Distribusi Bahan Pokok, Mudahkan Masyarakat Mengakses Pangan

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 21 Dec, 2017

Views: 204

Papua Barat, Selama ini, salah satu kendala yang dihadapi masyarakat Papua Barat untuk mengakses bahan pangan adalah masalah distribusi. Kendala tersebut antara lain masalah jalan, jembatan dan tentu saja transportasi yang membawa bahan pokok dari satu tempat ke tempat lainnya. Namun, berkat pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah, masalah distribusi itupun saat ini sudah teratasi dengan baik, sehingga harga pangan selain mudah di dapat, harganya juga stabil. "Kendala distribusi pangan di Papua Barat kini sudah lebih baik dari tahun ke tahun, sehingga memperlancar arus pendistribusian barang," ujar Liek Irianti, Kepala Bidang Distribusi pangan, Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian di sela-sela melakukan kunjungan kerja ke Pasar Wosi, Manokwari, Papua Barat. Dalam kunjungan yang dilakukan bersama perwakilan divre Bulog Manokwari, satgas pangan, Disperindag, dan Bank Indonesia perwakilan Papua Barat untuk memantau harga komoditas utama pangan, harga pangan relatif stabil dan terkendali. Berdasarkan hasil pantauan, harga pangan pokok strategis dibandingkan seminggu terakhir masih stabil seperti:

  1. Beras Medium Rp 10.000/kg
  2. Daging ayam Rp 35.000/ekor
  3. Bawang Merah 35.000/kg
  4. Bawang putih 21.000/kg
  5. Cabai merah keriting 20.000/kg
  6. Cabai rawit merah 40.000/kg Khusus Telur ayam mengalami peningkatan harga menjadi 25.000/kg, yang semula hanya Rp 23.000/kg. Hal tersebut terjadi karena faktor cuaca, dan adanya kenaikan harga pakan ternak serta akibat adanya ulah pedagang yang memanfaatkan efek psikologis pasar jelang Natal dan Tahun Baru untuk menaikkan harga. "Sebenarnya harga telur tidak perlu naik, karena ketersediaannya cukup. Inikan akibat ulah pedagang yang ingin mendapat keuntungan lebih, disaat kebutuhan meningkat," ujar Alexius Tamo Ama, Kepala Pasar Wosi, Manokwari. "Untuk itu kami akan menindak tegas pedagang yang melakukan penimbunan bahan pangan " tegas Frederik Tuasela, Satgas Pangan Papua Barat Namun demikian, secara keseluruhan harga pangan di Papua Barat terpantau stabil dan ketersediaan stok pangan terpantau aman hingga tahun baru 2018.

Berita Terkait

  • Khawatir Harga Gabah Anjlok, Petani Minta Bulog Lakukan Pembelian Sekarang

    Beberapa daerah sentra produksi beras saat ini sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil usahataninya. Namun beberapa petani  mengeluh karena harga jatuh dan Bulog belum bergerak melakukan pembelian.

    Sejumlah petani di daerah sentra produksi yang dihubungi mengeluhkan dan mengharapkan Bulog segera turun tangan melalukan pembelian gabah mereka.

    Lalu Saleh,  petani dari Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat mengeluhkan,  sudah seminggu ini harga gabah menyentuh angka Rp. 4.000/kg gabah kering panen (gkp).

    "Sudah seminggu ini harga gabah mencapai 4.000 dan cenderung turun teru...

  • BKP Kementan Tugaskan CPNS Kawal Program PKU dan PIPL

    Setiap tahun Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengidentifikasi lokasi-lokasi yang masih terdapat kerentanan pangan di Indonesia dengan basis Kabupaten.

    Setelah berhasil meningkatkan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Kawasan Mandiri Pangan, mulai tahun 2019 BKP melakukan intervensi melalui Pengembangan  Koorporasi Usahatani (PKU) dan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL).

    Tujuan kegiatan PKU adalah meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompoktani dan kesejahteraan petani.

    Sedangkan PIPL bertujuan untuk meningka...

  • Program Kampung Hijau Sejahtera Sebagai Pengembangan KRPL Kementan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

    Pandeglang (BKP) - Jawa Barat.  Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja tahun ini meluncurkan sebuah kegiatan bertajuk Kampung Hijau Sejahtera (Kampung Hijrah) pertama kalinya di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, prorinsi Banten Senin (11/3).

    Kegiatan Kampung Hijrah  bertujuan untuk memanfaatkan dan  menghijaukan pekarangan guna meningkatkan ekonomi produktif keluarga serta pelestarian tanaman lokal.

    Kegiatan ini digagas dan dipelopori oleh OASE KK bidang Lingkungan Hijau (bidang V) yang diketuai oleh Rugaiya Usman Wiranto (Kementerian Koordinator Bidang P...