilkan harga bawang putih di tingkat konsumen yang mengalami tren kenaikan beberapa waktu terakhir," ujar  Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan Riwantoro saat mel...

  • Kementan Pastikan Pasokan Pangan Pokok Aman Selama Ramadhan dan Iedul Fitri

    Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan pangan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) terutama bulan Ramadhan dan Iedul Fitri 1440 H mencukupi. Kepastian tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9).

    "Kita sudah cek, kondisi ketersediaan pangan pokok kita aman, baik untuk bulan puasa dan hari raya Iedul Fitri," terang Agung, dalam acara bertajuk 'Pengendalian Harga Pangan' tersebut di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...

  • Harga Cabai Jatuh, Kementan Gerak Cepat Bantu Petani Tuban

    Memasuki panen raya, harga berbagai jenis cabai di Kabupaten Tuban Jawa Timur, khususnya di Kecamatan Grabagan jatuh. Laporan petugas pencatat harga,  Sabtu (11/5), harga cabai rawit merah (CRM) sekitar 4.500/kg dan cabai merah keriting (CMK) Rp 5.500/kg, dari harga seminggu sebelumnya yang berkisar Rp 10.000/kg.

    Merespon kondisi tersebut, Kementerian Pertanian bergerak cepat turun lapangan membeli cabai  petani dengan harga yang lebih mahal, yakni Rp. 8.000/kg untuk mencegah kerugian petani sekaligus  memberi semangat agar petani tetap menanam pada musim berikutnya.

    "Kami bersama-sama turun k...