BKP Meminta Dinas Pangan Mengawal Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Diposting oleh : Administrator

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 28 Sep, 2017

Views: 153

Kementerian Pertanian mengemban amanat mewujudkan kedaulatan pangan melalui upaya pencapaian swasembada Padi, Jagung dan Kedelai serta peningkatan produksi Gula dan Daging Sapi. Selain itu, melakukan kesinambungan produksi komoditas pangan strategis seperti cabai dan bawang merah dan lainnya, agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dengan harga yang stabil dan terjangkau,” demikian disampaikan Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi, dalam Rapat Koordinasi Dewan Ketahanan Pangan (DKP) Provinsi Jambi (28-9-2017) Rapat Koordinasi Dewan Ketahanan Pangan (DKP) merupakan momen sangat strategis untuk memantapkan pembangunan pangan dan gizi melalui sinergi program pangan dan gizi menuju kedaulatan pangan nasional. Forum ini juga sebagai wadah koordinasi dan konsolidasi yang mempertemukan seluruh anggota dan kelompok kerja Dewan Ketahanan Pangan Provinsi Jambi, meliputi Ketua Harian Dewan Ketahanan Pangan tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi, Dinas /Unit Kerja Ketahanan Pangan Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi, serta anggota Pokja Teknis Dewan Ketahanan Pangan Provinsi Jambi. Agung Hendriadi mengingatkan bahwa peningkatan produksi pangan pokok dan strategis dengan harga stabil dan terjangkau, akan meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap pangan, sehingga kebutuhan pangan setiap warga terpenuhi. Untuk itu pemberlakuan HET (Harga Eceran Tertinggi) untuk beras yang dikeluarkan pemerintah, harus benar-benar bisa diimplementasikan dilapangan. “Saya minta agar dinas yang menangani Ketahanan Pangan dapat berperan aktif mengawal stabilisasi pasokan dan harga pangan” tegas Agung yang juga Sekretaris DKP. Selain itu, juga disingung masalah status gizi masyarakat. “Dengan terbitnya Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 83 tahun 2017 tentang Kebijakan Strategis Pangan dan Gizi sebagai acuan bagi pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan Pemangku kepentingan, diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pangan dan gizi yang berkelanjutan guna mewujudkan sumberdaya manusia yang berkualitas dan berdaya saing,” tegas Agung. Dalam akhir sambutannya, Agung menyampaikan bahwa Rapat Koordinasi DKP Provinsi Jambi merupakan forum yang sangat berharga untuk menyusun kebijakan strategis pembangunan pangan dan gizi yang merupakan pekerjaan besar kita bersama.
“Keberhasilan Bapak/Ibu sekalian di daerah dalam pembangunan pangan dan gizi menjadi tonggak pendukung keberhasilan pencapaian tujuan SDGs yang akan berakhir tahun 2030 mendatang. Teruslah bekerja dan berprestasi untuk mewujudkan ketahanan pangan menuju Jambi Tuntas 2021” kata Agung, yang didampingi Kepala Pusat Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan, Triagustin Satriani, dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi, Amir Hasbi.

Berita Terkait

  • Khawatir Harga Gabah Anjlok, Petani Minta Bulog Lakukan Pembelian Sekarang

    Beberapa daerah sentra produksi beras saat ini sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil usahataninya. Namun beberapa petani  mengeluh karena harga jatuh dan Bulog belum bergerak melakukan pembelian.

    Sejumlah petani di daerah sentra produksi yang dihubungi mengeluhkan dan mengharapkan Bulog segera turun tangan melalukan pembelian gabah mereka.

    Lalu Saleh,  petani dari Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat mengeluhkan,  sudah seminggu ini harga gabah menyentuh angka Rp. 4.000/kg gabah kering panen (gkp).

    "Sudah seminggu ini harga gabah mencapai 4.000 dan cenderung turun teru...

  • BKP Kementan Tugaskan CPNS Kawal Program PKU dan PIPL

    Setiap tahun Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengidentifikasi lokasi-lokasi yang masih terdapat kerentanan pangan di Indonesia dengan basis Kabupaten.

    Setelah berhasil meningkatkan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Kawasan Mandiri Pangan, mulai tahun 2019 BKP melakukan intervensi melalui Pengembangan  Koorporasi Usahatani (PKU) dan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL).

    Tujuan kegiatan PKU adalah meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompoktani dan kesejahteraan petani.

    Sedangkan PIPL bertujuan untuk meningka...

  • Program Kampung Hijau Sejahtera Sebagai Pengembangan KRPL Kementan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

    Pandeglang (BKP) - Jawa Barat.  Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja tahun ini meluncurkan sebuah kegiatan bertajuk Kampung Hijau Sejahtera (Kampung Hijrah) pertama kalinya di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, prorinsi Banten Senin (11/3).

    Kegiatan Kampung Hijrah  bertujuan untuk memanfaatkan dan  menghijaukan pekarangan guna meningkatkan ekonomi produktif keluarga serta pelestarian tanaman lokal.

    Kegiatan ini digagas dan dipelopori oleh OASE KK bidang Lingkungan Hijau (bidang V) yang diketuai oleh Rugaiya Usman Wiranto (Kementerian Koordinator Bidang P...