BKP Selenggarakan WORKSHOP KOORDINASI GERAKAN ZERO HUNGER CHALLENGE (ZHC) DI INDONESIA

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 17 Dec, 2015

Views: 182

Bogor, Jawa Barat. Komitmen Indonesia dalam mengimplementasikan pilar Zero Hunger Challenge yang digagas oleh Badan Pangan Dunia (FAO), Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian melaksanakan Workshop Koordinasi Gerakan Zero Hunger Challenge di Indonesia bertempat di BBP2TP, Bogor Jawa Barat pada tanggal 15 Desember 2015. Workshop ini diselenggarakan dalam rangka meningkatkan pemahaman dan koordinasi di antara pemangku kepentingan mengenai implementasi Gerakan Zero Hunger Challenge serta mempersiapkan pencanangan Zero Hunger Challenge di Indonesia.

Pada kegiatan ini yang menjadi narasumber adalah Kepala Badan Ketahanan Pangan, Dr. Ir. Gardjita Budi, M.Agr. St, beserta 3 (tiga) narasumber, yaitu Dr. Ir. Rr. Endah Murniningtyas, M.Sc. Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Bappenas; Dr. Syaiful, Kasubdit Makronutrien, Direktorat Bina Gizi, Direktorat Jenderal Bina Gizi dan KIA, Kementerian Kesehatan; dan Dr. Xuan Li, Senior Policy Officer, FAO Regional Office di Bangkok.

 Workshop dihadiri oleh perwakilan Kementerian Pertanian, Sekretariat Kabinet, Kementerian Luar Negeri, Kementerian PPN/Bappenas dan Kementerian Kesehatan. dari  Kementerian Pertanian hadir perwakilan Balitbangtan, Ditjen Hortikultura, dan Pusat KLN, Sekretariat Jenderal.  Sementara dari Badan Ketahanan Pangan hadir Sekretaris Badan dan para Kepala Pusat, serta perwakilan bidang lingkup Badan Ketahanan Pangan.

 Inisiatif Zero Hunger Challenge (ZHC) diperkenalkan oleh UN Secretary General Ban Ki-Moon pada tahun 2012 melalui lima pilar yang akan dicapai sampai tahun 2025, yaitu: (1). 100% access to adequate food all year round (Akses pangan yang mencukupi sepanjang tahun); (2). Zero Stunted Children less than 2 years (Meniadakan Stunting/ tinggi badan anak tidak sesuai umur pada anak usia dibawah 2 tahun); (3). All food system are sustainable (Sistem pangan berkelanjutan); (4). 100% increase in smallholder productivity and income (Meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani kecil); dan (5). Zero Loss or waste of food (Meniadakan kehilangan hasil dan pemborosan pangan).

Tindak lanjut workshop adalah bahwa Indonesia siap mendukung dan melaksanakan implementasi Gerakan ZHC melalui sinergisme dan inventarisasi kebijakan, program dan kegiatan yang telah ada diantara K/L terkait. Oleh karena itu perlu adanya koordinasi dan komitmen bersama dari berbagai pemangku kepentingan, mulai dari K/L terkait sebagai Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, swasta, akademisi dan unsur masyarakat. Sehubungan dengan upaya Pencanangan ZHC, perlu persiapan dan penajaman program dan kegiatan di tiap K/L terkait, sehingga keterpaduan program/kegiatan pada masing-masing K/L dapat saling bersinergi dan selaras dengan pencapaian tujuan kelima pilar Zero Hunger Challenge tersebut.

Berita Terkait

  • Khawatir Harga Gabah Anjlok, Petani Minta Bulog Lakukan Pembelian Sekarang

    Beberapa daerah sentra produksi beras saat ini sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil usahataninya. Namun beberapa petani  mengeluh karena harga jatuh dan Bulog belum bergerak melakukan pembelian.

    Sejumlah petani di daerah sentra produksi yang dihubungi mengeluhkan dan mengharapkan Bulog segera turun tangan melalukan pembelian gabah mereka.

    Lalu Saleh,  petani dari Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat mengeluhkan,  sudah seminggu ini harga gabah menyentuh angka Rp. 4.000/kg gabah kering panen (gkp).

    "Sudah seminggu ini harga gabah mencapai 4.000 dan cenderung turun teru...

  • BKP Kementan Tugaskan CPNS Kawal Program PKU dan PIPL

    Setiap tahun Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengidentifikasi lokasi-lokasi yang masih terdapat kerentanan pangan di Indonesia dengan basis Kabupaten.

    Setelah berhasil meningkatkan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Kawasan Mandiri Pangan, mulai tahun 2019 BKP melakukan intervensi melalui Pengembangan  Koorporasi Usahatani (PKU) dan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL).

    Tujuan kegiatan PKU adalah meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompoktani dan kesejahteraan petani.

    Sedangkan PIPL bertujuan untuk meningka...

  • Program Kampung Hijau Sejahtera Sebagai Pengembangan KRPL Kementan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

    Pandeglang (BKP) - Jawa Barat.  Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja tahun ini meluncurkan sebuah kegiatan bertajuk Kampung Hijau Sejahtera (Kampung Hijrah) pertama kalinya di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, prorinsi Banten Senin (11/3).

    Kegiatan Kampung Hijrah  bertujuan untuk memanfaatkan dan  menghijaukan pekarangan guna meningkatkan ekonomi produktif keluarga serta pelestarian tanaman lokal.

    Kegiatan ini digagas dan dipelopori oleh OASE KK bidang Lingkungan Hijau (bidang V) yang diketuai oleh Rugaiya Usman Wiranto (Kementerian Koordinator Bidang P...