BKP Kementan Tugaskan CPNS Kawal Program PKU dan PIPL

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 12 Mar, 2019

Views: 129

Setiap tahun Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengidentifikasi lokasi-lokasi yang masih terdapat kerentanan pangan di Indonesia dengan basis Kabupaten.

Setelah berhasil meningkatkan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Kawasan Mandiri Pangan, mulai tahun 2019 BKP melakukan intervensi melalui Pengembangan  Koorporasi Usahatani (PKU) dan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL).

Tujuan kegiatan PKU adalah meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompoktani dan kesejahteraan petani.

Sedangkan PIPL bertujuan untuk meningkatkan nilai ekonomi dan ketersediaan pangan lokal melalui peningkatan produksi tepung untuk bahan baku industri pangan.

"Program ini sangat strategis untuk menurunkan daerah-daerah yang statusnya rentan rawan pangan menjadi tahan pangan," ujar Kepala BKP Agung Hendriadi, dikantornya, Senin (11/3/2019).

Menurut Agung, kegiatan PKU dan PIPL selain dilakukan di daerah oleh Dinas Ketahanan Pangan, pihaknya juga menugaskan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018-2019 untuk melakukan pengawalan langsung di lokasi.

"Kami akan menugaskan CPNS dengan menempatkan mereka di lokasi pengembangan PKU dan PIPL," ujar Agung.

"Tahap pertama para CPNS ini akan bertugas selama 3 bulan dan nantinya setelah dievaluasi, akan ditambah pada tahap kedua juga 3 bulan," tambah Agung.

Secara umum, kata Agung,  penempatan CPNS  bertujuan untuk membekali CPNS lingkup BKP agar memahami sistem pembangunan pertanian, dan secara khusus untuk mengetahui bagaimana proses pengentasan daerah rentan rawan pangan dilakukan.

"Jadi, begitu nanti para CPNS ini selesai bertugas di lapangan, mereka tidak hanya menjadi PNS berkualitas, juga memahami problema dan solusi dalam membangun ketahanan pangan nasional," urai Agung.

Menurut Agung, para PNS ini nantinya akan difasilitasi biaya operasional untuk kehidupannya berkisar Rp. 3.5 juta - Rp. 4.5 juta setiap bulannya dan biaya tempat tinggal.

Dari jumlah 26 CPNS  yang ada di BKP, mereka akan ditempatkan di 13 lokasi kegiatan PKU yakni di daerah rawan pangan, dan 10 titik kegiatan PIPL.

Berita Terkait

  • Khawatir Harga Gabah Anjlok, Petani Minta Bulog Lakukan Pembelian Sekarang

    Beberapa daerah sentra produksi beras saat ini sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil usahataninya. Namun beberapa petani  mengeluh karena harga jatuh dan Bulog belum bergerak melakukan pembelian.

    Sejumlah petani di daerah sentra produksi yang dihubungi mengeluhkan dan mengharapkan Bulog segera turun tangan melalukan pembelian gabah mereka.

    Lalu Saleh,  petani dari Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat mengeluhkan,  sudah seminggu ini harga gabah menyentuh angka Rp. 4.000/kg gabah kering panen (gkp).

    "Sudah seminggu ini harga gabah mencapai 4.000 dan cenderung turun teru...

  • BKP Kementan Tugaskan CPNS Kawal Program PKU dan PIPL

    Setiap tahun Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengidentifikasi lokasi-lokasi yang masih terdapat kerentanan pangan di Indonesia dengan basis Kabupaten.

    Setelah berhasil meningkatkan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Kawasan Mandiri Pangan, mulai tahun 2019 BKP melakukan intervensi melalui Pengembangan  Koorporasi Usahatani (PKU) dan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL).

    Tujuan kegiatan PKU adalah meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompoktani dan kesejahteraan petani.

    Sedangkan PIPL bertujuan untuk meningka...

  • Program Kampung Hijau Sejahtera Sebagai Pengembangan KRPL Kementan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

    Pandeglang (BKP) - Jawa Barat.  Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja tahun ini meluncurkan sebuah kegiatan bertajuk Kampung Hijau Sejahtera (Kampung Hijrah) pertama kalinya di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, prorinsi Banten Senin (11/3).

    Kegiatan Kampung Hijrah  bertujuan untuk memanfaatkan dan  menghijaukan pekarangan guna meningkatkan ekonomi produktif keluarga serta pelestarian tanaman lokal.

    Kegiatan ini digagas dan dipelopori oleh OASE KK bidang Lingkungan Hijau (bidang V) yang diketuai oleh Rugaiya Usman Wiranto (Kementerian Koordinator Bidang P...