Distribusi Bahan Pokok, Mudahkan Masyarakat Mengakses Pangan

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 21 Dec, 2017

Views: 253

Papua Barat, Selama ini, salah satu kendala yang dihadapi masyarakat Papua Barat untuk mengakses bahan pangan adalah masalah distribusi. Kendala tersebut antara lain masalah jalan, jembatan dan tentu saja transportasi yang membawa bahan pokok dari satu tempat ke tempat lainnya. Namun, berkat pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah, masalah distribusi itupun saat ini sudah teratasi dengan baik, sehingga harga pangan selain mudah di dapat, harganya juga stabil. "Kendala distribusi pangan di Papua Barat kini sudah lebih baik dari tahun ke tahun, sehingga memperlancar arus pendistribusian barang," ujar Liek Irianti, Kepala Bidang Distribusi pangan, Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian di sela-sela melakukan kunjungan kerja ke Pasar Wosi, Manokwari, Papua Barat. Dalam kunjungan yang dilakukan bersama perwakilan divre Bulog Manokwari, satgas pangan, Disperindag, dan Bank Indonesia perwakilan Papua Barat untuk memantau harga komoditas utama pangan, harga pangan relatif stabil dan terkendali. Berdasarkan hasil pantauan, harga pangan pokok strategis dibandingkan seminggu terakhir masih stabil seperti:

  1. Beras Medium Rp 10.000/kg
  2. Daging ayam Rp 35.000/ekor
  3. Bawang Merah 35.000/kg
  4. Bawang putih 21.000/kg
  5. Cabai merah keriting 20.000/kg
  6. Cabai rawit merah 40.000/kg Khusus Telur ayam mengalami peningkatan harga menjadi 25.000/kg, yang semula hanya Rp 23.000/kg. Hal tersebut terjadi karena faktor cuaca, dan adanya kenaikan harga pakan ternak serta akibat adanya ulah pedagang yang memanfaatkan efek psikologis pasar jelang Natal dan Tahun Baru untuk menaikkan harga. "Sebenarnya harga telur tidak perlu naik, karena ketersediaannya cukup. Inikan akibat ulah pedagang yang ingin mendapat keuntungan lebih, disaat kebutuhan meningkat," ujar Alexius Tamo Ama, Kepala Pasar Wosi, Manokwari. "Untuk itu kami akan menindak tegas pedagang yang melakukan penimbunan bahan pangan " tegas Frederik Tuasela, Satgas Pangan Papua Barat Namun demikian, secara keseluruhan harga pangan di Papua Barat terpantau stabil dan ketersediaan stok pangan terpantau aman hingga tahun baru 2018.

Berita Terkait

  • Kementan Gandeng Pemprov Sumut Gelar OP Bawang Putih

    Medan - Untuk meredam melonjaknya harga bawang putih di Sumatera Utara (Sumut) yang sempat menyentuh harga Rp.90.000/kg, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengadakan Operasi Pasar.

    Sebanyak 5 container  masing-masing 29 ton bawang putih impor yang tiba  di Belawan Rabu, (13/4) langsung disebar di berbagai pasar di kota Medan.

    "Operasi pasar ini kami lakukan untuk menstabilkan harga bawang putih di tingkat konsumen yang mengalami tren kenaikan beberapa waktu terakhir," ujar  Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan Riwantoro saat mel...

  • Kementan Pastikan Pasokan Pangan Pokok Aman Selama Ramadhan dan Iedul Fitri

    Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan pangan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) terutama bulan Ramadhan dan Iedul Fitri 1440 H mencukupi. Kepastian tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9).

    "Kita sudah cek, kondisi ketersediaan pangan pokok kita aman, baik untuk bulan puasa dan hari raya Iedul Fitri," terang Agung, dalam acara bertajuk 'Pengendalian Harga Pangan' tersebut di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...

  • Harga Cabai Jatuh, Kementan Gerak Cepat Bantu Petani Tuban

    Memasuki panen raya, harga berbagai jenis cabai di Kabupaten Tuban Jawa Timur, khususnya di Kecamatan Grabagan jatuh. Laporan petugas pencatat harga,  Sabtu (11/5), harga cabai rawit merah (CRM) sekitar 4.500/kg dan cabai merah keriting (CMK) Rp 5.500/kg, dari harga seminggu sebelumnya yang berkisar Rp 10.000/kg.

    Merespon kondisi tersebut, Kementerian Pertanian bergerak cepat turun lapangan membeli cabai  petani dengan harga yang lebih mahal, yakni Rp. 8.000/kg untuk mencegah kerugian petani sekaligus  memberi semangat agar petani tetap menanam pada musim berikutnya.

    "Kami bersama-sama turun k...