BKP Selenggarakan WORKSHOP KOORDINASI GERAKAN ZERO HUNGER CHALLENGE (ZHC) DI INDONESIA

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 17 Dec, 2015

Views: 224

Bogor, Jawa Barat. Komitmen Indonesia dalam mengimplementasikan pilar Zero Hunger Challenge yang digagas oleh Badan Pangan Dunia (FAO), Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian melaksanakan Workshop Koordinasi Gerakan Zero Hunger Challenge di Indonesia bertempat di BBP2TP, Bogor Jawa Barat pada tanggal 15 Desember 2015. Workshop ini diselenggarakan dalam rangka meningkatkan pemahaman dan koordinasi di antara pemangku kepentingan mengenai implementasi Gerakan Zero Hunger Challenge serta mempersiapkan pencanangan Zero Hunger Challenge di Indonesia.

Pada kegiatan ini yang menjadi narasumber adalah Kepala Badan Ketahanan Pangan, Dr. Ir. Gardjita Budi, M.Agr. St, beserta 3 (tiga) narasumber, yaitu Dr. Ir. Rr. Endah Murniningtyas, M.Sc. Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Bappenas; Dr. Syaiful, Kasubdit Makronutrien, Direktorat Bina Gizi, Direktorat Jenderal Bina Gizi dan KIA, Kementerian Kesehatan; dan Dr. Xuan Li, Senior Policy Officer, FAO Regional Office di Bangkok.

 Workshop dihadiri oleh perwakilan Kementerian Pertanian, Sekretariat Kabinet, Kementerian Luar Negeri, Kementerian PPN/Bappenas dan Kementerian Kesehatan. dari  Kementerian Pertanian hadir perwakilan Balitbangtan, Ditjen Hortikultura, dan Pusat KLN, Sekretariat Jenderal.  Sementara dari Badan Ketahanan Pangan hadir Sekretaris Badan dan para Kepala Pusat, serta perwakilan bidang lingkup Badan Ketahanan Pangan.

 Inisiatif Zero Hunger Challenge (ZHC) diperkenalkan oleh UN Secretary General Ban Ki-Moon pada tahun 2012 melalui lima pilar yang akan dicapai sampai tahun 2025, yaitu: (1). 100% access to adequate food all year round (Akses pangan yang mencukupi sepanjang tahun); (2). Zero Stunted Children less than 2 years (Meniadakan Stunting/ tinggi badan anak tidak sesuai umur pada anak usia dibawah 2 tahun); (3). All food system are sustainable (Sistem pangan berkelanjutan); (4). 100% increase in smallholder productivity and income (Meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani kecil); dan (5). Zero Loss or waste of food (Meniadakan kehilangan hasil dan pemborosan pangan).

Tindak lanjut workshop adalah bahwa Indonesia siap mendukung dan melaksanakan implementasi Gerakan ZHC melalui sinergisme dan inventarisasi kebijakan, program dan kegiatan yang telah ada diantara K/L terkait. Oleh karena itu perlu adanya koordinasi dan komitmen bersama dari berbagai pemangku kepentingan, mulai dari K/L terkait sebagai Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, swasta, akademisi dan unsur masyarakat. Sehubungan dengan upaya Pencanangan ZHC, perlu persiapan dan penajaman program dan kegiatan di tiap K/L terkait, sehingga keterpaduan program/kegiatan pada masing-masing K/L dapat saling bersinergi dan selaras dengan pencapaian tujuan kelima pilar Zero Hunger Challenge tersebut.

Berita Terkait

  • Kementan Gandeng Pemprov Sumut Gelar OP Bawang Putih

    Medan - Untuk meredam melonjaknya harga bawang putih di Sumatera Utara (Sumut) yang sempat menyentuh harga Rp.90.000/kg, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengadakan Operasi Pasar.

    Sebanyak 5 container  masing-masing 29 ton bawang putih impor yang tiba  di Belawan Rabu, (13/4) langsung disebar di berbagai pasar di kota Medan.

    "Operasi pasar ini kami lakukan untuk menstabilkan harga bawang putih di tingkat konsumen yang mengalami tren kenaikan beberapa waktu terakhir," ujar  Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan Riwantoro saat mel...

  • Kementan Pastikan Pasokan Pangan Pokok Aman Selama Ramadhan dan Iedul Fitri

    Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan pangan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) terutama bulan Ramadhan dan Iedul Fitri 1440 H mencukupi. Kepastian tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9).

    "Kita sudah cek, kondisi ketersediaan pangan pokok kita aman, baik untuk bulan puasa dan hari raya Iedul Fitri," terang Agung, dalam acara bertajuk 'Pengendalian Harga Pangan' tersebut di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...

  • Harga Cabai Jatuh, Kementan Gerak Cepat Bantu Petani Tuban

    Memasuki panen raya, harga berbagai jenis cabai di Kabupaten Tuban Jawa Timur, khususnya di Kecamatan Grabagan jatuh. Laporan petugas pencatat harga,  Sabtu (11/5), harga cabai rawit merah (CRM) sekitar 4.500/kg dan cabai merah keriting (CMK) Rp 5.500/kg, dari harga seminggu sebelumnya yang berkisar Rp 10.000/kg.

    Merespon kondisi tersebut, Kementerian Pertanian bergerak cepat turun lapangan membeli cabai  petani dengan harga yang lebih mahal, yakni Rp. 8.000/kg untuk mencegah kerugian petani sekaligus  memberi semangat agar petani tetap menanam pada musim berikutnya.

    "Kami bersama-sama turun k...