BKP Kementerian Pertanian Akan Fokus Entaskan Daerah Rentan Rawan Pangan.

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 10 Nov, 2017

Views: 273

Bandung, Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) akan fokus mengentaskan daerah-daerah yang dinilai rentan rawan pangan. Kepala BKP Kementan Agung Hendriadi mengatakan, tahun depan, pihaknya akan lebih banyak pada pemantapan program dengan merealisasikan sejumlah program kerja. Targetnya program itu memberi efek bagi masyarakat. "Kita punya peta kerentanan rawan pangan. Daerah itu yang harus jadi perhatian kita, baik itu kabupaten atau kecamatan," kata Agung Hendriadi di Hotel El Royale, Kota Bandung, Rabu (8/11/2017).

Menurut dia, daerah dengan kerentanan rawan pangan dibagi dalam beberapa kategori, yaitu kategori 1-6 yang masing-masing memiliki tingkat kerentanan rawan pangan. Misalnya Papua, menurut dia, masuk daerah rentan rawan pangan kategori 5-6. Namun demikian, daerah yang disebut rentan rawan pangan tidak hanya soal ketersediaan makanan, tetapi juga ada faktor geografis di dalamnya. "Misal ada daerah yang kondisi geografisnya tidak mendukung, sehingga masuk daerah rentan rawan pangan. Makanya harus ada program agar daerah itu keluar dari zona rentan rawan pangan. Misalnya mempermudah sistem distribusi dan transportasi," beber dia. Beberapa langkah yang akan dilakukan BKP diantaranya melakukan diversifikasi pangan, pengembangan lumbung pangan mandiri, kawasan mandiri pangan, dan lainnya. Melalui program itu, diharapkan daerah rentan rawan pangan semakin berkurang. BKP juga akan menjalin kerja sama dengan Bappenas untuk mengangkat daerah dengan individu yang perkembangan tubuhnya tidak normal, terutama pada anak-anak. Mereka memerlukan sumber nutrisi yang memadai dari produk pangan yang berkualitas.

"Tahun 2017 lalu, ada delapan kabupaten. Tahun depan, kami targetkan 100 kabupaten akan mendapatkan program pengentasan pangan berkualitas," lanjut dia. Sumber : Sindonews.

Berita Terkait

  • Dorong Peningkatan Ekspor, Kementan Berperan Aktif dalam Codex Internasional

    Jakarta, Rabu (26/6). Peran Indonesia dalam perdagangan komoditas pangan internasional terus ditingkatkan. Hal ini diwujudkan dengan keterlibatan aktif Kementerian Pertanian beserta Kementerian/Lembaga lainnya dalam penyusunan dan pengembangan standar, pedoman, code of practice dan rekomendasi lain terkait keamanan dan mutu pangan hasil pertanian yang berlaku secara internasional dalam wadah Codex Alimentarius Commission (CAC), atau disingkat Codex.


    Dalam Rapat Komite Nasional Codex Indonesia ke-2 tahun 2019 yang digelar di Jakarta, Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertani...

  • BKP Kementan Kembangkan Korporasi Usahatani Untuk Entaskan Kemiskinan dan Kerawanan Pangan

    Kegiatan Korporasi Usahatani (PKU) yang  dikembangkan Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) merupakan kegiatan strategis untuk mengentaskan kemiskinan dan kerawanan pangan.


    "Masuknya kegiatan PKU di Desa Pagerharjo ini diharapkan akan mempercepat pengentasan kemiskinan dan kerawanan pangan di pedesaan," ujar Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan  BKP, Andriko Noto Susanto di Lokasi PKU di Desa Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta (23/06).


    Berdasarkan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan (Food Security and Vulnerability ...

  • Kepala BKP Kementan : KRPL Harus Berkelanjutan!

    BALI - Untuk mencukupi kebutuhan pangan keluarga sejak tahun 2015 Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) mengembangkan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) di seluruh Indonesia.


    "KRPL ini sangat strategis tidak hanya untuk mencukupi kebutuhan pangan dan gizi keluarga, tetapi juga bisa meningkatkan pendapatan rumah tangga," ujar Kepala BKP Agung Hendriadi, saat mengunjungi KRPL di Taro kecamatan Tegallalang, Gianyar Bali, Sabtu (22/6/2019).


    Lebih lanjut Agung mengatakan bahwa keberlanjutan KRPL sangat penting, karena itu Kebun Bibit Desa (KBD) harus terus dikem...