Canangkan GERTAM CABE, Mentan Ajak Kaum Ibu Tanam Cabai di Pekarangan

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 25 Nov, 2016

Views: 191

Dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan dan gizi keluarga, Kementerian Pertanian telah mengembangkan program "Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Pekarangan" dengan memberdayakan kelompok wanita dan keluarga untuk memproduksi berbagai jenis pangan di pekarangan seperti tanaman sayur, buah, sumber protein hewani dan sumber karbohidrat. Sampai saat ini telah dikembangkan di lebih dari 18 ribu kelompok/desa. Menyikapi fluktuasi harga cabai/cabe yang terjadi setiap tahun, maka penanaman cabai di lahan pekarangan merupakan salah satu solusi untuk membantu penyediaan cabai secara berkelanjutan di tingkat rumah tangga. "Beberapa hari terakhir kami merasa terganggu, harga cabai meningkat, tekanan darah kami jadi meningkat juga, dan ibu-ibu pada protes," Kata Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman pada Pencanangan "Gerakan Nasional Penanaman 50 Juta Pohon Cabai (GERTAM CABE) di Pekarangan", di Lapangan Tembak 600 Divisi Infanteri 1 Kostrad Cilodong, Depok, Jawa Barat (22/11/2016). Gerakan tersebut, merupakan upaya Kementerian Pertanian untuk mengajak masyarakat menanam cabai agar dapat memenuhi kebutuhan rumah tangganya sendiri. Selain itu juga sebagai salah satu terobosan mengatasi permasalahan fluktuasi harga cabai yang sering kali meresahkan masyarakat terutama ibu-ibu rumah tangga. Untuk menyukseskan gerakan tersebut, Kementan melibatkan Tim Penggerak PKK (TP PKK) Pusat dan Daerah. Mentan pun menganjurkan untuk melakukan penanaman minimal 20 batang pohon cabai di setiap rumah tangga. "Ibu -ibu diharapkan bersedia menanam pohon cabai setidaknya 20 batang di rumahnya. Bibit dan polibag akan kami siapkan secara gratis," kata Amran Sulaiman. Mentan mengatakan, terdapat 10 juta hektare lahan pekarangan di seluruh Indonesia yang kebanyakan tidak termanfaatkan. Dari jumlah tersebut, dia targetkan setidaknya 20% dapat ditanami cabai oleh masyarakat Indonesia. Mentan menjelaskan, dengan menggandeng TP PKK, Ia maksudkan bahwa program GERTAM CABE memerlukan bantuan Ibu- ibu rumah tangga. Amran menyebutkan, terdapat 126 juta wanita dan 67 juta rumah tangga Indonesia. "Bisa dibayangkan, kalau 60 juta keluarga saja tanam 20 batang pohon per rumah tangga, hasilnya bisa menghasilkan Rp 30 triliun. Kalau ibu-ibu bergerak bersama-sama, selesai urusan bangsa kita," tegas Mentan. Pencanangan GERTAM CABE oleh Mentan didampingi Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, Kaskostrad Mayjen TNI Cucu Somantri, Panglima Divisi Infanteri 1/Kostrad Cilodong ‎Mayjen TNI Anto Mukti Putranto, Ketua Umum Tim Penggerak PKK Pusat Erni Guntarti Tjahjo Kumolo, serta Walikota Depok Idris Abdul Shomad. Kegiatan pencanangan GERTAM CABE juga menghadirkan beberapa pengurus dan anggota organisasi wanita seperti TP PKK Pusat, Dharma Pertiwi, Bhayangkari, Dharma Wanita, IWAPI, Kowani yang diharapkan dapat menjadi motor dalam menggerakkan implementasi GERTAM CABE ini ke seluruh anggota dan masyarakat.

Berita Terkait

  • Khawatir Harga Gabah Anjlok, Petani Minta Bulog Lakukan Pembelian Sekarang

    Beberapa daerah sentra produksi beras saat ini sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil usahataninya. Namun beberapa petani  mengeluh karena harga jatuh dan Bulog belum bergerak melakukan pembelian.

    Sejumlah petani di daerah sentra produksi yang dihubungi mengeluhkan dan mengharapkan Bulog segera turun tangan melalukan pembelian gabah mereka.

    Lalu Saleh,  petani dari Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat mengeluhkan,  sudah seminggu ini harga gabah menyentuh angka Rp. 4.000/kg gabah kering panen (gkp).

    "Sudah seminggu ini harga gabah mencapai 4.000 dan cenderung turun teru...

  • BKP Kementan Tugaskan CPNS Kawal Program PKU dan PIPL

    Setiap tahun Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengidentifikasi lokasi-lokasi yang masih terdapat kerentanan pangan di Indonesia dengan basis Kabupaten.

    Setelah berhasil meningkatkan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Kawasan Mandiri Pangan, mulai tahun 2019 BKP melakukan intervensi melalui Pengembangan  Koorporasi Usahatani (PKU) dan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL).

    Tujuan kegiatan PKU adalah meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompoktani dan kesejahteraan petani.

    Sedangkan PIPL bertujuan untuk meningka...

  • Program Kampung Hijau Sejahtera Sebagai Pengembangan KRPL Kementan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

    Pandeglang (BKP) - Jawa Barat.  Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja tahun ini meluncurkan sebuah kegiatan bertajuk Kampung Hijau Sejahtera (Kampung Hijrah) pertama kalinya di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, prorinsi Banten Senin (11/3).

    Kegiatan Kampung Hijrah  bertujuan untuk memanfaatkan dan  menghijaukan pekarangan guna meningkatkan ekonomi produktif keluarga serta pelestarian tanaman lokal.

    Kegiatan ini digagas dan dipelopori oleh OASE KK bidang Lingkungan Hijau (bidang V) yang diketuai oleh Rugaiya Usman Wiranto (Kementerian Koordinator Bidang P...