DPRD Kabupaten Pati, mengapresiasi kehadiran TTIC

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 11 Jun, 2017

Views: 162

Jakarta, 8 Juni 2017, Kehadiran Toko Tani Indonesia Centre (TTIC) di jl. Raya Ragunan, Jakarta Selatan ternyata tidak hanya terdengar diwilayah Jakarta Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (jabodetabek), gaungnya bahkan sampai keberbagai pelosok di tanah air, sehingga banyak yang ingin melihat dan mengetahui secara langsung sepak terjang TTIC.

Salah satu daerah yang ingin mengetahui keberadaan TTIC adalah para anggota DPRD dari Kabupaten Pati, Jawa Tengah, yang berkunjung langsung ke TTIC. "Kami ingin mengetahui bagaimana manajemen pengelolaan TTIC, karena kami melihat kegiatan ini sangat menarik dan bermanfaat untuk menstabilkan harga pangan," kata Wakil Ketua DPRD kabupaten Pati, H. Muhamadun.

Kehadiran TTIC merupakan salah satu ide kreatif dan inovatif Kementerian Pertanian, untuk memotong matarantai distribusi pangan.

"Kami sangat mengapresiasi dan TTIC ini sangat bagus, karena tidak hanya membantu masyarakat memperoleh harga pangan yang murah dan berkualitas, tetapi juga membantu petani dalam memasarkan hasil, sehingga ada kepastian harga yang menguntungkan," jelas H. Muhamadun yang didampingi beberapa anggota legislatif lainnya.

Sebelum berkeliling mengunjungi stand penjualan bahan pangan di TTIC, rombongan anggota DPRD ini mendapat penjelasan terlebih dahulu oleh Amir Pattu (Staf Khusus Menteri pertanian) dan Inti Pertiwi dari Badan Ketahanan Pangan.

"Dengan TTIC dan TTI yang ada diberbagai tempat, harga pangan bisa dinetrasilir, sehingga tidak terlalu tinggi yang merepotkan konsumen, juga tidak terlalu rendah karena merugikan petani," kata Amir Pattu menjelaskan.

"Dengan diperperdeknya mata rantai distribusi pangan, maka petani sejahtera, pedagang untung dan konsumen tersenyum" tambah Amir.

Membuat TTIC di Kabupaten

Saat berkeliling ke stand-stand di TTIC, para anggota DPRD beserta Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pati yang berjumlah 16 orang itu, sangat terkesan dengan pengelolaan TTIC, bahkan tidak sedikit yang bertanya langsung kepada para pedagang dan berbelanja.

Ketika ditanyakan kesan2nya terhadap TTIC, mereka bersepakat untuk membuat TTIC di kabupaten Pati. "Sepulangnya kami dari Jakarta, kami akan tindaklanjuti bersama dinas terkait untuk memanfaatkan gedung pemerintah daerah yang kurang optimal penggunaannya, untuk dijadikan TTIC Kabupaten Pati" kata H. Muhamadun.

Berita Terkait

  • Khawatir Harga Gabah Anjlok, Petani Minta Bulog Lakukan Pembelian Sekarang

    Beberapa daerah sentra produksi beras saat ini sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil usahataninya. Namun beberapa petani  mengeluh karena harga jatuh dan Bulog belum bergerak melakukan pembelian.

    Sejumlah petani di daerah sentra produksi yang dihubungi mengeluhkan dan mengharapkan Bulog segera turun tangan melalukan pembelian gabah mereka.

    Lalu Saleh,  petani dari Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat mengeluhkan,  sudah seminggu ini harga gabah menyentuh angka Rp. 4.000/kg gabah kering panen (gkp).

    "Sudah seminggu ini harga gabah mencapai 4.000 dan cenderung turun teru...

  • BKP Kementan Tugaskan CPNS Kawal Program PKU dan PIPL

    Setiap tahun Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengidentifikasi lokasi-lokasi yang masih terdapat kerentanan pangan di Indonesia dengan basis Kabupaten.

    Setelah berhasil meningkatkan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Kawasan Mandiri Pangan, mulai tahun 2019 BKP melakukan intervensi melalui Pengembangan  Koorporasi Usahatani (PKU) dan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL).

    Tujuan kegiatan PKU adalah meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompoktani dan kesejahteraan petani.

    Sedangkan PIPL bertujuan untuk meningka...

  • Program Kampung Hijau Sejahtera Sebagai Pengembangan KRPL Kementan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

    Pandeglang (BKP) - Jawa Barat.  Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja tahun ini meluncurkan sebuah kegiatan bertajuk Kampung Hijau Sejahtera (Kampung Hijrah) pertama kalinya di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, prorinsi Banten Senin (11/3).

    Kegiatan Kampung Hijrah  bertujuan untuk memanfaatkan dan  menghijaukan pekarangan guna meningkatkan ekonomi produktif keluarga serta pelestarian tanaman lokal.

    Kegiatan ini digagas dan dipelopori oleh OASE KK bidang Lingkungan Hijau (bidang V) yang diketuai oleh Rugaiya Usman Wiranto (Kementerian Koordinator Bidang P...